Karena, Sanda (2026) ANALISIS PENGARUH HEXAGON FRAUD TERHADAP FRAUDULENT FINANCIAL STATEMENT PADA PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PADA TAHUN 2020-2024 DALAM PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (5MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh teori Hexagon Fraud yang mencakup target keuangan, sifat industri, pergantian auditor, pergantian direktur, dualitas CEO, dan status badan usaha milik negara (BUMN) terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 2020–2024, dianalisis dalam kerangka etika bisnis Islam. Menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan tujuh perusahaan perbankan yang dipilih secara purposive, penelitian ini mendeteksi manipulasi laporan keuangan menggunakan model Beneish M-Score dan menguji hipotesis melalui regresi linier berganda di SPSS 26. Seluruh uji asumsi klasik meliputi normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi mengkonfirmasi bahwa model memenuhi kriteria statistik yang dipersyaratkan. Temuan mengungkapkan bahwa target keuangan dan sifat industri memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan, sedangkan pergantian auditor, pergantian direktur, dan dualitas CEO tidak menunjukkan efek yang signifikan secara statistik. Secara khusus, status BUMN menunjukkan asosiasi positif signifikan dengan kecurangan laporan keuangan, konsisten dengan elemen kolusi dalam model Hexagon Fraud. Dari perspektif etika bisnis Islam, hasil ini menegaskan perintah Al-Qur’an tentang kejujuran dan keadilan (amanah dan adalah) dalam pelaporan keuangan, karena kecurangan dikecam secara tegas dalam ajaran Islam. Keywords: Hexagon Fraud, Kecurangan Laporan Keuangan, Perbankan, Etika Bisnis Islam, Beneish M-Score This study aims to examine the influence of Hexagon Fraud theory comprising financial target, nature of industry, change in auditor, change in director, CEO duality, and state-owned enterprise (SOE) status on fraudulent financial statements in banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during 2020 2024, analyzed within an Islamic business ethics framework. Employing a quantitative research design with secondary data drawn from the annual financial reports of seven purposively selected banking companies, this study detects financial statement manipulation using the Beneish M-Score model and tests hypotheses through multiple linear regression in SPSS 26. All classical assumption tests including normality, multicollinearity, heteroscedasticity, and autocorrelation confirm that the model satisfies the required statistical criteria. The findings reveal that financial target and nature of industry exert a significant positive influence on fraudulent financial statements, while change in auditor, change in director, and CEO duality yield no statistically significant effects. Notably, SOE status demonstrates a significant positive association with financial statement fraud, consistent with the collusion element of the Hexagon Fraud model. From an Islamic business ethics perspective, these results underscore the Quranic imperatives of honesty and justice (amanah and adalah) in financial reporting, as fraud is unequivocally condemned in Islamic teachings. Keywords: Hexagon Fraud, Fraudulent Financial Statement, Banking, Islamic Business Ethics, Beneish M-Score
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Konsentrasi Akuntansi Syariah |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Konsentrasi Akuntansi Syariah |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 01:49 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 01:49 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44982 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


