STRATEGI PEMBELAJARAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SMP NEGERI 5 METRO

HANAN, FADHILAH (2026) STRATEGI PEMBELAJARAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SMP NEGERI 5 METRO. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of BAB 1 2 DAPUS.pdf] PDF
Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut perubahan paradigma pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, termasuk dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI & BP). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya adaptasi guru PAI & BP dalam merancang pembelajaran yang relevan dengan profil pelajar Pancasila di tengah masa transisi kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dua hal utama: (1) bentuk strategi pembelajaran yang diterapkan guru PAI & BP, dan (2) hambatan yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 5 Metro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru PAI & BP, Waka Kurikulum dan Kepala Sekolah, observasi partisipatif di kelas 7. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang diterapkan guru PAI & BP meliputi guru tidak hanya menyiapkan modul ajar, ATP, media pembelajaran dan lain sebagainya. Namun guru juga harus mengikuti serangkaian seminar, pelatihan, dan diklat untuk memahami dan mengetahui karakteristik kurikulum yang sedang digunakan agar nantinya pendidik dapat menyesuaikan strategi pembelajaran yang tepat dan efesien. Pelaksanaan pembelajaran dengan Kurikulum Merdeka menciptakan suasana kelas yang aktif, dan lebih bebas. Adapun strategi pembelajaran yang digunakan di SMPN 5 Metro salah satunya ialah Problem Based Learning (PBL), diskusi, dan ceramah. Adapun implementasi Kurikulum Merdeka di SMPN 5 Metro menunjukkan pergeseran peran guru yang semula dari pusat informasi (teacher centered) menjadi fasilitator yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap keunikan setiap peserta didik. Sementara itu, hambatan yang dihadapi meliputi sulitnya menafsirkan materi pelatihan, kurangnya waktu untuk mempelajari Kurikulum Merdeka, kurangnya informasi yang jelas dan komprehensif, kesulitan dalam mengelola kelas yang aktif dan partisipatif serta kurangnya sumber daya pembelajaran yang memadai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun guru telah berupaya adaptif, dukunganiv manajerial dan pelatihan berkelanjutan masih sangat diperlukan untuk mengoptimalkan implementasi Kurikulum Merdeka. ABSTRACT The implementation of the Merdeka Curriculum (Independent Curriculum) requires a paradigm shift towards student-centered learning, including in Islamic Religious Education (PAI & BP) subjects. This research is motivated by the necessity for PAI & BP teachers to adapt in designing instruction that aligns with the Pancasila Student Profile during this curriculum transition. This study aims to analyze two main aspects: (1) the forms of instructional strategies employed by Grade 7 PAI & BP teachers, and (2) the obstacles or challenges encountered by teachers in implementing the Merdeka Curriculum at SMPN 5 Metro. This research employs a qualitative approach with a descriptive method (or case study). Data were collected through in-depth interviews with Islamic Education (PAI & BP) teachers and school principals, participant observation in 7th-grade classrooms, and the distribution of questionnaires to PAI & BP teachers. Data analysis followed the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results indicate that the learning strategies implemented by PAI & BP teachers extend beyond preparing teaching modules, Learning Path Goals (ATP), and instructional media. Teachers are also required to participate in seminars and training programs to understand the characteristics of the current curriculum, enabling them to adapt appropriate and efficient learning strategies. The implementation of the Kurikulum Merdeka (Independent Curriculum) fosters an active and more flexible classroom atmosphere. The implementation of the Kurikulum Merdeka (Independent Curriculum) at SMPN 5 Metro demonstrated a shift in the teacher’s role from being a primary source of information (teacher centered) to a facilitator who is more flexible and adaptive to the uniqueness of each student. However, several obstacles persist, including difficulties in interpreting training materials, limited time to study the curriculum, a lack of clear and comprehensive information, challenges in managing active and participatory classrooms, and insufficient learning resources. This study concludes that while teachers have made adaptive efforts, managerial support andvi continuous training are essential to optimize the implementation of Kurikulum Merdeka.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Pendidikan Agama islam
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 30 Jul 2026 08:08
Last Modified: 30 Jul 2026 08:08
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/45533

Actions (login required)

View Item View Item