Amrul, Ansyah (2026) KONSEP AL-MALIK DALAM TAFSIR SAYYID QUTB: KRITIK ATAS KRISIS INTEGRITAS PENGUASA. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (1MB) |
Abstract
Integrity is an essential quality that must be possessed by a ruler. When a ruler lacks integrity, sooner or later the group or organization under their leadership will collapse. The crisis of integrity among rulers constitutes a systemic problem marked by practices of corruption, abuse of power, and the separation of moral values from authority. This study examines the concept of Al-Malik in the exegesis of Sayyid Qutb as a theological foundation for critiquing such a crisis. It aims to analyze Sayyid Qutb’s interpretation of the term Al-Malik as a basis for addressing the crisis of integrity and to formulate its relevance as a normative framework for evaluating contemporary leadership integrity. In contrast to previous studies that predominantly concentrated on the linguistic dimensions of the term Al-Malik, this research specifically investigates Sayyid Qutb’s interpretation of the concept and analyzes its relevance as a critical framework for understanding and addressing the contemporary crisis of leadership integrity. This research employs a qualitative method based on library research with a thematic (maudhu‘i) exegetical approach. Qur’anic verses containing the term Al-Malik are collected and classified according to whether they refer to Allah or to human beings, then analyzed based on Sayyid Qutb’s primary work, Fi Zhilal al-Qur’an. The findings indicate that, according to Sayyid Qutb, Al-Malik affirms the absolute sovereignty of Allah and rejects all forms of human absolutism in legislation and authority (hakimiyyah). Human power is understood as a limited trust (amanah) that must remain subject to divine law. A crisis of integrity emerges when rulers detach their authority from Allah’s sovereignty. Thus, the concept of Al-Malik functions as an ethical and ideological critique that directs leadership toward justice, responsibility, and an awareness of accountability before Allah. Keywords: Al-Malik, Sayyid Qutb, Integrity Crisis, Sovereign, Authority. Integritas merupakan aspek fundamental yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Ketika seorang penguasa kehilangan integritas, maka keberlangsungan kelompok atau organisasi yang dipimpinnya berpotensi mengalami keruntuhan, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Krisis integritas dalam kepemimpinan dapat dipahami sebagai persoalan yang bersifat sistemik, yang ditandai oleh maraknya praktik korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, serta terpisahnya nilai-nilai moral dari praktik kekuasaan. Penelitian ini mengkaji konsep Al-Malik dalam tafsir Sayyid Qutb sebagai dasar teologis untuk mengkritisi fenomena tersebut. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang umumnya berfokus pada aspek linguistik kata Al-Malik, penelitian ini secara khusus mengkaji penafsiran Sayyid Qutb terhadap konsep tersebut serta relevansinya sebagai kerangka kritik terhadap krisis integritas kepemimpinan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan, serta memanfaatkan metode tafsir tematik (maudhu’i). Ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung istilah Al-Malik dihimpun dan diklasifikasikan berdasarkan konteks penggunaannya, baik yang merujuk kepada Allah maupun kepada manusia. Selanjutnya, ayat ayat tersebut dianalisis dengan merujuk pada karya utama Sayyid Qutb, Fi Zhilal al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Sayyid Qutb, konsep Al-Malik menegaskan kedaulatan absolut Allah serta menolak segala bentuk klaim kekuasaan mutlak oleh manusia dalam penetapan hukum dan otoritas (hakimiyah). Kekuasaan manusia dipandang sebagai amanah yang bersifat terbatas dan harus tunduk pada hukum Ilahi. Krisis integritas muncul ketika penguasa memisahkan kekuasaannya dari prinsip kedaulatan Allah. Oleh karena itu, konsep Al-Malik dapat dipahami sebagai kritik etis dan ideologis yang menuntun praktik kepemimpinan agar berlandaskan keadilan, tanggung jawab, serta kesadaran akan pertanggungjawaban di hadapan Allah. Keywords: Al-Malik, Sayyid Qutb, Krisis Integritas, Penguasa, Kekuasaan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 02:22 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 02:22 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44986 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


