BAYU, IRAWAN (2024) PRAKTIK PERDUKUNAN PADA CALON KEPALA DESA DI DESA SIDOMAKMUR KECAMATAN WAY PANJI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2021 (Sebuah Analisa Dari Pemikiran Auguste Comte Tentang Tiga Tahap Perkembangan Manusia). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK PRAKTIK PERDUKUNAN PADA CALON KEPALA DESA DI DESA SIDOMAKMUR KECAMATAN WAY PANJI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2021 (Sebuah Analisa Dari Pemikiran Auguste Comte Tentang Tiga Tahap Perkembangan Manusia) Oleh BAYU IRAWAN Penelitian ini didasarkan kepada praktik perdukunan yang dilakukan oleh calon kepala desa pada pilkades tahun 2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dan posisi dukun dalam membantu calon kepala desa pada kontestasi pilkades tahun 2021 serta alasan kepercayaan terhadap praktik perdukunan dalam pentas politik lokal dizaman yang telah masuk pada tahap positif yang bersifat rasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dari sisi pendekatannya adalah kualitatif yang bersifat deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data dilakukan secara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data penelitian ini adalah kepala desa, dukun, serta masyarakat di Desa Sidomakmur Kecamatan Way Panji Kabupaten Lampung Selatan. Teknik analisis data yang digunakan adalah melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Praktik perdukunan dapat dianggap sebagai salah satu strategi politik yang digunakan oleh calon kepala desa. Dukun membantu seorang calon kepala desa dengan kemampuannya dalam hal supranatural seperti memberikan amalan, wirid, jimat, dan juga nasihat spiritual. Berdasarkan Hukum Tiga Tahap Auguste Comte, berikut ini alasan kepercayaan terhadap dukun dalam pilkades: pada tahap teologis praktik perdukunan dianggap sebagai langkah untuk memperkuat koneksi spiritual dengan masyarakat. Lalu pada tahap metafisik praktik perdukunan telah menjadi tradisi dan budaya yang telah ada dari generasi ke generasi dan sudah melekat didalam kehidupan masyarakat. Sehingga manusia akan cenderung mempertahankan dan menghormati tradisi serta keyakinan budaya meskipun didasarkan pada bukti empiris. Dan pada tahap positivisme meskipun tidak secara langsung berhubungan dengan metode ilmiah yang ditekankan dalam positivisme, tetapi ada hal yang bisa dimanfaatkan dari dukun yaitu pengaruh sosial dan budaya yang dimiliki oleh dukun, peran dukun sebagai seorang penasihat, dan legitimasi dari dukun. Terlepas dari itu semua faktanya di struktur sosial masyarakat masih memiliki kepercayaan terhadap hal-hal magis atau supranatural yang masih dominan, kondisi ini menunjukkan bahwa dinamika sosial masyarakat belum mencapai tahap positivisme yang ditandai dengan penerimaan ilmu pengetahuan dan rasionalitas sebagai dasar berpikir. Kata Kunci: Praktik Perdukunan, Pilkades, Hukum Tiga Tahap.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Pemikiran Politik Islam |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Pemikiran Politik Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 29 Jul 2024 03:00 |
| Last Modified: | 29 Jul 2024 03:00 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/34214 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


