MUHAMMAD, NABIL DZAKY (2026) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK PEMOTONGAN BERAT TIMBANGAN DALAM JUAL BELI SAWIT MENGGUNAKAN TRUK (Studi Di Kampung Negeri Besar Kecamatan Negeri Besar Kabupaten WayKanan). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya praktik pemotongan berat timbangan dalam jual beli kelapa sawit menggunakan truk di Kampung Negeri Besar Kecamatan Negeri Besar Kabupaten Way Kanan. Dalam praktiknya, pemotongan berat timbangan dilakukan oleh pihak pembeli atau pengepul dengan alasan tertentu, seperti penyusutan, kadar air, maupun kotoran pada buah sawit. Namun, praktik tersebut sering kali menimbulkan ketidakjelasan dan kerugian bagi penjual, sehingga perlu ditinjau berdasarkan hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik pemotongan berat timbangan dalam jual beli sawit menggunakan truk serta menganalisis tinjauan hukum Islam terhadap praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Sumber data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap petani sawit, pengepul, sopir truk, dan pihak terkait lainnya di Kampung Negeri Besar. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teori jual beli (al-bai’) dalam hukum Islam. Teori ini menjelaskan bahwa suatu transaksi dinyatakan sah apabila memenuhi rukun dan syarat jual beli, yaitu adanya penjual, pembeli, objek yang diperjualbelikan, serta ijab dan kabul yang dilakukan atas dasar kerelaan kedua belah pihak. Selain itu, transaksi harus dilaksanakan secara jujur, adil, dan transparan serta terhindar dari unsur gharar (ketidakjelasan) dan praktik yang merugikan salah satu pihak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pemotongan berat timbangan dilakukan secara sepihak dan tidak selalu disertai penjelasan yang transparan kepada penjual. Dalam beberapa kasus, petani merasa dirugikan karena hasil timbangan yang diterima berbeda dengan jumlah sebenarnya. Berdasarkan tinjauan hukum Islam, praktik pemotongan timbangan diperbolehkan apabila dilakukan secara jujur, transparan, dan disepakati kedua belah pihak. Namun, apabila dilakukan dengan unsur kecurangan, ketidakjelasan, serta merugikan salah satu pihak, maka praktik tersebut bertentangan dengan prinsip jual beli dalam Islam dan termasuk perbuatan yang dilarang karena mengandung unsur zalim dan gharar. ABSTRACT This research was motivated by the practice of deducting weight measurements in palm oil trading using trucks in Kampung Negeri Besar, Negeri Besar District, Way Kanan Regency. In practice, the deduction of the weighing results is carried out by buyers or collectors for several reasons, such as shrinkage, water content, and dirt contained in the palm fruit. However, this practice often causes uncertainty and losses for sellers, therefore it is necessary to review it based on Islamic law. This study aims to determine the practice of deducting weight measurements in palm oil trading using trucks and to analyze the Islamic law perspective on such practices. This research used a field research method with a qualitative approach. The data sources were obtained through interviews, observations, and documentation involving palm oil farmers, collectors, truck drivers, and other related parties in Kampung Negeri Besar. The collected data were analyzed descriptively using the theory of buying and selling in Islamic law, particularly regarding the principles of honesty, justice, mutual consent, and the prohibition of reducing measurements and weights. The results of the study indicate that the practice of deducting weight measurements is often carried out unilaterally and is not always accompanied by transparent explanations to the sellers. In several cases, farmers felt disadvantaged because the weighing results they received differed from the actual amount. From the perspective of Islamic law, the practice of deducting weight measurements is permissible if it is conducted honestly, transparently, and agreed upon by both parties. However, if it involves fraud, ambiguity, and causes harm to one party, then the practice contradicts the principles of Islamic economic transactions (muamalah) and is prohibited because it contains elements of injustice and gharar.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 01 Oct 2026 07:54 |
| Last Modified: | 01 Oct 2026 07:54 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46643 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


