KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN ANAK USIA 8 TAHUN DENGAN METODE UMMI DI RUMAH QUR’AN BAITUS SHUFFAH BANDAR LAMPUNG

ALDI, SYAIFUL HUDA (2026) KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN ANAK USIA 8 TAHUN DENGAN METODE UMMI DI RUMAH QUR’AN BAITUS SHUFFAH BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of Draft munaq aldi fix penyebaran (1).pdf] PDF
Download (7MB)

Abstract

ABSTRAK Kemampuan membaca Al-Qur'an merupakan komponen fundamental pendidikan Islam untuk anak-anak, namun variasi kemampuan anak dalam mengenali huruf hijaiyah, melafalkan fonem Arab, menerapkan aturan tajwid, dan membaca dengan lancar tetap menjadi tantangan yang terus-menerus dalam konteks pembelajaran Al-Qur'an nonformal. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca Al-Qur'an anak usia delapan tahun yang belajar melalui Metode Ummi di Rumah Qur'an Baitus Shuffah, Bandar Lampung, dan untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi proses pembelajaran. Dengan menggunakan desain studi kasus kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan satu guru AlQur'an dan dua siswa usia delapan tahun yang dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa Metode Ummi diimplementasikan melalui pengajaran langsung, pemodelan guru, talaqqi, latihan membaca berulang, umpan balik korektif, dan kegiatan pembelajaran interaktif yang disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak. Para siswa menunjukkan kompetensi membaca Al-Qur'an yang positif, sebagaimana ditunjukkan oleh kemampuan mereka untuk mengenali huruf hijaiyah, melafalkan sebagian besar huruf sesuai dengan makharij al-huruf, menerapkan aturan tajwid dasar, dan membaca teks Al-Qur'an dengan lancar. Faktor pendukung meliputi kreativitas pedagogis guru, pengulangan yang konsisten, koreksi langsung, dan lingkungan belajar yang kondusif, sedangkan konsentrasi yang terbatas dan kesulitan dalam melafalkan huruf-huruf Arab tertentu, khususnya ṭā' ( ,)طmuncul sebagai hambatan belajar. Studi ini menyiratkan bahwa pengajaran Al-Qur'an yang terstruktur, berulang, dan dibimbing guru melalui Metode Ummi dapat memperkuat literasi Al-Qur'an dini dalam pendidikan Islam nonformal, sementara kolaborasi antara guru, lembaga, dan orang tua sangat penting untuk mempertahankan perkembangan membaca anak di luar praktik kelas. Abstract Qur’anic reading competence is a fundamental component of Islamic education for children, yet variations in children’s ability to recognize hijaiyah letters, articulate Arabic phonemes, apply tajwid rules, and read fluently remain a persistent challenge in nonformal Qur’anic learning contexts. This study aimed to describe the Qur’anic reading ability of eight-year-old children learning through the Ummi Method at Rumah Qur’an Baitus Shuffah, Bandar Lampung, and to identify the supporting and inhibiting factors influencing the learning process. Employing a descriptive qualitative case-study design, the study involved one Qur’an teacher and two eight-year-old students selected through purposive sampling. Data were collected through classroom observation, semi-structured interviews, and documentation, and were analyzed using the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the Ummi Method was implemented through direct instruction, teacher modelling, talaqqi, repeated reading practice, corrective feedback, and interactive learning activities adapted to children’s developmental characteristics. The students demonstrated positive Qur’anic reading competence, as indicated by their ability to recognize hijaiyah letters, pronounce most letters according to makharij alhuruf, apply basic tajwid rules, and read Qur’anic texts with adequate fluency. Supporting factors included the teacher’s pedagogical creativity, consistent repetition, direct correction, and a conducive learning environment, whereas limited concentration and difficulty articulating specific Arabic letters, particularly ṭā’ (,)ط emerged as learning obstacles. This study implies that structured, repetitive, and teacherguided Qur’anic instruction through the Ummi Method can strengthen early Qur’anic literacy in nonformal Islamic education, while collaboration among teachers, institutions, and parents is essential to sustain children’s reading development beyond classroom practice.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Pendidikan Agama islam
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 19 Aug 2026 02:34
Last Modified: 19 Aug 2026 02:34
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46158

Actions (login required)

View Item View Item