BASOFI, AHMAD BINTANG (2026) TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG PENENTUAN UPAH PENGETIKAN COMPLETELY AUTOMATED PUBLIC TURING TEST TO TELL COMPUTERS AND HUMANS APART (CAPTCHA) (Studi Pada Pekerja 2Captcha). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Perkembangan ekonomi digital telah mendorong munculnya beragam bentuk pekerjaan berbasis platform, salah satunya yaitu aktivitas pengetikan CAPTCHA pada platform 2Captcha. Platform ini menjadi perantara antara klien yang membutuhkan penyelesaian CAPTCHA dalam jumlah besar dengan pekerja lepas dari berbagai negara secara daring pada 2Captcha. Walaupun termasuk pekerjaan sederhana, praktik penentuan upah yang berlaku di platform 2Captcha memunculkan pertanyaan terkait kesesuaiannya dengan prinsip keadilan dan kelayakan berdasarkan perspektif hukum Islam, mengingat besaran upah yang diterima pekerja cenderung rendah. Penelitian ini menguraikan praktik penentuan upah pekerjaan pengetikan CAPTCHA di platform 2Captcha serta menganalisisnya berdasarkan kerangka teori ijarah 'ala al-a'mal. Konsep yang dikaji mencakup kejelasan 'ujrah, gharar, kesepadanan upah, serta prinsip rida dalam pembentukan akad. Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data primer didapatkan didapatkan oleh peneliti secara langsung dari data lapangan yang bersumber dari lima informan yang merupakan pekerja aktif pengetik CAPTCHA di platform 2Captcha dan dipilih secara purposive. Data sekunder dikumpulkan dari berbagai literatur hukum Islam, dan jurnal ilmiah. Metode dalam pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan dua cara yaitu dengan metode wawancara baik secara langsung maupun tidak secara langsung kepada sumber data (informan) dan juga dengan mengumpulkan dokumen yang meliputi tangkapan layar (screenshot) dan catatan aktivitas yang diperoleh melalui wawancara. Analisis data dilakukan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif yang menggambarkan temuan di lapangan kemudian menganalisisnya dengan hukum Islam tentang ijarah, keadilan dan kelayakan dengan menggunakan metode berpikir induktif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa 2Captcha menggunakan praktik berbasis output dengan acuan utama satuan per 1000 CAPTCHA. Faktor yang memengaruhi besaran upah yaitu jumlah CAPTCHA yang berhasil diselesaikan dan tarif yang berlaku pada saat pengerjaan. Tarif bersifat dinamis mengikuti naik turunnya jumlah permintaan dari klien dan pekerja aktif. Berdasarkan tinjauan hukum Islam, praktik penentuan upah ini berada dalam posisi ihtiyaṭ atau memerlukan kehati-hatian. Di mana praktik penetuan upahnya dilakukan secara proporsional serta adanya perbedaan tarif berdasarkan tingkat kesulitan CAPTCHA yang tidak bertentangan dengan prinsip ijarah. Tarif yang dinamis digolongkan sebagai gharar yasir karena tidak merusak keabsahan akad. Praktik ini belum mencapai tingkat sempurna dalam prinsip ijarah dikarenakan tiga hal. Pertama, adanya ketidaksempurnaan syarat ma’lum pada 'ujrah akibat tarif yang dinamis. Kedua, kualitas rida pada sebagian pekerja terbentuk tanpa adanya pemahaman yang menyeluruh sebelum akad terbentuk. Ketiga, adanya kesenjangan antara besaran upah dengan waktu dan tenaga yang diluangkan oleh pekerja yang berimplikasi pada persoalan kelayakan 'ujrah. ABSTRACT The growth of the digital economy has spurred the emergence of various forms of platform based work, one of which is CAPTCHA typing on the 2Captcha platform. This platform acts as an intermediary between clients who require large-scale CAPTCHA completion and freelance workers from various countries working online on 2Captcha. Although it is considered simple work, the prevailing wage setting practices on the 2Captcha platform raise questions regarding their alignment with principles of justice and fairness from an Islamic legal perspective, given that the wages received by workers tend to be low. This study will outline the wage-setting practices for CAPTCHA typing work on the 2Captcha platform and analyze them based on the theoretical framework of ijarah 'ala al-a'mal. The concepts examined include the clarity of 'ujrah, gharar, wage equivalence, and the principle of rida in the formation of contracts. This study is classified as field research employing a descriptive qualitative approach. Primary data was collected directly by the researcher from field data sourced from five informants who are active CAPTCHA typists on the 2Captcha platform and were selected through purposive sampling. Secondary data was collected from various Islamic legal literature and scientific journals. Data collection in this study was conducted in two ways: through interviews both direct and indirect with data sources (informants), and by gathering documents, including screenshots, job descriptions, and activity logs obtained through the interviews. Data analysis was conducted using a qualitative descriptive research method that described the findings in the field and then analyzed them in relation to Islamic law regarding ijarah, justice, and fairness using inductive reasoning. Regarding wage determination practices on the 2Captcha platform, research findings indicate that 2Captcha employs an output-based system primarily based on a rate per 1,000 CAPTCHAs. Factors influencing wage amounts include the number of CAPTCHAs successfully completed and the prevailing rate at the time of work. Rates are dynamic, fluctuating in response to changes in demand from clients and the number of active workers. From an Islamic legal perspective, this wage-setting practice falls under the category of ihtiyaṭ, requiring caution. The practice involves proportional wage determination and rate variations based on CAPTCHA difficulty levels, which do not contradict the principles of ijarah. The dynamic rates are classified as gharar yasir, as they do not invalidate the contract. This practice has not yet reached a state of perfection under the principles of ijarah due to three factors. First, there is an imperfection in the ma’lum condition regarding the ‘ujrah due to the dynamic rates. Second, the quality of rida among some workers is formed without a comprehensive understanding prior to the contract being established 'ujrah.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 08:35 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 08:35 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46571 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


