MELITA, SARI (2026) ANALISIS PENGARUH DANA PERIMBANGAN, BELANJA MODAL DAERAH, DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI KAWASAN REGIONAL SUMBAGSEL DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (ANALISIS DATA PANEL TAHUN 2015-2023). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Pembangunan manusia merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan ekonomi daerah, karena tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui aspek pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan ekonomi. Kawasan Sumbagsel mempunyai potensi ekonomi yang cukup besar, namun masih banyak daerah yang menghadapi masalah ketimpangan pembangunan. Beberapa daerah memiliki angka kemiskinan yang relatif tinggi, akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan yang terbatas, serta infrastruktur yang kurang memadai. Ketimpangan tersebut menunjukkan adanya masalah dalam efektivitas pengelolaan keuangan daerah, baik dalam hal pemanfaatan dana perimbangan, pengalokasian belanja modal, maupun optimalisasi Pendapatan Asli Daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis data panel, yang terdiri atas data time series dan cross section dari lima provinsi di kawasan Sumbagsel, yaitu Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Bangka Belitung, dan Jambi. Penelitian ini menggunakan model regresi data panel, memakai alat bantuan analisis yakni Eviews 10. Hasil penelitian menunjukan bahwa dana perimbangan memiliki pengaruh positif tidak signifikan terhadap indeks pembangunan manusia, Belanja modal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap indeks pembangunan manusia, Pendapatan asli daerah berpengaruh positif signifikan terhadap indeks pembangunan manusia, kemudian secara simultan Dana Perimbangan, Belanja Modal dan Pendapatan Asli Daerah bersama-sama berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia. Tinjauan Ekonomi islam menempatkan pembangunan manusia sebagai tujuan utama pembangunan ekonomi, bukan hanya pertumbuhan materil semata. Dalam ekonomi Islam, pembangunan diukur berdasarkan maqāṣid al syarī‘ah (tujuan syariat), yang mencakup lima dimensi perlindungan: agama (dīn), jiwa (nafs), akal (‘aql), keturunan (nasl), dan harta (māl) Kata Kunci : Indeks Pembangunan Manusia, Dana Perimbangan, Belanja Modal Derah, Pendapatan Asli Daerah. ABSTRACT Human development is a key indicator for measuring the success of regional economic development, as it focuses not only on economic growth but also on improving the quality of life for communities through education, health, and economic well-being. The Sumbagsel region possesses significant economic potential, yet many areas still face issues of development inequality. Some regions have relatively high poverty rates, limited access to health and education services, and inadequate infrastructure. These disparities indicate issues in the effectiveness of regional financial management, particularly regarding the utilization of fiscal equalization funds, the allocation of capital expenditures, and the optimization of local revenue. This study employs a quantitative approach using panel data analysis, comprising time-series and cross-sectional data from five provinces in the Sumbagsel region: South Sumatra, Lampung, Bengkulu, Bangka Belitung, and Jambi. The study utilizes a panel data regression model, employing the Eviews 10 software for analysis. The results of the study indicate that equalization funds have a non-significant positive effect on the human development index; capital expenditures have a significant positive effect on the human development index; and local revenue has a significant positive effect on the human development index. Furthermore, equalization funds, capital expenditures, and local revenue collectively have a significant positive effect on the human development index. Islamic economic literature places human development as the primary goal of economic development, not merely material growth. In Islamic economics, development is measured based on maqāṣid al-syarī‘ah (the objectives of Sharia), which encompass five dimensions of protection: religion (dīn), life (nafs), intellect (‘aql), lineage (nasl), and wealth (māl). Keywords: Human Development Index, Balancing Funds, Capital Expenditure, Regional Original Income
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Ekonomi Islam |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Ekonomi Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 07:41 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 07:41 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46134 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


