Zainur, Rahman (2026) IMPLEFFMENTASI BIMBINGAN KELOMPOK DALAM KEGIATAN SYAWIR UNTUK MENINGKATKAN SELF REGULATION SANTRI DI PONDOK PESANTREN DARUL HUDA DESA LUBUK HARJO KABUPATEN OKU TIMUR. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (7MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
ABSTRAK Self Regulation merupakan aspek penting dalam perkembangan individu. Namun, observasi di Pondok Pesantren Darul Huda, Desa Lubuk Harjo, OKU Timur, menunjukkan masih rendahnya kemampuan self regulation santri, yang ditandai dengan lemahnya manajemen waktu, motivasi belajar, serta kontrol emosi dalam berinteraksi. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembinaan yang efektif untuk meningkatkan self regulation santri melalui kegiatan syawir. Kegiatan syawir diterapkan sebagai metode diskusi keagamaan dalam melatih berpikir kritis dan sikap reflektif santri. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi bimbingan kelompok melalui kegiatan syawir dalam meningkatkan self regulation santri di Pondok Pesantren Darul Huda Desa Lubuk Harjo Kabupaten Oku Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Informan dalam penelitian ini terdiri dari 8 santri dan 3 ustadz kelas IB Wustho, dengan teknik pengambilan informan menggunakan snowball sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi bimbingan kelompok melalui kegiatan syawir dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu tahap pembentukan, tahap transisi, tahap kegiatan, dan tahap pengakhiran. Pada tahap pembentukan, ustadz mempersiapkan kegiatan dengan menentukan materi, membagi peran, serta memberikan arahan dan aturan syawir. Tahap transisi ditandai dengan mulai adanya keterlibatan santri meskipun masih terdapat rasa ragu. Tahap kegiatan merupakan inti pelaksanaan syawir, di mana santri aktif berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta saling menanggapi dengan bimbingan ustadz. Tahap pengakhiran dilakukan dengan penyampaian kesimpulan dan evaluasi oleh ustadz. Melalui tahapan tersebut, kegiatan syawir mampu meningkatkan kemampuan self regulation santri, seperti kemampuan mengontrol diri, keberanian berpendapat, serta tanggung jawab dalam kegiatan kelompok. Kata Kunci: Bimbingan Kelompok, Pondok Pesantren, Self Regulation, Syawir. BSTRACT Self-regulation is an important aspect of individual development. However, observations at Darul Huda Islamic Boarding School, Lubuk Harjo Village, East OKU, indicate that students’ self regulation abilities are still low, as reflected in weak time management, learning motivation, and emotional control in social interactions. Therefore, effective guidance strategies are needed to improve students’ self-regulation through syawir activities. Syawir is implemented as a religious discussion method to train critical thinking and reflective attitudes among students. Based on these issues, this study aims to examine the implementation of group guidance through syawir activities in improving students’ self-regulation at Darul Huda Islamic Boarding School, Lubuk Harjo Village, East OKU Regency. This study uses a qualitative approach with a field research design. The informants consist of 8 students and 3 teachers from class IB Wustho, selected using a snowball sampling technique. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques involve data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that the implementation of group guidance through syawir activities is carried out in four stages: the formation stage, the transition stage, the activity stage, and the termination stage. In the formation stage, the teacher prepares the activity by determining the material, assigning roles, and providing directions and rules. The transition stage is marked by the beginning of student involvement, although some hesitation remains. The activity stage is the core of the syawir, where students actively engage in discussions, express opinions, and respond to one another under the teacher’s guidance. The termination stage involves delivering conclusions and evaluation by the teacher. Through these stages, syawir activities are able to improve students’ self-regulation abilities, including self-control, confidence in expressing opinions, and responsibility in group activities. Keywords: Group Guidance, Islamic Boarding School, Self Regulation, Syawir.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Psikologi Islam |
| Divisions: | Psikologi Islam > Psikologi Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 02:23 |
| Last Modified: | 12 Aug 2026 02:23 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/45928 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


