Vivi, Puspitasari (2026) PRAKTIK BAGI HASIL KEBUN CENGKEH ANTARA PEMILIK DAN PENGELOLA DALAM TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi Di Desa Srimenganten Kecamatan Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Desa Srimenganten merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, yang memiliki praktik kerja sama bagi hasil dalam pengelolaan kebun cengkeh antara pemilik lahan dan pengelola. Dalam praktik tersebut, kedua belah pihak telah melakukan kesepakatan awal yang mencakup pembagian hasil serta pembagian tanggung jawab masing-masing. Pengelola bertanggung jawab atas seluruh proses perawatan kebun, termasuk biaya operasional, tenaga kerja, dan transportasi, sedangkan pemilik lahan menyediakan lahan sebagai objek kerja sama. Pembagian hasil dilakukan dengan sistem bagi tiga, yaitu dua bagian untuk pemilik dan satu bagian untuk pengelola, yang telah disepakati secara bersama dan dilaksanakan secara terbuka. Meskipun terdapat perbedaan kontribusi antara kedua pihak, praktik kerja sama ini tetap mencerminkan prinsip keadilan karena didasarkan pada kesepakatan, kerelaan, dan tanggung jawab yang jelas dari masingmasing pihak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui praktik bagi hasil dalam pengelolaan kebun cengkeh dan untuk mengetahui hukum ekonomi syariah terhadap bagi hasil dalam pengelola kebun cengkeh di Desa Srimenganten Kecamtan Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data secara langsung dari objek penelitian melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk melihat secara nyata praktik bagi hasil kebun cengkeh yang terjadi di Desa Srimenganten. Pendekatan kualitatif dipilih bertujuan untuk mengungkap fakta-fakta yang terjadi di lapangan dalam rangka menemukan ketentuan hukum terkait praktik bagi hasil panen cengkeh tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik bagi hasil kebun cengkeh di Desa Srimenganten dilakukan dengan sistem bagi tiga, yaitu dua bagian untuk pemilik kebun dan satu bagian untuk pengelola, yang pembagiannya dilakukan setelah selesai musim panen setiap tahun. Dalam kerja sama tersebut, kedua belah pihak telah melaksanakan kewajibannya masing-masing, yaitu pemilik kebun menanggung biaya pupuk, sedangkan pengelola menanggung biaya upah tenaga kerja dan biaya perawatan kebun lainnya. praktik bagi hasil kebun cengkeh di Desa Srimenganten hukumnya sah menurut hukum Islam karena telah memenuhi ketentuan akad musaqah. ABSTRACT Srimenganten Village, located in Pulau Panggung District, Tanggamus Regency, practices a profit-sharing arrangement for clove plantation management between the landowner and the manager. Under this arrangement, both parties enter into an initial agreement covering the distribution of proceeds and the division of responsibilities. The manager is responsible for the entire plantation maintenance process— including operational costs, labor, and transportation—while the landowner provides the land as the object of the partnership. The proceeds are distributed using a "three-part split" system: two parts go to the landowner and one part to the manager; this method is mutually agreed upon and transparently implemented. Despite the differences in contribution between the two parties, this partnership reflects the principle of fairness, as it is grounded in mutual agreement, voluntary participation, and clearly defined responsibilities for each party. This study aims to examine the profit-sharing practices in clove plantation management and to analyze the Sharia economic legal perspective regarding these practices in Srimenganten Village, Pulau Panggung District, Tanggamus Regency. This study employs a field research methodology with a qualitative approach. It seeks to gather data directly from the research site using observation, interviews, and documentation techniques. Observations were conducted to witness the actual profit-sharing practices for clove plantations in Srimenganten Village. The qualitative approach was selected to uncover facts on the ground and determine the legal provisions applicable to these clove harvest profit-sharing practices. The research findings indicate that the profit-sharing practice for clove plantations in Srimenganten Village utilizes a three-part split system—two parts for the plantation owner and one part for the manager—with distribution occurring annually after the harvest season concludes. Within this partnership, both parties fulfill their respective obligations: the plantation owner covers fertilizer costs, while the manager bears the costs of labor wages and other plantation maintenance expenses. The profit-sharing practice for clove plantations in Srimenganten Village is considered valid under Islamic law, as it complies with the provisions of the musaqah contract.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 08:51 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 08:51 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46369 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


