IMPLEMENTASI BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PESERTA DIDIK DI SMA MATHLA’UL ANWAR SINDANGSARI KECAMATAN CANDIPURO LAMPUNG SELATAN

SRI, LESTARI (2026) IMPLEMENTASI BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PESERTA DIDIK DI SMA MATHLA’UL ANWAR SINDANGSARI KECAMATAN CANDIPURO LAMPUNG SELATAN. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of BAB I DAN II DAPUS LAMPIRAN.pdf] PDF
Download (6MB)
[thumbnail of SKRIPSI FULL SRI LESTARI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

ABSTRAK Komunikasi adalah aktivitas fundamental bagi manusia yang memungkinkan individu untuk saling berinteraksi. Untuk membangun hubungan sosial yang baik, diperlukan adanya komunikasi interpersonal yang efektif di dalamnya. Komunikasi interpersonal sangat penting bagi manusia untuk memastikan kelangsungan hidupnya, karena melalui komunikasi ini, seseorang diharapkan dapat menunjukkan kehangatan, keterbukaan, kerjasama, dan mendapatkan dukungan dari orang yang diajak berbicara. Dalam konteks keluarga, masyarakat, dan sekolah, komunikasi interpersonal memainkan peran krusial dan merupakan aspek utama dalam berinteraksi dengan orang lain. Di SMA Mathla'ul Anwar Sindangsari belum pernah dilakukan layanan bimbingan kelompok dengan teknik assertif training. Pemecahan masalah yang berkaitan dengan proses belajar mengajar peserta didik diselesaikan dengan cara mengubah cara belajar mengajar atau melakukan diskusi kelas. Tentu saja hal yang demikian itu mengakibatkan tidak adanya ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan komunikasi interpersonal yang dimilikinya. Oleh karena itu, penelitian untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal peserta didik dengan memberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik yang belum pernah dilakukan oleh wali kelas ataupun guru perlu dilakukan. Teknik asertif training merupakan suatu teknik yang dapat diberikan kepada peserta didik dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi peserta didik, khususnya komunikasi interpersonal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah lima orang peserta didik kelas XI SMA Mathla’ul Anwar Sindangsari yang teridentifikasi memiliki keterampilan komunikasi interpersonal yang rendah. Data penelitian dikumpulkan menggunakan angket kemampuan komunikasi interpersonal sebagai instrumen utama, serta diperkuat dengan lembar observasi keaktifan proses selama layanan berlangsung. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif untuk melihat persentase kenaikan nilai rata-rata kelompok (klasikal) dari kondisi awal menuju tiap siklusnya. Indikator keberhasilan kelompok dalam penelitian ini ditetapkan minimal sebesar 80%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang sangat positif pada kemampuan komunikasi interpersonal peserta didik diiii setiap tahapnya. Pada kondisi awal (pre-test), rata-rata persentase kelompok hanya sebesar 60,50% (kriteria Rendah). Setelah diberikan tindakan pada Siklus I, nilai rata-rata kelompok meningkat menjadi 75,50% (kriteria Tinggi). Kenaikan ini mencapai puncaknya pada akhir Siklus II dengan nilai rata-rata kelompok menyentuh angka 82,50% (kriteria Sangat Tinggi). Hasil akhir tersebut membuktikan bahwa target indikator keberhasilan kelompok yang ditetapkan sebesar 80% telah berhasil dilampaui dengan baik. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpilkan bahwa implementasi bimbingan kelompok dengan teknik assertive training dapat meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal peserta didik di SMA Mathla’ul Anwar Sindangsari Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan. ABSTRAC Communication is a fundamental activity for humans that allows individuals to interact with each other. To build good social relationships, effective interpersonal communication is needed within them. Interpersonal communication is very important for humans to ensure their survival, because through this communication, a person is expected to be able to show warmth, openness, cooperation, and get support from the person they are talking to. In the context of family, society and school, interpersonal communication plays a crucial role and is the main aspect in interacting with other people. At Mathla'ul Anwar Sindangsari High School, group guidance services using assertive training techniques have never been provided. Solving problems related to the student's teaching and learning process is resolved by changing the way of teaching and learning or conducting class discussions. Of course, this results in no space for students to develop their interpersonal communication skills. Therefore, research to improve students' interpersonal communication skills by providing group guidance services using techniques that have never been used by homeroom teachers or teachers needs to be carried out. Assertive training technique is a technique that can be given to students with the aim of improving students' communication skills, especially interpersonal communication. The method used in this research is Guidance and Counseling Action Research (GCAR), which was conducted in two cycles. Each cycle consists of four main stages: planning, acting, observing, and reflecting. The subjects of this research were five grade XI students of SMA Mathla’ul Anwar Sindangsari who were identified as having low interpersonal communication skills. The research data were collected using an interpersonal communication skills questionnaire as the main instrument, which was further supported by observation sheets measuring active participation during the sessions. The obtained data were then analyzed using descriptive statistical techniques to observe the percentage increase in the group's (classical) average score from the baseline condition to each cycle. The indicator of group success in this research was set at a minimum of 80%. The research results indicated a highly positive increase in the students' interpersonal communication skills at each stage. In the initial condition (pre-test), the group's average percentage was only 60.50% (Low criteria). After the intervention in Cycle I, the group's average score increased to 75.50% (High criteria). This increase reached its peak at the end of Cycle II, with the group's average scorev touching 82.50% (Very High criteria). These final results prove that the set group success indicator target of 80% was successfully surpassed. Based on these findings, it can be concluded that the implementation of group guidance using assertive training techniques can improve the interpersonal communication skills of students at SMA Mathla’ul Anwar Sindangsari, Candipuro District, Lampung Selatan Regency.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Bimbingan Konseling
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Bimbingan Konseling
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 14 Jul 2026 07:44
Last Modified: 14 Jul 2026 07:44
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44894

Actions (login required)

View Item View Item