M., Farid Attamimi (2024) PANDANGAN NAHDATUL ULAMA DAN MUHAMMADIYAH TERHADAP ZAKAT HARTA HASIL UNDIAN BERHADIAH (Studi di Bank BRI Cabang Bandar Lampung). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Islam mengartikan undian berhadiah termasuk dalam bentuk kegiatan yang di dalamnya mengandung unsur pengundian nasib, sedangkan dalam Islam perilaku yang sifatnya mengundi nasib tidak diperbolehkan. Undian berhadiah tersebut menjadikan seseorang mengharapkan sesuatu yang belum jelas, sehingga terdapat unsur maisir yaitu sesuatu kegiatatan yang mengandung unsur perjudian dan gharar yang merupakan adanya unsur ketidakpastian atau unsur pemberian harapan terhadap sesuatu hal yang ditransaksikan. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu pertama, bagaimana praktik undian berhadiah yang di lakukan oleh bank BRI Tanjung Karang Bandar Lampung, kedua, bagaimana pandangan NU dan Muhammadiyah terhadap praktik zakat harta hasil undian berhadiah. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriftif kualitaif dengan metode pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis mengenai Hukum Undian menurut tokoh Nahdlatul Ulama dan tokoh Muhammadiyah dapat disimpulkan bahwa Pada praktiknya panitia Bank BRI Tanjung Karang Bandar Lampung membuat kupon untuk diundi. Hadiah ini disiapkan oleh panitian sejumlah 150 hadiah. Kupon-kupon tersebut untuk diundi tersebut diedarkan secara merata ke setiap peserta yaitu para karyawan, nasabah dan pelanggan, panitia membagikan kupon kepada para peserta jalan sehat yang hadir dalam acara.Panitia juga menunjukkan hadiah utama untuk menarik perhatian parapeserta. Peserta yang melihat hadiah utama tersebut berbondong-bondong mengambil kupon dengan harapan untuk mendapatkan hadiah yang mereka lihat. Nahdlatul Ulama berpandangan bahwa hukum harta hasil undian berhadiah yaitu menjadi haram apabila terdapat unsur taruhan didalamnya, seperti judi dan adanya unsur untung-untungan atau dikenal mengadu nasib maka tidak diperkenankan sperti yang dijelaskan Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 90, akan tetapi jika tidak ditemukan unsur taruhan, judi atau panitia memang tidak menjual kupon undian untuk kebutuhan hadiah undian dan panitia juga melakukan syarat yang mengakibatkan undian tersebut diperbolehkan dan hal tersebut tidak termasuk dalam zakat barang temuan (rikaz), tetapi megeluarkan nya di samakan dengan zakat rikaz. Zakat barang temuan tidak mensyaratkan baik haul (lama penyimpanan) maupun nisab (jumlah minimal untuk terkena kewajiban zakat), sementara kadar zakatnya adalah sebesar seperlima atau 20% dari jumlah harta yang ditemukan. Sedangkan Muhammadiyah mengharamkan undian doorprize karena memiliki unsur judi atau mengundi nasib. Maka undian doorprize dihukumi haram karena sebab-sebab tersebut, dan jika sumber hadiah dari harta riba dan haram maka hadiahnya pun adalah riba dan haram, maka bagi Muhammadiyah tidak ada ketentuan zakat dari harta yang haram. Kata Kunci : Zakat Harta, Undian, Nahdhatul Ulama danMuhammadiyah. ABSTRACT Islam defines lucky draws as including activities that contain elements of drawing of fate, whereas in Islam behavior that is in the nature of drawing of fate is not permitted. The prize draw makes someone hope for something that is not yet clear, so there are elements of maisir and garar in this activity, maisir is an activity that contains elements of gambling, while gharar is an element of uncertainty or an element of giving hope for something that is transacted. This research uses a descriptive qualitative research design with observation, interview and documentation research methods. The formulation of the problem in this research is first, what is the practice of prize draws carried out by the BRI Tanjung Karang Bandar Lampung bank, second, what is NU's and Muhammadiyah's view on the practice of zakat on assets resulting from prize draws. Based on the results of the analysis regarding Lottery Law according to Nahdlatul Ulama figures and Muhammadiyah figures, it can be concluded that in practice the BRI Tanjung Karang Bandar Lampung Bank committee makes coupons to be drawn. This prize was prepared by the committee in the amount of 150 prizes. The coupons to be drawn were distributed evenly to each participant, namely employees, clients and customers. The committee distributed coupons to the health walk participants who attended the event. The committee also showed the main prize to attract the attention of the participants. Participants who saw the main prize flocked to take coupons in the hope of getting the prize they saw Nahdlatul Ulama is of the view that the law regarding property resulting from prize draws is haram if there is an element of betting in it, such as gambling and there is an element of chance or known as trying one's luck, so it is not permitted as explained in Al-Qur'an surah Al-Maidah verse 90, however If there is no element of betting, gambling or the committee does not sell raffle coupons for raffle prize needs and the committee also carries out conditions that result in the raffle being allowed and this is not included in the zakat on found goods (rikaz), because what is included in zakat on found goods are items that found buried in the ground, or commonly called treasure. Zakat on found items does not require either haul (storage time) or nisab (minimum amount to be subject to zakat obligations), while the zakat level is one-fifth or 20% of the amount of assets found. Meanwhile, Muhammadiyah prohibits door prize draws because they have elements of gambling or drawing lots of luck. So the door prize lottery is considered haram for these reasons, and if the source of the prize is usurious and haram assets then the prize is usurious and haram, then for Muhammadiyah there is no provision for zakat from haram assets. Keywords : Zakat on assets, lottery, Nahdhatul Ulama and Muhammadiyah.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 31 Jul 2024 06:26 |
| Last Modified: | 31 Jul 2024 06:26 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/34313 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


