Ulil Amri dalam Tafsir Sunni dan Syiah ( Studi Komparatif An Nukat wa al-‘Uyun dan Al-Mizan fi Tafsir al-Qur’an)

MASAYU, NISA MALIHAH (2026) Ulil Amri dalam Tafsir Sunni dan Syiah ( Studi Komparatif An Nukat wa al-‘Uyun dan Al-Mizan fi Tafsir al-Qur’an). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of artikel I LENGKAP Masayu.pdf] PDF
Download (2MB)

Abstract

Abstract Divergent interpretations of the concept of ulil amri within Sunni and Shia exegetical traditions reflect distinct theological and political paradigms in Islam. This study examines the concept of ulil amri from both Sunni and Shia perspectives through a comparative analysis of An Nukat wa al-'Uyun by Abu Hasan Al-Mawardi and Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an by Muhammad Husain Tabataba'i. The research focuses on the interpretation of Surah An-Nisa' verses 59 and 83, which pertain to leadership authority in Islam. Its objective is to analyze the similarities, differences, and intellectual backgrounds of these two exegetes regarding the ulil amri concept. A qualitative-comparative library research method was employed, utilizing primary data from the two exegetical works alongside relevant secondary sources. Data analysis was conducted using descriptive-analytical and comparative techniques. The findings reveal that Al-Mawardi defines ulil amri as leaders, religious scholars (ulama), and holders of governmental authority whose commands must be obeyed, provided they do not conflict with Sharia. Conversely, Tabataba'i interprets the term as referring to the infallible Imams from the Ahl al-Bayt, aligning with the Shia doctrine of Imamate. The study concludes that these differing interpretations of ulil amri are shaped by the respective theological backgrounds, exegetical methodologies, and political frameworks of the two exegetes. Keywords: Ulil Amri, Sunni exegesis, Shia exegesis, An-Nukat Wa Al Uyun, Al-Mizan Fi Tafsir Al-Qur’an. Abstrak Perbedaan penafsiran mengenai konsep ulil amri dalam tradisi tafsir Sunni dan Syiah menunjukkan adanya perbedaan paradigma teologis dan politik Islam. Penelitian ini mengkaji konsep ulil amri dari perspektif tafsir Sunni dan Syiah melalui studi perbandingan terhadap kitab An-Nukat wa al-'Uyun karya Abu Hasan Al-Mawardi dan kitab Al-Mizan fi Tafsir al-Qur'an karya Muhammad Husain Thabathaba'i. Penelitian ini berfokus pada penafsiran Surah An-Nisa' ayat 59 dan 83 yang berkaitan dengan otoritas kepemimpinan dalam Islam. Studi ini bertujuan untuk menganalisis persamaan, perbedaan, dan latar belakang pemikiran kedua mufasir dalam memahami konsep ulil amri. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-komparatif. Data penelitian berasal dari sumber primer berupa kedua kitab tafsir serta sumber sekunder yang relevan. Teknik analisis data yang digunakan bersifat deskriptif-analitis dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Mawardi mendefinisikan ulil amri sebagai para pemimpin, ulama, dan pemegang otoritas pemerintahan yang wajib ditaati selama tidak bertentangan dengan syariat. Sebaliknya, Thabathaba'i menafsirkannya sebagai Imam Ahlul bait yang maksum sesuai doktrin Imamah Syiah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan penafsiran mengenai ulil amri 2 dipengaruhi oleh latar belakang teologis, metodologi penafsiran, dan konstruksi pemikiran politik masing-masing mufasir. Kata Kunci : Ulil Amri, Tafsir Sunni, Tafsir Syiah, An-Nukat wa Al Uyun, Al-Mizan fi Tafsir Al-Qur’an.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 13 Aug 2026 03:45
Last Modified: 13 Aug 2026 03:45
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/46006

Actions (login required)

View Item View Item