SATGAS ANTI NARKOBA DALAM PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI KALANGAN REMAJA

Abd, Kohar SATGAS ANTI NARKOBA DALAM PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI KALANGAN REMAJA. ASAS (Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam).

[img] HTML
Download (29kB)

Abstract

Abstrak Maraknya penyalahgunaan narkotika sudah pada kondisi yang cukup memprihatinkan, hampir semua kalangan masyarakat dari kalangan berdasi sampai kalangan bergitar di pinggir jalan, kalangan terdidik sampai awam, mahasiswa bahkan sampai murid Sekolah Menengah Pertama. Mereka cenderung menjadikan Narkotika sebagai gaya hidup atau trend. Tak heran jika berbagai analisis memperkirakan bahwa los generation atau akan adanya generasi yang hilang akibat narkotika di masa mendatang, menjadi kompleksnya permasalahan serta ancaman yang nyata telah mengancam generasi muda kita, maka masalah penyalahgunaan narkotika ditetapkan sebagai permasalahan Nasional. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis strategi satgas anti narkoba dan BNK kota Metro dalam Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di kalangan remaja menganalisis faktor pendukung dan penghambat satgas anti narkoba dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN ) di kalangan remaja di Kota Metro. Untuk menganalisis permasalahan dalam penelitian ini digunakan 2 (dua) teori yaitu pemberdayaan oleh Moh. Ali Aziz dan teori remaja yang kemukakan oleh Soetjiningsih. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) di mana menggunakan metode penelitian kualitatif. Sebagai sumber data primer yaitu satgas anti narkoba di Kota Metro dan sebagai data sekunder adalah referensi-referensi, peraturan perundang-undangan dan al-Qur’an yang relevan dengan topik yang dibahas. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan observasi dan awancara serta dokumentasi. Metode analisis datanya menggunakan logika deduktif. Hasil studi ini sebagai berikut ini yaitu Pertama, Strategi yang digunakan oleh BNK Metro secara umum fokuskan kepada tiga hal, yaitu: Pengurangan Permintaan (Demand Reduction), Pengawasan Sediaan (Supply Control) Narkoba, Pengurangan Dampak Buruk (Harm Reduction). Kedua, Faktor pendukung yaitu: BNP lebih bersifat operasional, maka terlihat jelas bahwa pencegahan penyalagunaan Narkoba menjadi lebih terkoordinasi, lebih banyak kasus terungkap dan juga lebih banyak barang bukti dapat disita. Terutama akan lebih banyak lagi generasi muda yang terhindar dari bahaya Narkoba. Telah adanya organisasi dalam struktur BNP yang secara tegas mengatur tugas pokok dan tugas-tugas dalam pemberantasan penyalahgunaan Narkoba baik secara pre-emtif, preventif, represif, kuratif dan rehabilitatif. Semakin timbulnya kesadaran sebagian Masyarakat/sekolah/Universitas akan bahaya narkoba, dapat dilihat dari semakin seringnya pihak sekolah/universitas mengundang Pihak BNK Metro untuk mengisi seminar atau penyuluhanpenyuluhan bahaya narkoba. Faktor penghambat yaitu Peran serta masyarakat sangat rendah karena mereka masih berpandangan bahwa pemberantasan penyalahgunaan Narkoba adalah tugas dan tanggung jawab polisi. Sehingga mereka tidak peduli dan kurang berperan aktif dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan narkoba. LSM yang peduli dalam penyalahgunan Narkoba masih cenderung belum konsisten dan juga tidak berkesinambungan, serta pemahaman mengenai penanggulangan masih sangat minim. Kata Kunci: Satgas, Narkoba, Remaja

Item Type: Article
Subjects: Pemikiran Politik Islam
Divisions: UNSPECIFIED
Depositing User: Users 1187 not found.
Date Deposited: 10 Apr 2019 02:17
Last Modified: 10 Apr 2019 02:17
URI: http://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/6231

Actions (login required)

View Item View Item