TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP IHMĀL AL-NAFAQAH ISTRI DAN ANAK YANG TIDAK MENDAPATKAN HAK NAFKAH OLEH SUAMI ( Studi Di Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung )

ERIL, GUSTAMI (2026) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP IHMĀL AL-NAFAQAH ISTRI DAN ANAK YANG TIDAK MENDAPATKAN HAK NAFKAH OLEH SUAMI ( Studi Di Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung ). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 ERIL GUSTAMI.pdf] PDF
Download (7MB)
[thumbnail of SKRIPSI ERIL GUSTAMI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract

ABSTRAK Dalam ajaran agama Islam perkawinan lazimnya menggunakan istilah nikah. Islam menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dan saling memenuhi hak serta kewajiban antara suami dan istri. Salah satu aspek penting dalam pernikahan adalah pemenuhan nafkah, baik nafkah lahir (materi) maupun batin (kebutuhan biologis dan emosional). Islam telah mendefinisikan kewajiban suami untuk memberikan hak dan kewajibanya sebagai seorang suami dan ayah yaitu pemberian nafkah. Nafkah merupakan hak seorang istri yang diberikan suami karena adanya ikatan perkawinan. Ketentuan di atas secara tidak langsung menunjukkan bahwa suami memegang peran sentral dalam memenuhi hak dan kewajiban dalam meberikan sebuah nafkah dalam Pasal 149 KHI pada masa ida, yang menyatakan bahwa perceraian berimplikasi pada kewajiban suami untuk memberikan kompensasi atau mut'ah kepada mantan istrinya, yang berarti memberikan jaminan hidup. Namun kenyataannya banyak terjadi kasus di mana suami lalai atau bahkan sengaja tidak memberikan hak nafkah kepada istri dan atau anaknya. Adapaun tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui Tinjauan Hukum Islam Terhadap Ihmāl Al-Nafaqah Istri Dan Anak Yang Tidak Mendapatkan Hak Nafkah Oleh Suami ( Studi di Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung ). Untuk mengetahui Upaya penyelesaian permasalahan terhadap studi kasus Tinjauan Hukum Islam Terhadap Ihmāl Al-Nafaqah Istri Dan Anak Yang Tidak Mendapatkan Hak Nafkah Oleh Suami (Studi di Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung). Penelitian ini memakai jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi untuk mengumpulkan data dari lokasi atau lapangan melalui cara pengamat, wawancara, dokumentasi. Sifat dari penelitian ini termasuk penelitian kualitatif, yaitu metode yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis, data bersifat kualitatif , dengan tujuan untuk menguji. Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistic karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang almiah. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian langsung ke Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung. Analisis deskriptif menyajikan data sedetail mungkin dan menggambarkan secara lengkap mengenai situasi-situasi atau kejadian-kejadian yang ada di lapangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Tinjauan Hukum Islam terhadap Ihmāl AlNafaqah hukum Islam, kewajiban nafkah merupakan tanggung jawab mutlak suami sebagaimana ditegaskan dalam QS. At-Thalaq [65] : 7 dan hadis riwayat Hakim bin Mu'awiyah Al-Qusyairi tentang kewajiban memberi makan dan pakaian kepada istri. Penelantaran nafkah bertentangan dengan prinsip keadilan dan tanggung jawab dalam rumah tangga serta tidak sejalan dengan tujuan syariat, kewajiban nafkah juga diatur dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) Pasal 80 yang menegaskan bahwa suami wajib memberikan nafkah, kiswah, dan tempat kediaman bagi istri sesuai kemampuannya. Upaya penyelesaian yang dilakukan masyarakat meliputi: 1) Musyawarah keluarga untuk perdamaian. 2) Mediasi oleh tokoh agama dan aparat setempat. Dan 3) Pengajuan gugatan ke Pengadilan Agama apabila suami tetap lalai. ABSTRACT In Islamic religious teachings, marriage usually uses the term nikah. Islam emphasizes the importance of shared responsibility and mutual fulfillment of rights and obligations between husband and wife. One of the important aspects of marriage is the fulfillment of alimony, both natural (material) and mental (biological and emotional needs). Islam has defined the obligation of the husband to provide his rights and obligations as a husband and father, namely the provision of maintenance. Alimony is a wife's right given by her husband because of the marriage bond. The above provision indirectly shows that the husband plays a central role in fulfilling the rights and obligations in providing a maintenance in Article 149 of the KHI during the period of ida, which states that divorce has implications for the husband's obligation to provide compensation or mut'ah to his ex-wife, which means providing life insurance. However, in reality, there are many cases where husbands are negligent or even deliberately do not give maintenance rights to their wives and or children.what is the purpose of this study To find out the review of Islamic law on Ihmāl Al-Nafaqah wives and children who do not get maintenance rights by their husbands (Study in Durian Payung Village, Central Tanjung Karang District, Bandar Lampung City). To find out the Efforts to Solve the Problem of the Case Study of Islamic Law Review of Ihmāl Al-Nafaqah Wife and Children Who Do Not Get the Right to Maintenance by the Husband (Study in Durian Payung Village, Central Tanjung Karang District, Bandar Lampung City). This research uses a type of field research. The data collection technique used is observation to collect data from locations or fields through observations, interviews, documentation. The nature of this research includes qualitative research, which is a method used to research on a specific population or sample, data collection using research instruments, analysis, qualitative data, with the aim of testing. Qualitative research methods are often called naturalistic research methods because the research is carried out in natural conditions. In this case, the author conducted direct research to Durian Payung Village, Central Tanjung Karang District, Bandar Lampung. Descriptive analysis presents the data in as much detail as possible and describes the situation or events in full. The results of this study show that the Review of Islamic Law on Ihmāl Al-Nafaqah Islamic law, the obligation of maintenance is the absolute responsibility of the husband as emphasized in QS. At-Thalaq [65]: 7 and a hadith narrated by Hakim bin Mu'awiyah AlQusyairi about the obligation to feed and clothe the wife. The neglect of alimony is contrary to the principles of justice and responsibility in the household and is not in line with the purpose of the sharia (maqāṣid al-syarī'ah), the obligation of alimony is also regulated in the Compilation of Islamic Law (KHI) Article 80 which emphasizes that the husband is obliged to provide alimony, kiswah, and a place of residence for his wife according to his ability. Settlement efforts carried out by the community include: 1) Family deliberation for peace. 2) Mediation by religious leaders and local officials. And 3) Filing a lawsuit with the Religious Court if the husband remains negligent.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Divisions: Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 12 Aug 2026 07:45
Last Modified: 12 Aug 2026 07:45
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/45967

Actions (login required)

View Item View Item