RETORIKA KEAGAMAAN HABAIB DI INDONESIA

WAHYU, KURNIAWAN (2026) RETORIKA KEAGAMAAN HABAIB DI INDONESIA. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PUSAT 1 2 WAHYU.pdf] PDF
Download (2MB)
[thumbnail of SKRIPSI WAHYU KURNIAWAN.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK RETORIKA KEAGAMAAN HABAIB DI INDONESIA Oleh Wahyu Kurniawan Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki lanskap otoritas keagamaan yang beragam. Salah satu figur otoritas yang memiliki pengaruh signifikan adalah habaib, yakni keturunan Nabi Muhammad SAW yang klaim keulamaannya bertumpu pada garis nasab, penguasaan ilmu, dan kharisma spiritual. Setelah reformasi 1998, ruang dakwah menjadi lebih terbuka dan kompetitif. Di era digital, dakwah habaib mengalami ekspansi besar melalui platform seperti YouTube yang mampu menjangkau jutaan penonton lintas wilayah dan latar belakang tanpa terbatas ruang majelis konvensional. Kekuatan pengaruh habaib sangat bergantung pada retorika yang disampaikan, sebab melalui bahasa dan gaya bertutur, otoritas, ajaran tauhid, nilai akhlak, serta cara pandang Islam ditransfer kepada umat. Di sisi lain, pasca tahun 2016 Indonesia mengalami polarisasi keagamaan yang tajam. Muncul keresahan masyarakat terkait sebagian oknum habaib yang gaya bicara dan akhlaknya tidak mencerminkan marwah zurriyah Nabi, padahal posisinya sebagai juru dakwah. Fenomena ini berisiko membuat pengguna YouTube keliru memilih rujukan ceramah dan berdampak pada pemahaman aqidah yang menyimpang. Padahal, penelitian terdahulu mengenai habaib umumnya menggunakan pendekatan sosiologi dan politik Islam. Sementara kajian yang mengurai aspek retorika dari sudut pandang aqidah dan filsafat Islam masih minim dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi retorika keagamaan dan dampaknya terhadap aqidah umat dalam 15 ceramah keagamaan di YouTube. Metode yang digunakan adalah analisis digital wacana kualitatif dengan dua pisau teori, yaitu Model Argumentasi Stephen Toulmin dan Teori Agama Mircea Eliade. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pertama, retorika keagamaan di YouTube dibangun dengan pola naratif-kisah keramat. Isi ceramah lebih banyak berisi cerita karamah dan keistimewaan tokoh, bukan uraian dalil. Struktur argumentasinya emosional dan minim unsur logis Toulmin. Kedua, ceramah tersebut dominan menggunakan unsur mitos dan unsur suci. Mitos muncul melalui cerita luar biasa, sementara unsur suci hadir melalui penyebutan. tokoh, makam, dan simbol yang menjadi pusat orientasi jamaah. Ketiga, dampaknya bersifat dua arah. Secara positif, retorika ini memperkuat spiritualitas, semangat ibadah, dan identitas keagamaan. Namun secara negatif terdapat potensi pergeseran arah ketergantungan umat dari Allah SWT kepada tokoh, serta pergeseran sumber acuan kebenaran dari Al-Qur'an dan Hadis kepada cerita karamah. Kesimpulan penelitian ini adalah retorika keagamaan di YouTube efektif secara sosial dan dakwah, namun perlu diimbangi dengan literasi keagamaan agar tidak terjadi pergeseran aqidah. Perlu ditegaskan bahwa penelitian ini tidak bertujuan untuk memvonis, menghakimi, apalagi menimbulkan fitnah terhadap pihak manapun. Fokus kajian ini adalah pada pola komunikasi dan struktur argumentasi dalam ceramah, bukan pada pribadi penceramah. Kisah karamah dalam Islam tetap diakui keberadaannya selama tidak bertentangan dengan syariat. Oleh karena itu penelitian ini merekomendasikan pentingnya literasi aqidah bagi umat agar dapat menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai rujukan utama, dan menempatkan kisah sebagai motivasi, bukan sebagai dasar keyakinan. Kata kunci: Retorika Habaib, Argumentasi Toulmin, Mircea Eliade, Akidah Umat, Dakwah Digital, YouTube, Zurriyah Nabi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Aqidah Filsafat
Aqidah Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Aqidah Filsafat
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 23 Jul 2026 07:37
Last Modified: 23 Jul 2026 07:37
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/45315

Actions (login required)

View Item View Item