STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PEMBINAAN ANAK DIFABEL PADA KOMUNITAS SAHABAT DIFABEL LAMPUNG

SILVIA, OKTAVIANI (2026) STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PEMBINAAN ANAK DIFABEL PADA KOMUNITAS SAHABAT DIFABEL LAMPUNG. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PUSAT 1 2 SILVIA.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI SILVIA OKTAVIANI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Anak difabel atau anak berkebutuhan khusus adalah anak yang dalam pendidikan memerlukan pelayanan yang spesifik, berbeda dengan anak pada umumnya. Anak berkebutuhan khusus mengalami hambatan dalam belajar dan perkembangan sehingga memerlukan pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak. Kehadiran komunitas Sahabat Difabel Lampung (SADILA) menjadi salah satu wadah pembinaan dan pemberdayaan anak difabel melalui kegiatan formal maupun nonformal. Namun, perbedaan karakteristik dan kebutuhan setiap anak difabel menuntut relawan memiliki strategi komunikasi yang tepat agar proses pembinaan dapat berjalan efektif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi relawan dalam proses pembinaan anak difabel di Komunitas Sahabat Difabel Lampung. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian lapangan ( field reaearch) yang dimana bersifat deskripstif kualitatif, dengan mendeskripsikan secara lengkap data-data yang telah diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Adapun sumber data dalam penelitian ini berjumlah 9 orang yang terdiri dari 1 orang struktur komunitas Sadila, 4 orang anggota tim tetap dan bukan tim tetap Sadila, dan 4 orang tua dari anak-anak binaan Sadila. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan beberapa tahapan yaitu, penyajian data, reduksi data, serta tahap verifikasi data/penarikan kesimpulan. Hasil temuan menjelaskan bahwa, strategi komunikasi yang dilakukan relawan di Sadila memiliki peran penting dalam meningkatkan kegiatan pembinaan. Tujuanya agar anak dapat mengerti basic pengetahuan umum, mengetahui adanya Tuhan, memiliki sifat mandiri, dan mempunyai bakat yang dapat berguna bagi dirinya serta orang lain. Adapun 3 tahapan tersebut yakni pertama, tahap pembentukan perilaku relawan menuntut anak berperilaku sesuai arahan, kedua, tahap kognitif, relawan menilai apakah pemberian binaan diterima oleh anak-anak, ketiga, tahap behavior merupakan tahap perkembangan anak setelah diberikan kegiatan pembinaan. Selain itu adapun metode yang digunakan dalam pembinaan yaitu, metode pembinaan perorangan, kelompok, auto sugesti, dan pembiasaan. Maka dari itu relawan memiliki 4 tahap strategi komunikasi dalam menyampaikan informasi saat kegiatan berlangsung. Tahap pertama, tahap mengenal khalayak relawan mengenal keadaan mulai dari anak-anak, jenis difabel, sifat karakteristiknya, dan kondisi lapangan, kedua, tahap menyusun pesan dimana relawan mempersiapkan pesan yang akan disampaikan mulai dari pengolahan kata, penggunaan bahasa, dan nada, ketiga, tahap menetukan metode yang akan digunakan berupa sebuah motivasi, pendekatan lebih dalam, keempat, tahap penggunaan media yang digunakan berupa alat bermain, gambar-gambar, audio-visual. Kemudian adanya jenis komunikasi yang digunakan yaitu, komunikasi verbal seperti pengulangan pesan, penyampaian bertahap, dan pendekatan koersif, sementara komunikasi non verbal mengarah pada gestur tubuh, dan mimik wajah. Kata kunci: Strategi Komunikasi, Pembinaan, Anak Difabel. ABSTARCT Children with disabilities or children with special needs are children who require specific educational services that differ from those provided to children in general. Children with special needs experience obstacles in learning and development, therefore they require guidance and assistance that are adjusted to their individual needs. The presence of the Sahabat Difabel Lampung Community (SADILA) serves as a forum for the guidance and empowerment of children with disabilities through both formal and non-formal activities. However, the differences in characteristics and needs of each child with disabilities require volunteers to have appropriate communication strategies so that the guidance process can run effectively. Therefore, the purpose of this study is to determine the communication strategies used by volunteers in the guidance process of children with disabilities in the Sahabat Difabel Lampung Community. This study is categorized as field research using a descriptive qualitative approach by describing comprehensively the data obtained through observation, interviews, and documentation. The data sources in this study were selected using purposive sampling. The informants consisted of 9 people, including 1 member of the SADILA community management, 4 permanent and non-permanent volunteers of SADILA, and 4 parents of children fostered by SADILA. Data analysis in this study was conducted through several stages, namely data presentation, data reduction, and data verification/conclusion drawing. The findings of this study explain that the communication strategies carried out by volunteers at SADILA have an important role in improving the guidance activities. The objectives are to help children understand basic general knowledge, recognize the existence of God, develop independence, and discover talents that can benefit themselves and others. There are three stages in the guidance process: first, the behavior formation stage, where volunteers encourage children to behave according to guidance; second, the cognitive stage, where volunteers assess whether the guidance provided is understood by the children; and third, the behavior stage, which refers to the children’s development after participating in guidance activities. In addition, the methods used in the guidance process include individual guidance methods, group methods, auto suggestion methods, and habituation methods. Therefore, volunteers apply four stages of communication strategies in delivering information during activities. The first stage is audience recognition, where volunteers identify the children’s conditions, types of disabilities, personalities, characteristics, and field conditions. The second stage is message preparation, where volunteers prepare the messages to be delivered, including word selection, language use, and tone. The third stage is determining the methods to be used, such as motivation and deeper personal approaches. The fourth stage is the use of media, including games, pictures, and audio-visual tools. Furthermore, the types of communication used include verbal communication, such as message repetition, gradual delivery, and coercive approaches, while non-verbal communication involves body gestures and facial expressions. Keywords: Communication Strategy, Guidance, Children with Disabilities.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Komunikasi dan Penyiaran Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 18 Aug 2026 04:09
Last Modified: 18 Aug 2026 04:09
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46107

Actions (login required)

View Item View Item