AJENG, YURIKE AGUSTIN (2026) AGAMA DI TENGAH DOMINASI DAN NEGOSIASI: STUDI PADA RELASI SEKSUAL SUAMI ISTRI DI DESA HADUYANG KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Relasi seksual dalam rumah tangga merupakan bagian penting dari kehidupan perkawinan yang tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan biologis, tetapi juga dipengaruhi oleh nilai agama, budaya, dan konstruksi sosial yang berkembang dalam masyarakat. Dalam masyarakat yang masih dipengaruhi budaya patriarki, hubungan seksual sering dipahami sebagai kewajiban istri untuk memenuhi kebutuhan suami, sehingga berpotensi menciptakan relasi kuasa yang tidak setara. Pemahaman agama yang cenderung literal turut memperkuat posisi dominan suami dalam kehidupan rumah tangga. Kondisi tersebut menjadi penting untuk dikaji karena berpengaruh terhadap pemenuhan hak-hak seksual perempuan dalam perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika relasi seksual suami istri di Desa Haduyang serta mengidentifikasi bentuk dominasi dan strategi negosiasi yang dilakukan istri dalam memperoleh hak seksualnya di tengah relasi kuasa rumah tangga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan fenomenologis. Lokasi penelitian berada di Desa Haduyang, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan pasangan suami istri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta informan pendukung lainnya. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan perspektif relasi kuasa Michel Foucault untuk memahami bagaimana kekuasaan bekerja dalam relasi seksual suami istri serta bagaimana bentuk resistensi dan negosiasi yang muncul dalam kehidupan sehari hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi seksual suami istri di Desa Haduyang masih banyak dipahami sebagai kewajiban istri terhadap suami dan berlangsung dalam relasi kuasa yang belum sepenuhnya setara. Dominasi suami tampak melalui penentuan waktu, situasi, dan pola hubungan seksual yang diperkuat oleh pemahaman agama secara literal, budaya patriarki, serta konstruksi sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang otoritas utama dalam keluarga. Meskipun demikian, para istri tidak sepenuhnya berada dalam posisi tanpa daya karena mereka melakukan berbagai strategi negosiasi, seperti menunda hubungan seksual, menggunakan alasan kelelahan atau kondisi kesehatan, membangun komunikasi emosional, serta mencari waktu yang lebih nyaman untuk berhubungan. Temuan ini menunjukkan bahwa relasi seksual dalam rumah tangga merupakan arena dominasi sekaligus negosiasi, di mana kekuasaan selalu melahirkan ruang resistensi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pemahaman agama yang lebih berperspektif kesalingan, keadilan, dan penghormatan terhadap hak seksual suami istri. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji relasi seksual rumah tangga dari perspektif pasangan secara lebih luas dan melibatkan konteks sosial yang beragam. Kata Kunci: Relasi Seksual, Relasi Kuasa, Dominasi, Negosiasi, Michel Foucault.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Aqidah Filsafat Aqidah Filsafat |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Aqidah Filsafat |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 04:37 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 04:37 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/45668 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


