IMAM, BUKHORI (2026) REINTERPRETASI MAKNA JIHAD DALAM AL-QUR’AN. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Jihad sebagai sebuah kata yang tidak asing bagi kaum muslimin, adalah tema yang selalu menrik untuk dibahas setiap waktunya. Jihad memiliki ganjaran yang sangat besar di sisi Allah Ta‟ala. Namun Jihad kerap kali dimaknai sebagai sesuatu tindakan yang mengarah kepada perang fi sabilillah, lebih parahnya, Jihad juga sering disalah artikan sebagai sesuatu yang identik dengan kekerasan dan pembunuhan musuh. Hal ini dikarenakan kesalahan dalam memahami Al-Qur‟an secara tektual saja. Oleh karena itu, kemudian peneliti merasa perlunya penggalian pemahaman terhadap Al-Qur‟an, yakni menggunakan teori Double Movement yang diperkenalkan oleh Fazlur Rahman. Dalam teori ini, untuk memahami Al-Qur‟an, seseorang harus kembali pada masa dimana Al-Qur‟an turun, meilihat asbabun nuzul dan kondisi sosio-historis masyarakat pada masa itu. Setelah itu barulah seseorang akan dapat menemun ideal moral umum dari permasalahan yang muncul pada masa itu dimana Al-Qur‟an turun sebagai respon. Setelah itu, ideal moral umum ini kemudian dibawa kembali ke situasi konkret pada masa ini. Seakan-akan Al Qur‟an turun pada masa ini sebagai respon terhadap permasalahan yang muncul di masa ini. Adapun metode penelitian yang dilakukan dalam skripsi ini adalah library research, sedangkan metode penafsiran Al-Qur‟annya menggunakan Metode Maudhu‟i. Hasilnya peneliti merumuskan bahwa Jihad dalam Islam itu tidak terpaku pada mengangkat senjata dalam perang, namun lebih luas dari itu. Jihad dapat dimaknai hal-hal sederhana yang dapat dilakukan oleh siapa pun, diantaranya adalah memerangi kebodohan dan kesyirikan lewat jihad intelektual, melawan ketimpangan sosial, membela yang lemah, meningkatkan integritas dan moral, melawan berita hoaks, dan menegakkan hukum secara adil. Kata Kunci: Jihad dalam Al-Qur‟an, Hermeneutika, Double Movemen. ABSTRACT Jihad, a familiar word to Muslims, is a topic that is always interesting to discuss. Jihad holds immense rewards in the sight of Allah, the Almighty. However, Jihad is often interpreted as an act of war aimed at fighting for the sake of Allah. Worse still, Jihad is often misinterpreted as synonymous with violence and killing enemies. This is due to a misunderstanding of the Quran solely in its literal sense. Therefore, researchers felt the need to deepen their understanding of the Quran, using the Double Movement theory introduced by Fazlur Rahman. According to this theory, to understand the Quran, one must go back to the time when it was revealed, examining the reasons for revelation and the socio-historical conditions of society at that time. Only then can one discover general moral ideals from the problems that arose at that time, to which the Quran was revealed as a response. These general moral ideals are then brought back to the concrete situations of the present day. It's as if the Quran was revealed during this era as a response to the problems that arose. The research method used in this thesis is library research, while the interpretation of the Quran uses the Maudhu'i Method. The results suggest that jihad in Islam is not limited to taking up arms in war, but rather goes beyond that. Jihad can be interpreted as simple actions that anyone can undertake, including combating ignorance and polytheism through intellectual jihad, combating social inequality, defending the weak, improving integrity and morals, combating hoaxes, and upholding the law fairly. Keywords: Jihad in the Quran, Hermeneutics, Double Movement.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 08:08 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 08:08 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46238 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


