AYU, NOVITA PUASARI (2026) PERSEPSI MAHASISWA GEN-Z MENGENAI GAYA HIDUP PENGEMBANGAN DIRI TERHADAP MINAT MENIKAH PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (20MB) |
Abstract
ABSTRAK Penurunan jumlah pernikahan di Indonesia sebesar 20,67% dalam periode 2018-2024 menunjukkan adanya perubahan pandangan pada Gen-Z. Penelitian ini berfokus untuk menganalisis pengaruh gaya hidup pengembangan diri terhadap minat untuk menikah di kalangan Gen-Z, serta mengevaluasi fenomena tersebut dari sudut pandang Hukum Keluarga Islam. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Informasi diperoleh melalui wawancara dan distribusi kuesioner kepada mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa gaya hidup peningkatan diri berdampak signifikan terhadap ketertarikan menikah Gen-Z, di mana Sebagian besar responden memilih fokus pada karier, pendidikan, dan kemandirian finansial. Penyebab utama yang memengaruhi berkurangnya minat itu adalah kekhawatiran mengenai terbatasnya kebebasan pribadi, rintangan dalam mewujudkan diri, serta Hasrat untuk mencapai kedewasaan emosional sebelum menikah. Dalam pandangan Hukum Keluarga Islam, fenomena keterlambatan pernikahan ini dianggap sebagai Tindakan pencegahan untuk mempersiapkan kesiapan fisik dan mental. Islam tidak mewajibkan pernikahan dilaksanakan secara terburu-buru jika khawatir tujuan pernikahan yang sakinah, mawaddah, dan rahmah tidak tercapai. Penelitian ini menemukan bahwa bagi Gen-Z, pengembangan diri bukan hanya sekadar tren, tetapi merupakan dasar yang dianggap penting untuk dipersiapkan sebelum memulai kehidupan berkeluarga di zaman modern. Abstrack The 20.67% decline in the number of marriages in Indonesia between 2018 and 2024 indicates a shift in views among Gen-Z. This study aims to analyze the influence of a self-improvement lifestyle on interest in marriage among Gen-Z and evaluate this phenomenon from the perspective of Islamic Family Law. The research method used was qualitative with a phenomenological approach. Information was obtained through interviews and questionnaires distributed to students at Raden Intan State Islamic University, Lampung. The research findings indicate that a self-improvement lifestyle has a significant impact on Gen-Z's interest in marriage, with most respondents choosing to focus on careers, education, and financial independence. The main factors influencing this reduced interest are concerns about limited personal freedom, obstacles to selfactualization, and the desire to achieve emotional maturity before marriage. From the perspective of Islamic Family Law, this phenomenon of delayed marriage is considered a precautionary measure to prepare physically and mentally. Islam does not require marriage to be carried out hastily if it is feared that the goals of a marriage that is sakinah, mawaddah, and rahmah will not be achieved. This study found that for Gen-Z, self-development is not just a trend, but a foundation that is considered important to prepare before starting family life in the modern era.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 10:04 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 10:04 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46062 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


