SATRIO, SETIAWAN (2026) “KRISIS IDENTITAS MAHASISWA DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT EKSISTENSIALISME” (Studi Kasus terhadap Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Krisis Identitas Mahasiswa Perspektif Filsafat Eksistensialisme”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena krisis identitas yang dialami oleh mahasiswa UIN Raden Intan Lampung dengan menggunakan perspektif filsafat eksistensialisme, khususnya pemikiran Karl Theodor Jaspers. Krisis identitas merupakan permasalahan yang sering dialami oleh mahasiswa pada masa transisi antara masa remaja dan dewasa, di mana mereka dihadapkan pada proses pencarian jati diri, nilai-nilai hidup, dan tujuan eksistensi. Kondisi ini sering menimbulkan ketidakpastian dan kebingungan dalam menentukan arah kehidupan, terutama dalam konteks mahasiswa yang tidak hanya menghadapi tuntutan akademik, tetapi juga tekanan sosial dan kultural yang kompleks. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi pustaka dan wawancara mendalam terhadap sejumlah mahasiswa UIN Raden Intan Lampung. Studi pustaka dilakukan untuk menggali teori-teori filsafat eksistensialisme, khususnya konsep-konsep kebebasan, tanggung jawab, dan keterbatasan yang dikemukakan oleh Karl Jaspers. Wawancara mendalam bertujuan untuk memperoleh data empiris terkait pengalaman mahasiswa dalam menghadapi krisis identitas serta bagaimana mereka memaknai dan menyikapi permasalahan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis identitas yang dialami mahasiswa UIN Raden Intan Lampung merupakan sebuah pergulatan eksistensial yang melibatkan kesadaran akan kebebasan memilih sekaligus keterbatasan akibat dari pilihan-pilihan tersebut. Mahasiswa mengalami ketidakpastian dalam menetapkan jati diri yang autentik karena adanya konflik antara tuntutan internal, seperti nilai-nilai agama dan moral, dengan pengaruh eksternal berupa tekanan sosial dan budaya modern. Krisis ini menyebabkan mahasiswa merasa terombang-ambing dalam menentukan sikap dan perilaku yang mencerminkan identitas mereka sebagai individu maupun sebagai bagian dari komunitas akademik dan keagamaan. Melalui perspektif filsafat eksistensialisme Karl Jaspers, ditemukan bahwa krisis identitas bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan sebuah proses penting dalam pembentukan diri yang otentik. Kesadaran akan tanggung jawab pribadi atas setiap pilihan yang diambil menjadi kunci utama dalam mengatasi kebingungan eksistensial tersebut. Mahasiswa yang mampu menerima dan menjalani tanggung jawab ini dapat melahirkan identitas yang lebih kuat, stabil, dan bermakna, yang selaras dengan nilai-nilai keislaman dan realitas kehidupan modern. Dengan demikian, krisis identitas menjadi momen penting untuk refleksi diri dan pengembangan kesadaran eksistensial yang lebih dalam. Skripsi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu Aqidah dan Filsafat Islam khususnya dalam memahami dinamika psikologis dan eksistensial mahasiswa. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi institusi pendidikan dalam merancang program pendampingan dan pembinaan mahasiswa agar mampu menghadapi dan mengatasi krisis identitas secara konstruktif. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga matang secara mental dan spiritual dalam menyongsong masa depan. Kata kunci: Krisis Identitas, Filsafat Eksistensialisme, Karl Jaspers, Mahasiswa, UIN Raden Intan Lampung.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Aqidah Filsafat Aqidah Filsafat |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Aqidah Filsafat |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 02:57 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 02:57 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/45721 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


