MOTIVASI KAWIN LARI PADA MASYARAKAT ISLAM DI DESA SIKU KABUPATEN MUARA ENIM SUMATERA SELATAN

Delta, Januartini (2026) MOTIVASI KAWIN LARI PADA MASYARAKAT ISLAM DI DESA SIKU KABUPATEN MUARA ENIM SUMATERA SELATAN. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of ARTIKELL DELTA.pdf] PDF
Download (15MB)

Abstract

Abstrak Kawin lari merupakan salah satu bentuk penyelesaian perkawinan yang dikenal dalam masyarakat adat. Di desa siku, praktik tersebut dikenal dengan istilah belaghaian. Penelitian ini bertujuan menganalisis motivasi yang melatarbelakangi masyarakat islam desa siku melakukan kawin lari melalui praktik belaghaian serta menganalisis tindakan sosial masyarakatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologis berdasarkan teori tindakan sosial Max Weber. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi masyarakat melakukan belaghaian dipengaruhi oleh pertimbangan ekonomi, kekhawatiran terhadap stigma sosial akibat pulang kemalaman, dorongan emosional dalam mempertahankan hubungan, serta keinginan menjaga nilai adat dan keluarga. Masyarakat memaknai belaghaian sebagai mekanisme penyelesaian perkawinan yang menjaga kehormatan keluarga, memperkuat hubungan sosial, dan tetap selaras dengan ajaran Islam. Analisis menunjukkan bahwa praktik belaghaian merepresentasikan tindakan rasional instrumental, afektif, dan tradisional. Penelitian ini menegaskan bahwa belaghaian tetap bertahan karena mampu mengintegrasikan nilai budaya dan keagamaan dalam kehidupan masyarakat. Kata Kunci: Kawin Lari; Motivasi Pernikahan; Tradisi Belaghaian; Masyarakat Islam; Tindakan Sosial. Abstract Elopement is one form of marriage resolution recognised within indigenous communities. In the village of Siku, this practice is known as „belaghaian‟. This study aims to analyse the motivations behind the Muslim community in Siku Village practising elopement through the „belaghaian‟ custom, as well as to analyse the social actions of the community. This study employs a qualitative method with a sociological approach based on Max Weber‟s theory of social action. collected through This study employs a qualitative method with a sociological approach based on Max Weber‟s theory of social action. Research data were observation, in-depth interviews, and documentation. The results indicate that the community‟s motivation for practicing the Belaghaian tradition is influenced by economic considerations, concerns about social stigma resulting from returning home late at night, emotional drives to maintain relationships, and the desire to preserve traditional and family values. The community interprets belaghaian as a mechanism for resolving marital issues that preserves family honor, strengthens social relationships, and remains in harmony with Islamic teachings. The analysis shows that the practice of belaghaian represents instrumental, affective, and traditional rational actions. This study confirms that belaghaian persists because it successfully integrates cultural and religious values into community life. Keyword: Elopement; Marriage Motivation; Belaghaian Tradition; The Muslim Community; Social Action.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Perbandingan Agama
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 15 Sep 2026 03:27
Last Modified: 15 Sep 2026 03:27
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46454

Actions (login required)

View Item View Item