TRADISI NGEREGAH PAKHAR SEBAGAI PRAKTIK KOMUNIKASI ISLAM DALAM MEMPERERAT SILATURAHMI MASYARAKAT RANAU DI DESA PAGAR DEWA KECAMATAN WARKUK RANAU SELATAN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN

FIKA, KURNIA (2026) TRADISI NGEREGAH PAKHAR SEBAGAI PRAKTIK KOMUNIKASI ISLAM DALAM MEMPERERAT SILATURAHMI MASYARAKAT RANAU DI DESA PAGAR DEWA KECAMATAN WARKUK RANAU SELATAN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 FIKA.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI FIKA KURNIA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Komunikasi Islam merupakan proses penyampaian pesan-pesan keislaman dengan menggunkan prinsip-prinsip komunikasi dalam Islam. Tradisi merupakan praktik yang sudah berlangsung lama dan menjadi elemen penting di kehidupan sekelompok orang yang di wariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tradisi Ngeregah Pakhar adalah salah satu tradisi yang ada di Ranau, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatera Selatan, dimana Ngeregah berarti menurunkan dan Pakhar adalah nampan yang terbuat dari kekunigan yang berisi makanan, minuman dan kue kue. Tradisi ini dilaksanakan tiga kali dalam setahun dan bertujuan untuk memanggil saudara serta kerabat yang jauh untuk pulang ke kampung halaman. Melalui tradisi ini, interaksi antar warga di perkuat, nilai kebersamaan di pelihara, dan hubungan persaudaraan masyarakat menjadi lebih terikat. Namun saat ini tradisi Ngeregah Pakhar menghadapi tantangan seperti orang generasi muda yang merantau di luar daerah dan orang-orang yang paham akan tradisi ini mulai meninggal dunia. Jenis penelitian ini adalah field research dengan sifat kualitatif, yaitu penelitian yang di lakukan secara langsung di Desa Pagar Dewa, Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi non partisipan, wawancara terstruktur dan tidak terstruktur, serta dokumentasi. Dalam melakukan penelitian ini, penulis bertemu langsung dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh budaya, serta masyarakat setempat yang aktif dalam pelaksanaan tradisi Ngeregah Pakhar. Penentuan informan dilakukan dengan teknik snowball sampling, yakni teknik pengumpulan sampel yang berawal dari jumlah sedikit kemudian berkembang berdasarkan rekomendasi informan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang di lakukan secara terus menerus melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil Penelitian ini di harapkan dapat menunjukkan bahwa tradisi Ngeregah Pakhar merupakan praktik komunikasi Islam yang efektif dalam mempererat silaturahmi masyarakat Ranau. Tradisi ini mengandung prinsip prinsip komunikasi Islam seperti Qaulan Sadidan, Qaulan Baligha, Qaulan Ma’rufa, Qaulan Karima, Qaulan Layyina, dan Qaulan Masyura yang berwujud dalam setiap proses pelaksanaannya. Tradisi Ngeregah Pakhar menjadi wadah yang mempertemukan saudara, kerabat, tetangga, dan masyarakat Ranau sehingga tercipta kerukunan, solidaritas, dan kekluargaan yang kuat. Penelitian ini juga di harapkan memberikan kontribusi keilmuan bagi pengembangan ilmu komunikasi Islam, khususnya mengenai peranan tradisi lokal sebagai media komunikasi Islam dalan menjaga dan mempererat silaturahmi masyarakat. Kata Kunci: Islam Lokal (Islam Nusantara), Komunikasi Islam, Tradisi Ngeregah Pakhar, Silaturahmi Masyarakat Ranau ABSTRACT Islamic communication is the process of conveying Islamic messages using the principles of communication in Islam. Tradition is a practice that has been ongoing for a long time and has become an important element in the lives of a group of people, passed down from one generation to the next. The Ngeregah Pakhar tradition is one of the traditions found in Ranau, Ogan Komering Ulu Selatan Regency, South Sumatra Province, where Ngeregah means to lower and Pakhar is a tray made of brass containing food, drinks, and cakes. This tradition is carried out three times a year and aims to call distant relatives and family members to return to their hometown. Thru this tradition, interactions among residents are strengthened, the value of togetherness is preserved, and the bonds of community brotherhood are reinforced. However, currently, the Ngeregah Pakhar tradition faces challenges such as the younger generation migrating outside the region and the people who understand this tradition starting to pass away. The type of research is field research with a qualitative nature, conducted directly in Pagar Dewa Village, Warkuk Ranau Selatan District, Ogan Komering Ulu Selatan Regency. The data collection techniques in this research use non-participant observation, structured and unstructured interviews, as well as documentation. In conducting this research, the author directly met with traditional leaders, religious leaders, community leaders, cultural leaders, and local residents who are actively involved in the implementation of the Ngeregah Pakhar tradition. The determination of informants was carried out using the snowball sampling technique, which is a sampling method that starts with a small number and then expands based on the recommendations of the informants. Data analysis uses the Miles and Huberman model, which is conducted continuously thru the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification. The results of this research are expected to show that the Ngeregah Pakhar tradition is an effective Islamic communication practice in strengthening the social ties of the Ranau community. This tradition contains Islamic communication principles such as Qaulan Sadidan, Qaulan Baligha, Qaulan Ma’rufa, Qaulan Karima, Qaulan Layyina, and Qaulan Masyura, which are manifested in every process of its implementation. The Ngeregah Pakhar tradition serves as a platform that brings together siblings, relatives, neighbors, and the Ranau community, fostering strong harmony, solidarity, and familial bonds. This research is also expected to contribute to the scientific development of Islamic communication studies, particularly regarding the role of local traditions as a medium of Islamic communication in maintaining and strengthening community ties. Keywords: Islam Local (Nusantara Local), Islamic Communication, Ngeregah Pakhar Tradition, Community Ties in Ranau

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Komunikasi dan Penyiaran Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 29 Jul 2026 07:16
Last Modified: 29 Jul 2026 07:16
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/45467

Actions (login required)

View Item View Item