INDAH, SUCIATI (2026) ETIKA BERBISNIS PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Studi Komparatif Tafsir Al-Azhar & Tafsir Al-Misbah). Masters thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian tesis ini diskursus tentang studi “Etika Berbisnis dalam Perspektif al-Qur’an (Studi Kompartif Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Misbah). Perkembangan di era globalisasi dan digitalisasi telah membawa perubahan bisnis dalam transaksi dilakukan secara cepat dan luas, seperti. kemudahan teknologi, perdagangan elektronik (e-commerce), dan sistem pembayaran digital. Akan tetapi, kemajuan tersebut tidak selalu diiringi dengan peningkatan etika bisnis. Berbagai bentuk kecurangan, seperti manipulasi kualitas barang, pengurangan isi produk, penipuan dalam transaksi daring, iklan yang menyesatkan, hingga praktik korupsi dan manipulasi laporan keuangan perusahaan masih sering ditemukan. Di sisi lain, Etika berbisnis menjadi landasan moral yang sangat penting agar supaya tidak terjadi kecurangan, penyimpangan dan penghianatan. Terlebih di dalam al-Qur’an, telah mengancam perbuatan tersebut, sebagaimana penafsiran di Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Misbah. Penilitian ini merupakan penelitian perpustakaan (library research), dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Melalui metode tafsir komparatif. Subjek penelitian terdapat dua sumber, yakni sumber primer dan sumber sekunder. Teknik pengumpulan data dengan deskriptif-analitis. Adapun hasil penelitian ini: Pertama, Tafsir Al-Azhar dan Tafsir AlMisbah menafsirkan bahwa prilaku berkhianat, curang dan menyimpang dalam berbisnis, yaitu dengan melakuan sesuatu yang tidak wajar dan standar ganda, yang dapat merugikan orang lain secara materi, mencerminkan ketidakjujuran, serta bertentangan dengan prinsip-prinsip moral dan etika. Pelaku diancam akan merasakan dan mengalami kecelakaan, kebinasaan, dan kerugian yang sangat besar baik di dunia maupun di hari kiamat serta mendapat ancaman yang sangat dahsyat. Selain itu, menjadi pangkal malapetaka dengan merusak amanah dan budi pakerti yang buruk serta menimbulkan kerusakan sosial, ketidakadilan, dan keserakahan. Kedua, komparasi Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Misbah memiliki persamaan dan perbedaan. Adapun persamaanya adalah Sama-sama mengharamkan riba, Sama-sama melarang memperoleh harta secara batil,dan Sama-sama mengecam keras segala bentuk kecurangan. Perbedaannya adalah dalam Tafsir Al-Azhar menekankan dimensi spiritual dan akhlak, merusak karakter pelaku dan menekankan dampak sosial dan psikologis. Sedangkan perbedaan dalam Tafsir Al-Misbah adalah lebih menekankan dimensi moral dan keadilan sosial, Menekankan kepatuhan pada aturan syariat dan transparansi dan Menekankan kecurangan sebagai bentuk standar ganda. ABSTRACT This thesis explores the topic of ‘Business Ethics from the Perspective of the Qur’an (A Comparative Study of Tafsir Al-Azhar and Tafsir AlMisbah)’. Developments in the era of globalisation and digitalisation have brought about changes in business, with transactions now conducted rapidly and on a large scale, such as through technological advancements, ecommerce, and digital payment systems. However, such progress is not always accompanied by an improvement in business ethics. Various forms of malpractice, such as the manipulation of product quality, the reduction of product content, fraud in online transactions, misleading advertising, and even practices of corruption and the manipulation of corporate financial reports, are still frequently encountered. On the other hand, business ethics serve as a vital moral foundation to prevent fraud, misconduct and betrayal. Moreover, in the Qur’an, warns against such actions, as interpreted in the Tafsir Al-Azhar and Tafsir Al-Misbah. This study is a library-based research project employing a qualitative descriptive method, utilising a comparative interpretative approach. The research subjects comprise two types of sources: primary and secondary sources. Data collection techniques are descriptive-analytical. The findings of this study are as follows: Firstly, the Tafsir Al-Azhar and Tafsir Al-Misbah as referring to treacherous, deceitful and deviant behaviour in business—namely, engaging in practices that are unreasonable and involve double standards, which may cause material harm to others, reflect dishonesty, and contravene moral and ethical principles. Those who engage in such behaviour are threatened with misfortune, destruction and immense loss, both in this world and on the Day of Judgement, as well as facing a most severe punishment. Furthermore, such behaviour is the root of calamity, as it betrays trust, fosters poor moral character, and leads to social breakdown, injustice and greed. Secondly, the comparison of the Al-Azhar and Al-Misbah interpretations has similarities and differences. The similarities are that both prohibit usury, both prohibit obtaining wealth through wrongdoing, and both strongly condemn all forms of fraud. The differences are that the Al-Azhar interpretation emphasizes the spiritual and moral dimensions, destroying the character of the perpetrator, and emphasizing the social and psychological impacts. Meanwhile, the differences in the Al-Misbah interpretation are that it emphasizes the moral dimension and social justice, emphasizes compliance with sharia rules and transparency, and emphasizes fraud as a form of double standards.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Divisions: | Pasca Sarjana > S2 Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 05:01 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 05:01 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/45513 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


