KOMUNIKASI PERSUASIF PENGELOLA BANK SAMPAH DALAM PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA PEMANGGILAN KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

Zulfa, Tsuraya (2026) KOMUNIKASI PERSUASIF PENGELOLA BANK SAMPAH DALAM PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA PEMANGGILAN KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 ZULFA.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of SKRIPSI ZULFA TSURAYA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga melalui program Bank Sampah di Desa Pemanggilan Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Dalam upaya meningkatkan keterlibatan masyarakat, pengelola Bank Sampah menerapkan berbagai strategi komunikasi persuasif untuk membangun kesadaran, minat, keputusan, dan tindakan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi persuasif yang dilakukan oleh pengelola Bank Sampah dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Pemanggilan Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. dengan Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pengelola Bank Sampah, masyarakat Desa Pemanggilan yang mengikuti program Bank Sampah, serta tokoh masyarakat. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi persuasif pengelola Bank Sampah dilakukan melalui tahapan AIDDA, yaitu attention (perhatian), interest (minat), desire (Hasrat), decision (keputusan), dan action (tindakan). Pada tahap perhatian, pengelola menggunakan teknik tataan, asosiasi, dan integrasi untuk menarik perhatian masyarakat. Pada tahap minat, pengelola menerapkan teknik ganjaran dan asosiasi dengan menekankan manfaat ekonomi. Pada tahap keputusan, masyarakat cenderung berpartisipasi ketika sistem pelayanan dianggap mudah, seperti melalui program JemputinBank. Sementara pada tahap tindakan, sebagian masyarakat telah melakukan pemilahan sampah, namun partisipasi dalam penyetoran sampah mengalami penurunan setelah sistem JemputinBank diganti dengan sistem setor mandiri. Faktor pendukung komunikasi persuasif meliputi kedekatan sosial pengelola dengan masyarakat, manfaat ekonomi, dan pendekatan keagamaan. Adapun faktor penghambatnya rendahnya kesadaran lingkungan masyarakat, serta berkurangnya kemudahan pelayanan program. Kata Kunci: Komunikasi Persuasif, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, AIDDA. ABSTARCT This research is motivated by the low level of community participation in household waste management through the Waste Bank program in Pemanggilan Village, Natar District, South Lampung Regency. To increase community involvement, Waste Bank managers implement various persuasive communication strategies to build community awareness, interest, decisions, and actions in household waste management. This study aims to determine how persuasive communication is implemented by Waste Bank managers in household waste management in Pemanggilan Village, Natar District, South Lampung Regency. This study used a field research method with a descriptive qualitative approach. Data collection techniques included interviews, observation, and documentation. Research informants included Waste Bank managers, residents of Pemanggilan Village who participated in the Waste Bank program, and community leaders. Data analysis used the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the Waste Bank managers' persuasive communication was conducted through the AIDDA stages: attention, interest, desire, decision, and action. At the attention stage, managers used structuring, association, and integration techniques to attract public attention. At the interest stage, managers employ reward and association techniques, emphasizing the economic and environmental benefits of waste management. At the decision stage, people tend to participate when the service system is perceived as easy, such as through the JemputinBank program. Meanwhile, at the action stage, some people have already sorted their waste, but participation in waste deposits decreased after the JemputinBank system was discontinued and replaced with a self-deposit system. Supporting factors for persuasive communication include the manager's social closeness to the community, economic benefits, and a religious approach. Inhibiting factors include low environmental awareness, the difficulty of changing habits, and reduced ease of program services. Keywords: Persuasive Management, AIDDA.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Komunikasi dan Penyiaran Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 04 Aug 2026 08:02
Last Modified: 04 Aug 2026 08:02
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/45696

Actions (login required)

View Item View Item