DESTY, DIAH NURBAITI RAHMA (2026) TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PEMBAYARAN UTANG PIUTANG DENGAN TANAH ORANG LAIN (Studi di Kelurahan Sribasuki Kecamatan Kotabumi Kabupaten Lampung Utara). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Islam sangat menganjurkan praktik utang piutang yang dilandasi dengan kejujuran, keikhlasan, dan keadilan. Dalam pelaksanaannya, utang piutang harus memenuhi rukun dan syarat akad, seperti adanya pihak yang berakad, adanya barang yang dipinjam, dan ijab qabul yang jelas. Tambahan atau bunga dalam utang (riba) hukumnya haram dalam Islam karena dianggap merugikan dan menzalimi pihak peminjam. Penelitian ini meneliti tentang Praktik utang piutang yang dibayar dengan tanah orang lain yang terjadi di Kelurahan Sribasuki Kecamatan Kotabumi Kabupaten Lampung Utara. Penelitian ini ditinjau dari bagaimana isi hukum ekonomi syariah. Adapun yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana praktik pembayaran utang piutang dengan tanah orang lain di Kelurahan Sribasuki Kecamatan Kotabumi Kabupaten Lampung Utara dan bagaimana tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap praktik pembayaran utang piutang dengan tanah orang lain tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah utang piutang dalam Islam, akad yang dilarang dalam utang piutang seperti Riba. Jenis penelitian ini yaitu penelitian lapangan yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data yang di peroleh dari lokasi atau lapangan dan di analisis secara deskriptif analisis yaitu menganalisis apa yang saat ini berlaku atau gambaran mengenai realita serta sifat-sifat. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian adalah dengan melakukan wawancara dan dokumentasi. Setelah data di analisa maka hasilnya akan disajikan secara deskriptif dengan analisis kualitatif kemudian akan di ambil kesimpulan sebagai jawaban atas permasalahan yang di bahas dalam penelitian ini dengan pendekatan berfikir induktif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembayaran utang piutang dengan tanah orang lain di Kelurahan Sribasuki Kecamatan Kotabumi Kabupaten Lampung Utara tidak sessuai dengan perjanjian awal yang disepakati antar kedua belah pihak dan menimbulkan perjanjian baru untuk membayar utang. Dalam pandangan hukum ekonomi syariah praktik pembayaran utang piutang dengan tanah orang lain termasuk yang batil atau fasid yaitu menurut hukum asal dan sifatnya tidak memenuhi salah satu rukun dan syarat-syarat dalam utang piutang. Membayar utang dengan tanah milik orang lain tanpa sepengetahuan sang pemilik sama saja dengan mencuri dan tidak sah. ABSTRACT Islam strongly encourages the practice of debt receivables based on honesty, sincerity, and justice. In practice, debt receivables must fulfill the pillars and requirements of a contract, such as the presence of parties to the contract, the availability of the borrowed goods, and a clear consent and acceptance (ijab qabul). Additional or interest payments on debt (riba) are prohibited in Islam because they are considered detrimental and oppressive to the borrower. This study examines the practice of debt receivables paid with other people's land in Sribasuki Village, Kotabumi District, North Lampung Regency. This research is reviewed from the perspective of Islamic economic law. The main problem in this study is how debt receivables are paid with other people's land in Sribasuki Village, Kotabumi District, North Lampung Regency, and how Islamic economic law views the implementation of debt receivables with other people's land. The theory used in this study is debt receivables in Islam, and prohibited contracts in debt receivables, such as usury. This research is field research, which aims to collect data from the location or field and analyze it descriptively, namely, analyzing what currently applies or a picture of reality and characteristics. The data collection techniques used in this study were interviews and documentation. After the data is analyzed, the results will be presented descriptively using qualitative analysis, and conclusions will be drawn to answer the problems discussed in this study using an inductive thinking approach. The results of the study concluded that the implementation of debt repayment using someone else's land in Sribasuki Village, Kotabumi District, North Lampung Regency did not comply with the initial agreement between the two parties and gave rise to a new agreement to repay the debt. According to Sharia economic law, the practice of debt repayment using someone else's land is considered invalid or fasid, meaning that, according to its origin and nature, it does not fulfill any of the pillars and conditions of debt repayment. Paying debt using someone else's land without the owner's knowledge is tantamount to theft and is illegal.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 02:28 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 02:28 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/45280 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


