PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS LIVING QUR’AN (Studi Pondok Pesantren Roudlotul Qur’an Lampung)

AHMAD, MUTTAQIN (2026) PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS LIVING QUR’AN (Studi Pondok Pesantren Roudlotul Qur’an Lampung). Doctoral thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of COVER-BAB1-BAB2-DAPUS-LAMPIRAN DISERTASI Ahmad Muttaqin 2270031001.pdf] PDF
Download (3MB)
[thumbnail of FULL DISETASI Ahmad Muttaqin 2270031001.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Pondok pesantren pada dasarnya merupakan lembaga pendidikan keagamaan, yang bertugas melakukan kegiatan pendidikan bagi santri-santinya, disamping itu sebagai sebuah lembaga pendidikan keagamaan, Pondok pesantren tidak hanya melakukan kegiatan pendidikan namun juga memiliki peran keagamaan yang bersifat sosial. Adalah Pondok Pesantren Raudhatul Qur‘an sebuah pondok pesantren Tahfiz, yang berbasis pendidikan Al Qur‘an yang berpusat di kota Metro, menunjukkan juga peran sosialnya dalam upayanya memberdayakan Living Qur‟an ditengah masyarakat, hal inilah peneliti merumuskan Bagaimana implementasi Pondok Pesantren Raudhatul Qur‘an dalam pemberdayaan masyarakat berbasis Living Qur‟an? Bagaimana model Living Qur‟an yang dikembangkan oleh Pondok Pesantren Raudhatul Qur‘an? Bagaimana model Pemberdayaan masyarakat berbasis Living Qur‟an yang diterapkan Pondok pesantren Raudhatul Qur‘an? Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif dengan pendekatan analisis konstruktif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan para pengurus Pondok Pesantren, para alumni serta masyarakat sekitar Pondok Pesantren, serta dokumentasi aktivitas Pondok pesantren ditengah masyarakat. Analisis data dilakukan dengan teori-teori Living Qur‟an, serta memadukan teori Pemberdayaan Jim Ife dan teori Modal sosial Robert D. Putnam sebagai kerangka konseptual. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pemberdayaan masyarakat berbasis Living qur‘an dilakukan melalui pengajaran Baca tulis Al Qur‘an bagi masyarakat yang dilakukan dipondok Pesantren, internalisasi nilai alqur‘an melalui ceramah-ceramah dimasjid dan pengajaran tafsir dimasjid-masjid, serta menampilkan kegiatan semaan Al Qur‘an dalam kegiatan dipondok maupun kegiatan keagamaan dimasyarakat, seperti maulid, isra‟ Mi‟raj ataupun kegiatan masyarakat seperti khitanan dan lain-lain. Model Living Qur‟an yang dikembangkan adalah tiga model yang bisa dikerucutkan pada tiga hal pokok, pertama, Literasi Al Qur‘an, yakni pemberdayaan kemampuan baca tulis Al Qur‘an masyarakat, kedua, internalisasi nilai Al Qur‘an, sebagai upaya agar masyarakat berprilaku dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai qur‘anik, Ketiga, adalah tradisi Qur‘ani, terutama tradisi sema‘an, yakni tradisi pembacaan Al Qur‘an terutama pada kegiatan-kegiatan ritual sosial keagamaan.model pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan oleh Pondok Pesantren Raudhatul Qur‘an bersifat Transformasional, dengan menenmpatkan Al Qur‘an sebagai sumber peningkatan Kapasitas keagamaan, Sosial dan kultural masyarakat. ABSTRACT Islamic boarding schools are basically religious educational institutions, which are tasked with carrying out educational activities for their students, in addition to that as a religious educational institution, Islamic boarding schools not only carry out educational activities but also have a social religious role. Raudhatul Qur'an Islamic Boarding School is a Tahfiz Islamic boarding school, which is based on Al Qur'an education centered in the city of Metro, also shows its social role in its efforts to empower Living Qur'an in the community, this is the researcher formulates How is the implementation of Raudhatul Qur'an Islamic Boarding School in community empowerment based on Living Qur'an? How is the Living Qur'an model developed by Raudhatul Qur'an Islamic Boarding School? How is the Living Qur'an based community empowerment model implemented by Raudhatul Qur'an Islamic Boarding School? This research uses a qualitative descriptive approach with an approachconstructive analysis. Data were obtained through in-depth interviews with Islamic boarding school administrators, alumni, and the community around the Islamic boarding school, as well as documentation of Islamic boarding school activities within the community. Data analysis was conducted using Living Qur'an theories, and combining Jim Ife's Empowerment theory and Robert D. Putnam's Social Capital theory as a conceptual framework. The results of this study indicate that the implementation of community empowerment based on the Living Quran is carried out through teaching the community to read and write the Quran in Islamic boarding schools, internalizing the values of the Quran through lectures in mosques and teaching interpretation in mosques, as well as presenting the activities of reciting the Quran in activities in Islamic boarding schools and religious activities in the community, such as Maulid, Isra' Mi'raj or community activities such as circumcision and others. The Living Qur'an Model developed is three models that can be narrowed down to three main things, first, Al Qur'an Literacy, namely empowering the community's ability to read and write the Al Qur'an, second, internalization of Al Qur'an values, as an effort so that the community behaves and acts in accordance with Qur'anic values, Third, is the Qur'anic tradition, especially the sema'an tradition, namely the tradition of reading the Al Qur'an especially in socio-religious ritual activities. The community empowerment model developed by the Raudhatul Qur'an Islamic Boarding School is Transformational, by placing the Al-Qur'an as a source of increasing the religious, social and cultural capacity of the community.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: Pengembangan Masyarakat Islam
Divisions: Pasca Magister > S3 Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 06 Aug 2026 03:09
Last Modified: 06 Aug 2026 03:09
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/45773

Actions (login required)

View Item View Item