Nurjannati, Widya Ningrum (2026) TATA KELOLA MADRASAH SEHAT DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Sekolah/madrasah sehat adalah apabila pimpinan memberikan banyak kesempatan peserta didik di sekolah/kelas untuk belajar serta kegiatan lain, untuk mendorong perkembangan fisik, mental, sosial, dan intelektualnya, semua warganya secara terus-menerus membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, serta memiliki lingkungan yang bersih, indah sejuk, segar, rapih, tertib dan aman. Untuk mencapai derajat sekolah (madrasah) sehat, Wold Health Organization (WHO) menjelaskan, pelaksanaan manajemen pendidikan kesehatan suatu proses pendidikan kesehatan diawali dari analisis situasi dengan melibatkan sasaran, melakukan analisis ketersediaan dan kebutuhan sumberdaya serta mentukan prioritasnya, mengembangkan tujuan program dan keberhasilannya, merencanakan intervensi, menerapkan intervensi, dan mengevaluasi intervensinya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi madrasah sehat di Madrasah Aliyah Negeri 1 Bandar Lampung. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, yang dimaksud dengan penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan studi kasus di lapangan dan mengacu pada norma hukum yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan serta norma-norma yang hidup dan berkembang di masyarakat serta menggunakan tiga cara dalam mengumpulkan data yakni observasi, wawancara dan dokumentasi dalam meneliti. Hasil Penelitian Semua informan telah melakukan tahapan penyusunan perencanaan program kerja dengan baik, sebagian besar memiliki perencanaan kegiatan yang mendukung program madrasah sehat, sebagian kecil yang memiliki kualitasnya rendah. Kegiatan sudah berjalan dengan baik, seperti informan kepala madrasah telah melakukan sosialisasi secara inten kepada warga madrasah, melalui rapat-rapat,saat upacara rutin, membagi tugas-tugas kepada penanggung ajawab program, pendidik, kependidikan, dan petugas kebersihan, serta memberi contoh kepada warga madrasah dalam menjaga kebersihan. Informan telah membudayakan PHBS seperti adanya kegiatan demo cuci tangan, sikat gigi, piket kelas, dan Jum’at Bersih. Kegiatan yang dilaksanakan dalam kategori cukup seperti adanya pelayanan kesehatan dilakukan bersama puskesmas, pelaksanaan pendidikan kebersihan dan kesehatan lingkungan, perbaikan sarana/prasana membudayakan serta pemasangan pamplet/baner. Kegiatan belum terlaksana/sangat kurang, informaniii belum membuat kebijakan secara tertulis dalam pelaksanaan program termasuk sanksinya. Semua informan sudah melakukan evaluasi pengetahuan kesehatan peserta didik maupun program madrasah sehat secara menyeluruh. Informan beralasan telah dilakukan penilaian oleh pendidik sesuai dengan pokok bahasannya pada penilaian akhir semester (PAS). Tim pembina baik pusat maupun daerah belum pernah melakukan pembinaan, hanya dilakukan oleh petugas UKS puskesmas. Model manajemen Madrasah Sehat terwujud dalam fungsi-fungsinya: perencanaan adekuat, penguatan pengorganisasian, pelaksanaan (kepemimpinan transformasional), pengawasan aktif, dan evaluasi akuntabel, dapat digunakan kepala Madrasah Sehat untuk mencapai derajat kesehatan madrasah secara optimal. ABSTRACT A healthy school/madrasah is when the leadership provides students with lots of opportunities in the school/class to study and do other activities, to encourage their physical, mental, social and intellectual development, all citizens continuously cultivate clean and healthy living habits, and have a healthy environment. which is clean, beautiful, cool, fresh, neat, orderly and safe. To achieve the status of a healthy school (madrasah), the World Health Organization (WHO) explains that the implementation of health education management, a health education process, begins with analyzing the situation by involving targets, analyzing the availability and needs of resources and determining priorities, developing program objectives and their success, planning intervention, implementing the intervention, and evaluating the intervention. The aim of this research is to determine the planning, implementation and evaluation of healthy madrasas at Madrasah Aliyah Negeri 1 Bandar Lampung. This type of research uses qualitative research, what is meant by qualitative research is research that uses case studies in the field and refers to legal norms contained in statutory regulations and court decisions as well as norms that live and develop in society and uses three methods. in collecting data, namely observation, interviews and documentation in research. Research Results All informants have carried out the stages of preparing work program planning well, most have planned activities that support the healthy madrasah program, a small number have low quality. Activities have gone well, such as the madrasa head informant who has carried out intensive outreach to madrasah residents, through meetings, during routine ceremonies, distributing tasks to those in charge of the program, educators, education and cleaning staff, as well as setting an example for the residents. madrasas in maintaining cleanliness. Informants have cultivated a culture of PHBS such as demonstrations on hand washing, tooth brushing, class pickets, and Clean Fridays. Activities carried out in the adequate category include health services carried out in collaboration with community health centers, implementation of environmental hygienev and health education, improvement of civilizing facilities/infrastructure and installation of pamphlets/banners. Activities have not been implemented/very inadequate, informants have not made written policies regarding program implementation including sanctions. All informants have thoroughly evaluated students' health knowledge and the healthy madrasah program. The informant argued that an assessment had been carried out by the educator according to the subject matter in the end of semester assessment (PAS). The coaching team, both central and regional, has never carried out coaching, only carried out by health center UKS officers. The Healthy Madrasah management model is realized in its functions: adequate planning, strengthening organization, implementation (transformational leadership), active supervision, and accountable evaluation, which can be used by the head of the Healthy Madrasah to achieve an optimal level of madrasah health.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Manajemen Pendidikan Islam |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Manajemen Pendidikan Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 08:06 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 08:06 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/45902 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


