MARISA, AGUSTINA (2026) REPRESENTASI KOMUNIKASI KELUARGA DALAM FILM PERAYAAN MATI RASA KARYA UMAY SHAHAB. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi komunikasi keluarga dalam film Perayaan Mati Rasa karya Umay Shahab serta menganalisis bagaimana penyebab dan penyelesaian konflik komunikasi keluarga direpresentasikan melalui tanda-tanda visual dan verbal yang terdapat dalam film. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes yang mengkaji makna denotasi, konotasi, dan mitos. Data penelitian diperoleh melalui observasi terhadap adegan dan dialog film, dokumentasi berupa pengambilan potongan adegan, serta studi pustaka yang relevan. Analisis dilakukan terhadap adegan-adegan yang merepresentasikan dinamika komunikasi keluarga Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Perayaan Mati Rasa merepresentasikan komunikasi keluarga melalui pola komunikasi otoriter yang terselubung dalam bentuk tekanan psikologis pasif-agresif dari orang tua kepada anak. Selain itu, ditemukan hambatan keterbukaan diri (self-disclosure) antarsaudara yang memicu konflik dan kesalahpahaman dalam keluarga. Film ini juga menggambarkan perubahan pola komunikasi ketika keluarga menghadapi krisis, khususnya saat menghadapi kehilangan dan duka. Berdasarkan analisis semiotika Roland Barthes, film ini tidak hanya merepresentasikan konflik komunikasi keluarga pada tingkat denotatif dan konotatif, tetapi juga mereproduksi mitos budaya mengenai kebohongan demi kebaikan (white lies), tuntutan pengorbanan anak sulung, serta konstruksi maskulinitas yang mengharuskan laki-laki menahan emosi dan tampil kuat dalam situasi sulit. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa konflik keluarga dalam film Perayaan Mati Rasa tidak selalu diwujudkan melalui pertengkaran terbuka, melainkan melalui komunikasi yang minim keterbukaan, tekanan emosional yang terselubung, serta kegagalan menyampaikan perasaan secara jujur. Film ini menegaskan pentingnya komunikasi yang terbuka, empati, dan kejujuran dalam membangun hubungan keluarga yang harmonis sehingga mampu mencegah munculnya jarak emosional antaranggota keluarga. Kata Kunci: Representasi, komunikasi keluarga, konflik keluarga, semiotika Roland Barthes, Perayaan Mati Rasa. ABSTRACT This study aims to depict the representation of family communication in the film Perayaan Mati Rasa by Umay Shahab and to analyze how the causes and resolutions of family communication conflicts are represented through visual and verbal signs in the film. This research uses a descriptive qualitative method with Roland Barthes' semiotic analysis approach to examine the meanings of denotation, connotation, and myth. Data for the study was obtained through observing scenes and dialogues in the film, documentation such as taking scene screenshots, and relevant literature studies. The analysis focuses on scenes that represent family communication dynamics. Research results show that the film Perayaan mati rasa represents family communication through an authoritarian communication pattern, which manifests as passive-aggressive psychological pressure from parents to children. In addition, there are barriers to openness among siblings, which trigger conflict and misunderstandings within the family. The film also shows changes in communication patterns when the family faces a crisis, especially when dealing with loss and grief. Based on Roland Barthes' semiotic analysis, the film not only represents family communication conflicts on both a denotative and connotative level, but also reproduces cultural myths about white lies, the expected sacrifices of the eldest child, and constructions of masculinity that require men to hold back emotions and appear strong in difficult situations. The conclusion of this study shows that family conflict in the movie Perayaan Mati Rasa isn’t always shown through open arguments, but more through minimal openness in communication, emotional pressure that isn’t directly visible, and failure to honestly express feelings. The film highlights how important open communication, empathy, and honesty are for maintaining a harmonious family relationship, so that emotional distance between family members doesn’t emerge. Keywords: Representation, family communication, family conflict, Roland Barthes semiotics, Perayaan Mati Rasa.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 03:02 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 03:02 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46084 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


