Redi, Kurniawan (2026) ANALISIS HARTA WAKAF DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM Di Kabupaten Way Kanan. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini mengkaji pandangan hukum Islam terhadap aset wakaf di Kabupaten Way Kanan. Studi ini bertujuan untuk menjelaskan tata kelola harta wakaf, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta merumuskan solusi yang sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis kualitatif dan data dikumpulkan melalui observasi , wawancara mendalam, dan observasi dokumen. Untuk memastikan validitas data, digunakan metode pengambilan sampel secara purposif sampling, dan sumber serta metode ditriangulasi. Studi menunjukkan bahwa wakaf masih dilakukan secara bawah tangan di Kabupaten Way Kanan . Orangorang menyerahkan harta wakaf kepada tokoh agama tanpa melakukan pencatatan resmi di bawah Akta Ikrar Wakaf (AIW). Terdapat 562 lahan wakaf seluas 174,59 hektar, namun 67 diantaranya belum terdaftar. Salah satu masalah utama yang ditemukan adalah tingginya biaya sertifikasi, kurangnya pemahaman masyarakat tentang legalitas wakaf, kurangnya koordinasi antara KUA dan BWI, dan sedikit perizinan pengelolaan wakaf. Solusi yang ditawarkan termasuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, mengoordinasikan biaya sertifikasi, meningkatkan kemampuan nazhir, mengoptimalkan layanan digital KUA, dan meningkatkan koordinasi antara KUA dan BWI dalam pelacak aset wakaf. Menurut penelitian ini, pengelolaan wakaf di Kabupaten Way Kanan perlu dibenahi secara administratif dan substantif agar sesuai dengan hukum Islam dan mewujudkan keuntungan wakaf secara efektif dan berkelanjutan ABSTRACT The Islamic legal examination of waqf assets in Way Kanan Regency is examined in this paper. The study's goals are to outline the strategies for managing waqf assets, pinpoint challenges, and suggest remedies that adhere to Islamic law. A descriptive-analytical qualitative method was used in the field investigation. Among the techniques used to gather data were documentation, in-depth interviews, and observation. To ensure data validity, purposive sampling was employed, and sources and methods were triangulated. The study revealed that waqf is still conducted informally in Way Kanan Regency. People transfer waqf assets to religious figures without formal registration under the Waqf Declaration Deed (AIW). There are 562 waqf plots covering 174.59 hectares, but 67 of them remain unregistered. One of the main issues identified is the high cost of certification, People don't fully understand if waqf is allowed by law, and there isn't enough teamwork between the KUA and the BWI and limited authorization for waqf management. Proposed solutions include increasing public awareness, coordinating certification costs, enhancing the capabilities of wakaf trustees, optimizing KUA digital services, and improving coordination between the KUA and the BWI in tracking wakaf assets. According to this study, the management of waqf in Way Kanan Regency needs to be improved both administratively and substantively so that it complies with Islamic law and effectively and sustainably generates waqf income.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 06:43 |
| Last Modified: | 03 Sep 2026 06:43 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46396 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


