KOMUNIKASI SIMBOLIK DALAM PERKAWINAN ADAT LAMPUNG PEPADUN ( BUMBANG AJI ) DI DESA NEGARA AJI TUA MARGA ANAK TUHA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

Nur, Hidayati (2026) KOMUNIKASI SIMBOLIK DALAM PERKAWINAN ADAT LAMPUNG PEPADUN ( BUMBANG AJI ) DI DESA NEGARA AJI TUA MARGA ANAK TUHA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of BAB 1 DAN 2 NUR HIDAYATI.pdf] PDF
Download (3MB)
[thumbnail of SKRIPSI NUR HIDAYATI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji komunikasi simbolik dalam perkawinan adat Lampung Pepadun Bumbang Aji di Desa Negara Aji Tua, Marga Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya kesenjangan pemahaman masyarakat terhadap makna simbol-simbol yang digunakan dalam prosesi perkawinan adat Bumbang Aji. Meskipun tradisi tersebut masih dilaksanakan dan dilestarikan, tidak seluruh masyarakat memahami makna filosofis yang terkandung dalam simbol-simbol adat yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk komunikasi simbolik serta menganalisis makna simbolik yang terdapat dalam perkawinan adat Bumbang Aji, serta melihat pemahaman masyarakat terhadap simbol-simbol tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan dua tokoh adat, lima orang masyarakat, dan sepuluh orang pemuda-pemudi di Desa Negara Aji Tua. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dokumen, serta sumber lain yang relevan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk komunikasi simbolik dalam perkawinan adat Lampung Pepadun Bumbang Aji terdiri atas simbol verbal dan simbol nonverbal. Simbol verbal diwujudkan melalui pembacaan gelar adat, pupacur atau nasihat adat, serta tuturan adat yang mengandung pesan, doa, dan nilai-nilai kehidupan. Sementara itu, simbol nonverbal diwujudkan melalui arak-arakan, tabuh-tabuhan talo, payung agung, alat sujud, busana adat, usut kutomaro, menganan, tanjaran, nyuli inai adek, musok, serah terima payan, dan sesan. Simbol-simbol tersebut memiliki makna yang berkaitan dengan penghormatan, tanggung jawab, persatuan, kebersamaan, kasih sayang, perlindungan, kesejahteraan, serta harapan bagi kehidupan rumah tangga kedua mempelai. Makna tersebut terbentuk dan dipertahankan melalui interaksi sosial antara pelaku adat dan masyarakat. Namun, pemahaman terhadap makna simbol belum dimiliki secara merata. Pelaku adat memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai makna filosofis simbol, sedangkan sebagian masyarakat lebih memahami simbol pada tingkat pelaksanaan sebagai bagian dari tradisi adat. Hal tersebut menunjukkan adanya kesenjangan pemahaman terhadap makna ii simbol dalam perkawinan adat Bumbang Aji, meskipun simbol-simbol tersebut tetap dilaksanakan sebagai bagian dari identitas dan keberlangsungan budaya masyarakat Lampung Pepadun. ABSTRACT This study examines symbolic communication within the Lampung Pepadun Bumbang Aji traditional wedding ceremony in Negara Aji Tua Village, Marga Anak Tuha, Central Lampung Regency. The research is motivated by a gap in community understanding regarding the meanings of the symbols used in the Bumbang Ajiwedding procession. Although the tradition is still practiced and preserved, not everyone in the community comprehends the philosophical significance embodied in the traditional symbols employed. This study aims to describe the forms of symbolic communication and analyze the symbolic meanings found in the Bumbang Aji wedding, as well as to assess the community's understanding of these symbols. This study employs a qualitative research method with a descriptive approach. Primary data were obtained through interviews with two traditional leaders, five community members, and ten youths in Negara Aji Tua Village. Secondary data were gathered from books, journals, documents, and other sources relevant to the research. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The research findings indicate that the forms of symbolic communication in the Lampung Pepadun Bumbang Aji traditional marriage consist of both verbal and non-verbal symbols. Verbal symbols are manifested through the recitation of customary titles, pupacur (traditional counsel), and customary utterances containing messages, prayers, and life values. Meanwhile, non-verbal symbols are manifested through processions, talo musical performances, the payung agung (grand umbrella), alat sujud (kneeling apparatus), traditional attire, usut kutomaro, menganan, tanjaran, nyuli inai adek, musok, the handover of the payan (spear), and sesan. These symbols embody meanings related to respect, responsibility, unity, togetherness, affection, protection, and well-being, as well as hopes for the couple's married life. These meanings are shaped and sustained through social interaction between those who enact the customs and the community at large. However, the understanding of these symbolic meanings is not uniform across the board. Practitioners of the custom possess a deeper grasp of the symbols' philosophical significance, whereas some members of the community iv understand them primarily at the level of enactment—viewing them simply as part of traditional practice. This reveals a disparity in the understanding of the symbols' meanings within the Bumbang Aji customary wedding, even though the symbols continue to be observed as an integral part of the identity and cultural continuity of the Lampung Pepadun people.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Komunikasi dan Penyiaran Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 08 Oct 2026 03:03
Last Modified: 08 Oct 2026 03:03
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46705

Actions (login required)

View Item View Item