DARA, ANGGELISTA (2026) MEKANISME PENANGGUHAN MAKNA DALAM AL QURAN : ANALISIS HERMENEUTIK HANS GEORG GADAMER ATAS PENAFSIRAN AYAT-AYAT TA’KHIR DALAM TAFSIR AL-MUNIR. Masters thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Pesan dan bahasa Al-Qur'an yang mendalam sejatinya selalu relevan dengan setiap zaman. Namun, pemaknaan harfiah yang kaku sering kali menyempitkan pesan tersebut. Contohnya pada ayat-ayat ta'khir (penangguhan), yang kerap dipahami sebatas urusan kiamat semata tanpa melihat ruang dialog yang ditawarkan ayat tersebut kepada pembaca modern. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menemukan esensi dari mekanisme penangguhan makna pada ayat-ayat ta‘khir dalam Al-Qur'an melalui analisis hermeneutik filosofis Hans-Georg Gadamer terhadap penafsiran Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data primer yang digunakan adalah kitab Tafsir Al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili, sedangkan data sekunder mencakup literatur yang berkaitan dengan teori hermeneutika filosofis Gadamer dan ilmu tafsir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dengan menelusuri secara spesifik ayat-ayat ta'khir di dalam kitab tafsir tersebut. Selanjutnya, analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis dengan kerangka kerja hermeneutika Gadamer, khususnya menggunakan pisau analisis peleburan cakrawala, untuk membaca bagaimana penangguhan makna bekerja di dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme penangguhan makna pada ayat-ayat ta'khir yang termuat dalam Q.S. Ibrahim : 42 (penundaan adzab), As-Syarh : 5-6 (penundaan solusi) dan Al-Baqarah : 214 (penundaan pertolongan) bukanlah sekadar penundaan kebahasaan, melainkan strategi teks untuk membiarkan makna tetap terbuka dan berdialog dengan pembacanya. Dalam Tafsir Al-Munir, meskipun az Zuhaili menggunakan pendekatan yang moderat dan kental dengan nuansa fikih, analisis hermeneutis menemukan bahwa penundaan tersebut memberikan ruang bagi pembaca modern untuk melakukan kontekstualisasi. Kesimpulannya, penangguhan makna dalam ayat-ayat ta‘khir membuktikan bahwa Al-Qur'an secara aktif menuntut keterlibatan historis pembaca untuk merumuskan makna yang relevan, sehingga teks suci ini terus hidup dan aplikatif sebagai solusi di tengah krisis eksistensial manusia modern. ABSTRACT The profound message and language of the Qur'an are inherently relevant across all generations. However, rigid literalist interpretations often restrict this dynamic message. This is particularly evident in the verses of ta‘khīr (suspension/delay), which are frequently confined to eschatological matters of the Day of Judgment, overlooking the dialogical space they offer to modern readers. Based on these issues, this study aims to examine and uncover the essence of the mechanism of meaning suspension in the verses of ta‘khīr in the Qur'an through Hans-Georg Gadamer‘s philosophical hermeneutical analysis of Wahbah al-Zuhaili's interpretation in Tafsir al Munir. This study is qualitative library research. The primary data source is Tafsir al-Munir by Wahbah al-Zuhaili, while secondary data comprises literature related to Gadamer‘s philosophical hermeneutics and Islamic exegesis. The data collection technique involves documentation by specifically tracing the verses of ta‘khīr within the exegesis. Subsequently, the data is analyzed using a descriptive-analytical method within Gadamer‘s hermeneutical framework, specifically employing the "fusion of horizons" (Horizontverschmelzung) as an analytical tool to examine how the suspension of meaning operates within the text. The findings indicate that the mechanism of meaning suspension in the verses of ta‘khīr—specifically in QS. Ibrahim: 42 (delay of punishment), QS. Asy-Syarh: 5-6 (delay of solution), and QS. Al-Baqarah: 214 (delay of help/victory)—is not merely a linguistic postponement, but rather a textual strategy designed to keep meaning open-ended and in dialogue with readers. In Tafsir al-Munir, despite Al-Zuhaili‘s moderate approach heavily characterized by jurisprudential (fiqh) nuances, hermeneutical analysis reveals that this delay provides crucial space for modern readers to perform contextualization. In conclusion, the suspension of meaning within the verses of ta‘khīr proves that the Qur'an actively demands the readers' historical engagement to formulate relevant interpretations, ensuring this sacred text remains dynamic and applicable as a solution amidst the existential crises of modern humanity.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Divisions: | Pasca Sarjana > S2 Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 08:28 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 08:28 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46570 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


