ABDAN, FALAHA (2026) TRADISI BENATOK TERHADAP KEHARMONISAN RUMAH TANGGA MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi di Desa Pekondoh Kecamatan Waylima Kabupaten Pesawaran). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (7MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
ABSTRAK Tradisi benatok adalah tradisi masyarakat Lampung di mana mempelai wanita membawa barang-barangnya kepada mempelai pria setelah menikah berupa kasur, dipan, lemari, dan peralatan rumah tangga lainnya yang berguna untuk menopang kehidupan mereka di masa depan. Benatok yang dibawa mempelai wanita tersebut merupakan hasil pembelian mempelai wanita dari uang mahar yang diberikan mempelai pria kepada mempelai wanita. Tradisi benatok ini telah dilakukan turun-temurun oleh masyarakat Saibatin Lampung sehingga menjadi tradisi di masyarakat Saibatin Lampung itu sendiri. Oleh karena itu, setiap pasangan yang telah menikah, mempelai wanita wajib memberikan benatok kepada mempelai pria. Berdasarkan uraian di atas, terdapat beberapa permasalahan dalam penelitian ini, yaitu bagaimana praktik tradisi benatok di masyarakat Saibatin Lampung di Desa Pekondoh, Kabupaten Pesawaran, dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap praktik tradisi benatok di masyarakat Saibatin Lampung di Desa Pekondoh, Kabupaten Pesawaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui praktik tradisi belangikhan di masyarakat Saibatin Lampung di Desa Pekondoh, Kabupaten Pesawaran, dan untuk mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap praktik tradisi benatok di masyarakat Saibatin Lampung di Desa Pekondoh, Kabupaten Pesawaran. Jenis penelitian ini berbentuk penelitian lapangan (Field Research) dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh langsung dari responden mengenai tradisi benatok di Pekondoh, Kecamatan Waylima, Kabupaten Peswaran. Sedangkan data sekunder berupa teori dan norma hukum serta data pendukung lainnya yang diperoleh dari buku, perpustakaan, dokumentasi, dan monografi desa. Semua data tersebut merupakan bahan untuk menggambarkan perspektif masyarakat tentang tradisi belangikhan di Desa Pekondoh, Kecamatan Waylima, Kabupaten Peswaran. ABSTRACT The benatok tradition is a tradition of the Lampung community where the bride brings her belongings to the groom after marriage in the form of a mattress, divan, cupboard, and other household appliances that are useful for supporting their lives in the future, the benatok that has been brought by the bride is the result of the bride's purchase from the dowry money given by the groom to the bride, this benatok has been carried out for generations by the Lampung Saibatin community so that it has become a tradition in the Lampung Saibatin community itself, therefore every couple who has married, the bride is required to give the benatok to the groom. Based on the description above, there are problems in this study, namely how is the practice of the benatok tradition in the Lampung Saibatin community in Pekondoh Village, Pesawaran Regency, how is the Islamic legal review of the practice of the benatok tradition in the Lampung Saibatin community in Pekondoh Village, Pesawaran Regency. The purpose of this study is to determine the practice of the belangikhan tradition in the Lampung Saibatin community in Pekondoh Village, Pesawaran Regency, and to determine the Islamic legal review of the practice of the benatok tradition in the Lampung Saibatin community in Pekondoh Village, Pesawaran Regency. This type of research is in the form of field research (Field Research) using interview, observation and documentation data collection techniques. The data used in this study are primary data obtained directly from respondents regarding the benatok tradition in Pekondoh, Waylima District, Pesawaran Regency. While secondary data are in the form of theories and legal norms and other supporting data obtained from books, libraries, documentation, and village monographs. All of these data are materials to describe the community's perspective on the belangikhan tradition in Pekondoh Village, Waylima District, Peswaran Regency
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 10:13 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 10:13 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46065 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


