IMPLEMENTASI PASAL (3) AYAT (1) PERATURAN BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN NOMOR 24 TAHUN 2023 TENTANG PERSYARATAN KEAMANAN DAN MUTU SUPLEMEN KESEHATAN PERSPEKTIF SIYĀSAH TANFĪŻIYYAH (Studi di Badan Pengawas Obat dan Makanan di Kota Bandar Lampung)

Tiara, Adellia Putri (2026) IMPLEMENTASI PASAL (3) AYAT (1) PERATURAN BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN NOMOR 24 TAHUN 2023 TENTANG PERSYARATAN KEAMANAN DAN MUTU SUPLEMEN KESEHATAN PERSPEKTIF SIYĀSAH TANFĪŻIYYAH (Studi di Badan Pengawas Obat dan Makanan di Kota Bandar Lampung). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of Tiara Adellia Putri (2221020359) 3.pdf] PDF
Download (13MB)

Abstract

ABSTRAK Peredaran suplemen kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan dan mutu masih menjadi permasalahan yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Pasal 3 Ayat (1) Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 24 Tahun 2023 tentang Persyaratan Keamanan dan Mutu Suplemen Kesehatan di Kota Bandar Lampung serta meninjaunya dalam perspektif siyasah tanfiziyyah. P enelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pihak BPOM, penjual suplemen, dan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi peraturan dilakukan melalui pengawasan sebelum dan selama produk beredar, edukasi kepada masyarakat, serta pemanfaatan aplikasi BPOM Mobile dan layanan HALOPOM. Namun, pengawasan belum berjalan secara optimal karena masih ditemukan peredaran suplemen yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) dan rendahnya kesadaran sebagian konsumen terhadap risiko produk ilegal. Dalam perspektif siyasah tanfidziyah, pengawasan BPOM merupakan bentuk pelaksanaan tanggung jawab pemerintah dalam melindungi kemaslahatan masyarakat, khususnya menjaga kesehatan dan keselamatan jiwa (hifz al-nafs). Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan dan edukasi masyarakat guna menjamin keamanan serta mutu suplemen kesehatan yang beredar. ABSTRACT The circulation of health supplements that do not meet safety and quality requirements remains a significant issue that may endanger public health. This study aims to analyze the implementation of Article 3 Paragraph (1) of the Food and Drug Supervisory Agency (BPOM) Regulation Number 24 of 2023 concerning Safety and Quality Requirements for Health Supplements in Bandar Lampung City and to examine it from the perspective of siyasah tanfidziyah. This research employed a qualitative approach with a field research design. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving BPOM officials, supplement sellers, and consumers. The findings indicate that the implementation of the regulation is carried out through pre-market and post-market supervision, public education, and the utilization of the BPOM Mobile application and HALOPOM service. However, the supervision has not been fully effective, as health supplements containing medicinal chemical substances (Bahan Kimia Obat or BKO) are still found in circulation, and public awareness of the risks associated with illegal products remains low. From the perspective of siyasah tanfidziyah, BPOM’s supervisory role reflects the government's responsibility to protect public welfare, particularly in safeguarding health and human life (hifz al-nafs). Therefore, strengthening supervision and public education is necessary to ensure the safety and quality of health supplements available in the market.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Siyasah (Hukum Tata Negara)
Divisions: Fakultas Syariah > Siyasah (Hukum Tata Negara)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 27 Aug 2026 04:22
Last Modified: 27 Aug 2026 04:22
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46285

Actions (login required)

View Item View Item