Nadya, Apriliantie (2026) KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM MEMBINA AKHLAKUL KARIMAH MELALUI PROGRAM BINA PRIBADI ISLAM (BPI) DI SDIT INSAN MULIA KOTAGAJAH LAMPUNG TENGAH. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Komunikasi persuasif merupakan proses penyampaian pesan yang tidak hanya bertujuan memberikan informasi, tetapi juga memengaruhi sikap, pendapat, dan perilaku seseorang. Dalam pelaksanaan Program Bina Pribadi Islam (BPI) di SDIT Insan Mulia Kotagajah masih ditemukan beberapa kendala dalam pembinaan akhlakul karimah peserta didik, seperti kurangnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesungguhan dalam melaksanakan pembiasaan ibadah, termasuk salat berjamaah. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan komunikasi persuasif sebagai upaya membangun pendekatan dengan peserta didik sekaligus membina akhlakul karimah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunikasi persuasif dalam membina akhlakul karimah melalui Program Bina Pribadi Islam (BPI) di SDIT Insan Mulia Kotagajah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data primer diperoleh dari kepala sekolah, guru pendamping BPI, dan peserta didik, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen sekolah dan sumber pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi persuasif dalam membina akhlakul karimah melalui Program Bina Pribadi Islam (BPI) dilaksanakan secara bertahap, dimulai dengan membangun kedekatan emosional antara guru dan peserta didik, dilanjutkan dengan penyampaian materi yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, pemberian penghargaan dan konsekuensi sebagai penguatan perilaku, serta penyelesaian hambatan melalui pendekatan dialogis. Dalam proses tersebut, guru pendamping BPI di Sdit Insan Mulia Kotagajah menerapkan lima teknik komunikasi persuasif menurut Onong Uchjana Effendy, yaitu teknik integrasi, asosiasi, tataan , ganjaran , dan red herring. Di antara kelima teknik tersebut, teknik integrasi menjadi teknik yang paling dominan karena menjadi landasan dalam membangun hubungan yang akrab, saling percaya, serta komunikasi dua arah antara guru dan peserta didik sehingga proses pembinaan akhlakul karimah dapat berlangsung secara lebih efektif. ABSTRACT Persuasive communication is the process of conveying a message that aims not only to provide information but also to influence a person's attitudes, opinions, and behavior. In the implementation of the Islamic Personal Development Program (BPI) at SDIT Insan Mulia Kotagajah, several obstacles were encountered in fostering students' noble character, such as a lack of discipline, responsibility, and sincerity in practicing religious practices, including congregational prayer. This situation indicates the need for the implementation of persuasive communication as an effort to build rapport with students while fostering noble character. This study aims to describe persuasive communication in fostering noble character through the Islamic Personal Development Program (BPI) at SDIT Insan Mulia Kotagajah. This study was field research with a descriptive qualitative approach. Data collection techniques were conducted through interviews, observation, and documentation. Primary data sources were obtained from the principal, BPI mentor teachers, and students, while secondary data came from school documents and other supporting sources. The research results show that persuasive communication in fostering noble character through the Islamic Personal Development Program (BPI) is implemented in stages, beginning with building emotional closeness between teachers and students, followed by delivering material tailored to student characteristics, providing rewards and consequences to reinforce behavior, and resolving obstacles through a dialogical approach. In this process, BPI mentor teachers at Insan Mulia Elementary School in Kotagajah apply five persuasive communication techniques according to Onong Uchjana Effendy: integration, association, structure, reward, and red herring. Of these five techniques, integration is the most dominant because it serves as the foundation for building close relationships, mutual trust, and two-way communication between teachers and students, thus enabling the process of fostering noble character more effectively.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 03:50 |
| Last Modified: | 29 Sep 2026 03:50 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46602 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


