INTAN, NIRMALA SARI (2026) PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL DENGAN TEKNIK SELF-MOTIVATION TRAINING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP NEGERI 22 BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (2MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar peserta didik di SMP Negeri 22 Bandar Lampung. Kondisi tersebut tercermin dari rendahnya antusiasme dalam mengikuti pembelajaran, minimnya partisipasi di kelas, kecenderungan menunda penyelesaian tugas, serta kurangnya kepercayaan diri dalam mencapai prestasi akademik. Permasalahan tersebut menunjukkan perlunya layanan bimbingan dan konseling yang mampu membantu peserta didik menumbuhkan motivasi belajar dari dalam diri. Salah satu layanan yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah bimbingan klasikal dengan teknik Self-Motivation Training. Teknik ini diharapkan dapat membantu peserta didik mengenali potensi diri, membangun motivasi intrinsik, serta meningkatkan semangat belajar secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah pelaksanaan bimbingan klasikal dengan teknik SelfMotivation Training dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik di SMP Negeri 22 Bandar Lampung. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi pelaksanaan layanan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru Bimbingan dan Konseling, wali kelas, dan peserta didik kelas VIII SMP Negeri 22 Bandar Lampung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi yang komperhensif mengenai pelaksanaan layanan bimbingan klasikal dengan teknik Self-Motivation Training. Analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Ketiga tahapan tersebut dilakukan secara berkesinambungan selama proses penelitian guna memperoleh pemahaman yang mendalam terhadap data yang diperoleh. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Penerapan kedua teknik tersebut bertujuan untuk meningkatkan kredibilitas data serta memastikan bahwa penelitian memiliki tingkat validitas yang memadai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan klasikal dengan teknik Self-Motivation Training dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu perencanaan, pembukaan, pelaksanaan inti, penutup, tindak lanjut, dan evaluasi. Seluruh tahapan tersebut dilaksanakan secara sistematis untuk mendukung tercapainya tujuan layanan, yaitu meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Pada tahapiii pelaksanaan inti, teknik afirmasi positif dan visualisasi tujuan terbukti memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan semangat belajar, kepercayaan diri, serta kejelasan tujuan akademik peserta didik. Kedua teknik tersebut membantu peserta didik membangun keyakinan terhadap kemampuan diri dan mendorong mereka untuk lebih fokus dalam mencapai target pembelajaran yang telah ditetapkan. Faktor pendukung pelaksanaan layanan meliputi dukungan kepala sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana, kolaborasi antarguru, kompetensi Guru Bimbingan Konseling (BK), antusiasme peserta didik, dukungan orang tua, serta ketersediaan referensi layanan yang relevan dengan pelaksanaan layanan. Berbagai faktor tersebut berperan penting dalam menunjang efektivitas pelaksanaan bimbingan klasikal di sekolah. Di sisi lain, penelitian ini juga menemukan sejumlah faktor penghambat, antara lain keterbatasan waktu pelaksanaan layanan, ketidakseimbangan rasio Guru BK dengan jumlah peserta didik, kendala teknis pada sarana dan prasarana, kondisi keluarga peserta didik, pengaruh teman sebaya, serta belum tersedianya regulasi khusus yang mengatur penerapan teknik inovatif dalam layanan bimbingan dan konseling. Faktor-faktor tersebut berpotensi mengurangi efektivitas layanan apabila tidak diantisipasi melalui strategi yang tepat. Dengan demikian, layanan bimbingan klasikal dengan teknik SelfMotivation Training dapat menjadi alternatif yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik di SMP Negeri 22 Bandar Lampung. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan layanan tidak hanya ditentukan oleh penerapan teknik yang digunakan, tetapi juga oleh dukungan berbagai pihak serta kondisi lingkungan yang mendukung proses pelaksanaannya. ABSTRACT This research is motivated by the low learning motivation of students at SMP Negeri 22 Bandar Lampung. This condition is reflected in low enthusiasm for learning, minimal class participation, a tendency to procrastinate on completing assignments, and a lack of confidence in achieving academic success. These issues highlight the need for guidance and counseling services that can help students cultivate intrinsic motivation to learn. One service that can be implemented to address this issue is classical guidance using the Self-Motivation Training technique. This technique is expected to help students recognize their potential, build intrinsic motivation, and foster a continuous enthusiasm for learning. This study aims to describe the steps involved in implementing classical guidance using the SelfMotivation Training technique to improve student learning motivation at SMP Negeri 22 Bandar Lampung. Furthermore, this study also aims to identify supporting and inhibiting factors that influence the implementation of this service. This study used a qualitative approach with descriptive methods. The research subjects consisted of Guidance and Counseling teachers, homeroom teachers, and eighth-grade students at SMP Negeri 22 Bandar Lampung. Data collection was conducted through interviews, observation, and documentation to obtain comprehensive information regarding the implementation of classical guidance services using the Self-Motivation Training technique. Data analysis refers to the Miles and Huberman model, which includes three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. These three stages were carried out continuously throughout the research process to gain a deeper understanding of the data obtained. Data validity was tested through source triangulation and technique triangulation. The application of these two techniques aimed to increase data credibility and ensure that the research had an adequate level of validity. The results of the study indicate that classical guidance services using the Self-Motivation Training technique were implemented through several stages: planning, opening, core implementation, closing, follow-up, and evaluation. All stages were implemented systematically to support the achievement of the service's objective, which is to increase student learning motivation. During the core implementation stage, positive affirmation techniques and goal visualization were proven to significantly contribute to increasing students' enthusiasm for learning, self-confidence, and clarity ofv academic goals. These two techniques help students build confidence in their abilities and encourage them to focus more on achieving their learning targets. Supporting factors for service implementation include principal support, availability of facilities and infrastructure, collaboration between teachers, the competence of guidance and counseling (BK) teachers, student enthusiasm, parental support, and the availability of relevant service resources. These various factors play a crucial role in supporting the effectiveness of classical guidance and counseling in schools. On the other hand, this study also identified several inhibiting factors, including limited time for service implementation, an imbalance in the ratio of BK teachers to students, technical constraints on facilities and infrastructure, students' family circumstances, peer influence, and the lack of specific regulations governing the implementation of innovative techniques in guidance and counseling services. These factors have the potential to reduce service effectiveness if not addressed through appropriate strategies. Thus, classical guidance services using Self-Motivation Training techniques can be an effective alternative for increasing student learning motivation at SMP Negeri 22 Bandar Lampung. The findings of this study indicate that the success of a service is determined not only by the techniques used, but also by the support of various parties and the environmental conditions that support its implementation.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Bimbingan Konseling |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Bimbingan Konseling |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 08:02 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 08:02 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44899 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


