Yunita, Ramadhani (2026) PANDANGAN MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) PROVINSI LAMPUNG TERHADAP PERKAWINAN ANTARA PENDERITA PENYAKIT GENETIK THALASSEMIA: ANALISIS HUKUM KELUARGA ISLAM. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (6MB) |
Abstract
Abstrak Penelitian ini membahas pandangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung terhadap perkawinan antara penderita atau pembawa sifat penyakit genetik thalasemia dalam perspektif Hukum Keluarga Islam. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data utama berupa wawancara mendalam dengan narasumber MUI Provinsi Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MUI menempatkan isu thalasemia dalam kerangka Maqashid asy-Syari‘ah, khususnya perlindungan jiwa dan perlindungan keturunan. Pemeriksaan kesehatan pranikah dipandang sangat penting sebagai bentuk ikhtiar untuk mencapai konsep terhindar dari kecacatan fisik serta mencegah potensi mudarat di masa depan. Secara hukum, pernikahan sesama thalasemia tetap dinyatakan sah apabila memenuhi rukun dan syarat nikah. Namun, secara substansial, MUI memberikan penekanan etis bahwa pernikahan tersebut dapat berubah menjadi makruh bahkan haram apabila terbukti secara medis menimbulkan risiko tinggi lahirnya keturunan dengan kondisi thalasemia mayor. Serta pendekatan menutup jalan kerusakan. MUI menekankan pentingnya kejujurandalam kondisi kesehatan calon pasangan serta memberikan ruang solusi seperti pengelolaan risiko reproduksi, termasuk opsi tidak memiliki keturunan biologis demi kemaslahatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pandangan MUI Lampung menunjukkan integrasi antara hukum Islam normatif dengan pendekatan medis dan sosial dalam konteks hukum keluarga modern di Indonesia. Abstract This study examines the perspective of the Indonesian Ulema Council (MUI) of Lampung Province on marriage involving individuals who suffer from or carry the genetic trait of thalassemia within the framework of Islamic Family Law. Using a qualitative approach with primary data from in-depth interviews with MUI Lampung informants, the findings show that MUI addresses thalassemia through the framework of Maqashid al-Shari’ah, particularly the protection of life and lineage. Premarital health screening is considered essential as a preventive effort to avoid physical disabilities and potential harm in the future. Legally, marriage between individuals with thalassemia is considered valid if the pillars and conditions of marriage are fulfilled; however, substantively, MUI emphasizes that such marriages may become makruh (discouraged) or even haram (prohibited) if medical evidence indicates a high risk of having children with thalassemia major, reflecting the principle of preventing harm (sadd al-dhari’ah). MUI also highlights the importance of honesty regarding health conditions between prospective partners and offers solutions such as reproductive risk management, including the option of not having biological children for the sake of public welfare (maslahah), ultimately demonstrating an integration of normative Islamic law with medical and social approaches in modern Indonesian family law.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 04:29 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 04:29 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/45665 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


