ELMA, DAMAYANTI (2026) PENERAPAN BIMBINGAN KEAGAMAAN DALAM MENURUNKAN HALUSINASI PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI YAYASAN AULIA RAHMA BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Skizofrenia adalah salah satu ganguan jiwa berat yang dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, dan prilaku penderita. WHO mencatat sekitar 21 juta orang mengalami Skizofrenia. Karna tingginya kasus gangguan jiwa ini, menunjukan bahwa diperlukanya tempat untuk perawatan gangguan tersebut. Yayasan Aulia Rahma Bandar Lampung adalah salah satu tempat yang tidak hanya memberikan perawatan medis maupun psikologis, tetapi juga memberikan perawatan spiritual berupa terapi bimbingan keagamaan. Diberikannya bimbingan keagamaan pada pasien bertujuan untuk membantu menurunkan menurunkan halusinasi yang dialami pasien. Menurut Yosep 90% penderita Skizofrenia mengalami halusinasi, karna hal itu menyebabkan pasien kesulitan dalam menjalankan aktifitas harian. Semakin minimnya rutinitas yang dilakukan pasien membuat pasien menjadi banyak melamun dan menjadi gelisah, pasien jadi makin susah mengontrol emosi maupun prilakunya. Karna semakin semakin sedikitnya aktifitas yang pasien lakukan hal itu dapat meningkatkan halusinasi yang dialami pasien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif, dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan bersifat deskriptif kualitatif. Informan yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang pasien Skizofrenia, 1 Ketua Yayasan, dan 1 Pembimbing Agama Yayasan Aulia Rahma Bandar Lampung. Sumber data sekunder teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan bimbingan keagamaan di yayasan Aulia Rahma Bandar Lampung dilakukan dalam beberapa tahapan, meliputi : (1) identifikasi kasus, dimana pembimbing agama berkerjasama dengan staf untuk mengidentifikasi sejauh mana permasalahan yang dialami pasien; (2) diagnosis, dimana pembimbing menetapkan permasalahan yang harus diselesaikan, pada kasus ini adalah halusinasi yang membuat pasien kesulitan menjalankan aktifitasnya; (3) prognosis, dimana pembimbing melakukan langkah untuk menentukan jenis bimbingan yang digunakan yaitu berupa pemberian materi keagamaan, praktik shoalat dan ruqyah; (4) implementasi, dimana pelaksanaan kegiatan bimbingan keagamaan dilaksanakan, (5) evaluasi, dimana dilakukan peninjauan hasil terapi untuk melihat tingkat keberhasilan bimbingan keagamaan dalam membantu menurunkan halusinasi yang dialami pasien. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa bimbingan keagamaan berhasil diterapkan di yayasan Aulia Rahma dan memberikan efek positif bagi proses pemulihan dan penurunan halusinasi yang dialami pasien Skizofrenia. Pasien jadi memiliki rutinitas yang membuat pasien jadi membaur dengan pasien lain, dan dapat membantu menenangkan pikirannya. Hal ini berdampak baik bagi aspek psikologinya maupun spiritual pasien Skizofrenia. Kata kunci : Bimbingan keagamaan, Halusinasi , Skizofrenia. ABSTRACT Schizophrenia is a severe mental disorder that affects a sufferer's thoughts, feelings, and behavior. The WHO estimates that approximately 21 million people worldwide suffer from schizophrenia. The high prevalence of this disorder highlights the need for dedicated treatment facilities. The Aulia Rahma Foundation in Bandar Lampung is one such facility; it provides not only medical and psychological care but also spiritual care in the form of religious guidance therapy. This religious guidance aims to help alleviate the hallucinations experienced by patients. According to Yosep, 90% of schizophrenia patients experience hallucinations, which hinder their ability to carry out daily activities. A lack of routine leads to excessive daydreaming and restlessness, making it increasingly difficult for patients to control their emotions and behavior; this reduction in activity can, in turn, exacerbate their hallucinations. This study employs a qualitative approach, specifically descriptive field research. The informants consisted of eight schizophrenia patients, the Foundation's chairperson, and the religious counselor from the Aulia Rahma Foundation in Bandar Lampung. Data collection involved interviews, observation, and the review of documentation. The study results indicate that the implementation of religious guidance at the Aulia Rahma Foundation proceeds through several stages: (1) case identification, where the religious counselor collaborates with staff to assess the extent of the patient's issues; (2) diagnosis, where the counselor identifies the specific problem to be addressed—in this case, hallucinations that impede the patient's daily activities; and (3) prognosis, where the counselor determines the appropriate type of guidance, such as religious instruction, prayer practice, and ruqyah (spiritual healing). (4) implementation, the stage where religious guidance activities are carried out; and (5) evaluation, the stage where therapy outcomes are reviewed to assess the success of the religious guidance in helping to reduce the hallucinations experienced by patients. The study concludes that religious guidance was successfully implemented at the Aulia Rahma Foundation and had a positive effect on the recovery process and the reduction of hallucinations in patients with schizophrenia. Patients developed a routine that encouraged them to mingle with others and helped calm their minds, thereby benefiting both their psychological and spiritual well-being. Keywords: Religious guidance, hallucinations, schizophre.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Bimbingan Konseling Islam |
| Divisions: | Psikologi Islam > Bimbingan Konseling Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 07:31 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 07:31 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/45690 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


