Arnis, Arbella (2026) ANALISIS HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP SISTEM FEE DALAM AKAD WAKALAH JUAL BELI RUMAH (Studi kasus di Kelurahan Way Laga Kecamatan Sukabumi Kota Bandar Lampung). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada pemahaman yang dalam mengenai penerapan sistem pembayaran fee dalam proses jual beli rumah yang menggunakan akad wakalah di Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung. Penelitian ini juga melibatkan studi mendalam dari sudut pandang hukum ekonomi Islam terkait keabsahan mekanisme tersebut dan kemungkinan adanya pelanggaran. Metode yang digunakan adalah kualitatif berbasis lapangan dengan pendekatan deskriptif analisis. Data utama dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pihak-pihak yang terlibat langsung dalam transaksi. Selanjutnya, data tersebut diproses melalui tahapan pengeditan, pengkodean, dan pengelompokan secara terstruktur, dengan menggunakan analisis induktif yang berlandaskan temuan lapangan dan diarahkan sesuai prinsip-prinsip fikih muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pembayaran fee biasanya dilakukan secara lisan tanpa adanya akad tertulis yang jelas dan memiliki kekuatan hukum. Pembayaran fee dilakukan oleh muwakil kepada wakil sebelum transaksi selesai, sehingga menyebabkan pelanggaran prinsip amanah wakil, munculnya elemen gharar (ketidakjelasan), tadlis (pengucapan fakta yang tidak benar), serta keraguan yang mendasar terhadap keabsahan akad wakalah secara keseluruhan. Masalah yang serius terjadi jika wakil gagal memenuhi tugasnya dalam waktu 5 bulan, tugasnya menjadi tidak berjalan meskipun fee telah diberikan lebih dulu oleh muwakil sebelum rumah berhasil terjual. ABSTRACT This research focuses on gaining a deeper understanding of the implementation of the fee payment system in the house sale and purchase process using the wakalah contract in Way Laga Village, Sukabumi District, Bandar Lampung City. This research also involves an in-depth study from the perspective of Islamic economic law regarding the validity of this mechanism and the possibility of violations. The method used was a qualitative field-based approach with a descriptive analytical approach. Primary data were collected through in-depth interviews with parties directly involved in the transaction. The data was then processed through stages of editing, coding, and structured grouping, using inductive analysis based on field findings and guided by the principles of Islamic jurisprudence (fiqh muamalah). The results indicate that fee payments are usually made verbally without a clear, legally binding written contract. The fee is paid by the muwakil to the wakil before the transaction is completed, thus violating the principle of amanah wakil (trustworthiness), creating elements of gharar (uncertainty), tadlis (misrepresentation of facts), and raising fundamental doubts about the validity of the wakalah contract as a whole. A serious problem occurs if the representative fails to fulfill his duties within 5 months, his duties will not be carried out even though the fee has been paid in advance by the representative before the house is successfully sold.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 03:07 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 03:07 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/45206 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


