SHENNY, SANDRA DEWI (2026) HYPNOTERAPI DALAM MENGATASI POST-TRAUMATIC STRESS DISORDER (PTSD) PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI KLINIK GRIYA BAHAGIA SEHAT BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan permasalahan sosial yang masih menjadi fenomena laten di tengah masyarakat Indonesia. Fakta di masyarakat menunjukkan bahwa sebagian besar korban KDRT adalah perempuan atau istri. Kekerasan memiliki dampak negatif yang serius bagi korban. Korban sering mengalami berbagai gangguan psikologis, seperti depresi, kecemasan, dan gangguan stres pasca trauma. Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) atau yang biasa dikenal dengan gangguan stress pasca trauma adalah respons psikologis yang timbul akibat pengalaman traumatis, peristiwa tersebut mengancam keselamatan seseorang atau menimbulkan perasaan tidak nyaman dan gangguan emosional. Klinik griya bahagia sehat adalah salah satu klinik terapi di bandar lampung merupakan sebuah tempat yang memberikan bantuan kepada klien yang mengalami Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) korban KDRT. Berdasarkan permasalahan diatas maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji proses Hypnoterapi yang digunakan untuk mengatasi Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada Perempuan Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga di Klinik Griya Sehat Bandar Lampung. Jenis penelitian ini yaitu penelitian lapangan (field research) bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data pada penelitian berjumlah 4 informan terdiri dari 1 terapis dan 3 klien PTSD. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang telah didapat kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses hypnoterapi melalui 5 tahapan, yaitu: pre-induction, induction, deepening, hypnotic sugestion, dan termination. Dengan menggunakan teknik fixation eye (memusatkan pandangan pada satu objek) dan progressive relaxation (merelaksasikan setiap bagian tubuh), teknik visualisasi dan hitungan mundur, teknik hypnotic regression (membawa klien mundur ke masa lampau) dan forgiveness therapy (terapi pemafaan), dan terakhir teknik hitungan maju. Dalam hal ini hypnoterapi terbukti membantu mengatasi Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada korban kekerasan dalam rumah tangga, karena memberikan perubahan positif dalam kondisi psikologis klien, sehingga memungkinkan mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih tenang, nyaman dan aman. Kata kunci: Hypnoterapi, Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), Klien Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Domestic Violence (DV) is a social problem that remains a latent phenomenon in Indonesian society. Social data shows that the majority of domestic violence victims are women or wives. Violence has serious negative consequences for victims. Victims often experience various psychological disorders, such as depression, anxiety, and post-traumatic stress disorder. Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), commonly known as post-traumatic stress disorder, is a psychological response arising from a traumatic experience-an event that threatens a person’s safety or causes feelings of discomfort and emotional distress. Griya Bahagia Sehat Clinic, a therapy clinic in Bandar Lampung, is a facility that provides assistance to clients suffering from Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) who are victims of domestic violence. Based on the issues outlined above, the objective of this study is to examine the hypnotherapy process used to treat Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) in women who are victims of domestic violence at the Griya Sehat Clinic in Bandar Lampung. This study is a descriptive field study using a qualitative approach. The data sources for this study consisted of four informants: one therapist and three clients with PTSD. Data collection techniques included interviews, observation, and documentation. The data obtained were then analyzed using the following techniques: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study show that the hypnotherapy process consists of five stages: pre-induction, induction, deepening, hypnotic suggestion, and termination. Using eye fixation (focusing the gaze on a single object) and progressive relaxation (relaxing each part of the body), visualization and countdown techniques, hypnotic regression (guiding the client back to the past), forgiveness therapy, and finally, the forward-counting technique. In this context, hypnotherapy has been proven to help treat Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) in victims of domestic violence, as it brings about positive changes in the clients’ psychological state, enabling them to lead calmer, more comfortable, and safer lives. Keywords: Hypnotherapy, Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), Clients Who Are Victims of Domestic Violence
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Bimbingan Konseling Islam |
| Divisions: | Psikologi Islam > Bimbingan Konseling Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 05:15 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 05:15 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44868 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


