Rina, Matu Zakiyah (2026) PERAN KEPEMIMPINAN KIAI DALAM MANAJEMEN PEMBINAAN AKHLAK SANTRI DI PONDOK PESANTREN NASHIHUDDIN BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (6MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang “Peran Kepemimpinan Kiai Dalam Manajemen Pembinaan Akhlak Santri Di Pondok Pesantren Nashihuddin Bandar Lampung.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepemimpinan kiai dalam membina akhlak santri di pondok pesantren. Kiai tidak hanya berperan sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan dalam proses pembentukan akhlak santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepemimpinan kiai dalam merencanakan, mengorganisasikan, dan melaksanakan pembinaan akhlak santri di Pondok Pesantren Nashihuddin Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek yang terlibat dalam penelitian ini meliputi kiai, ustadz, pengurus, santri, serta wali santri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Sementara itu, analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Peran kepemimpinan kiai dalam merencanakan pembinaan akhlak santri di Pondok Pesantren Nashihuddin Bandar Lampung diwujudkan melalui penetapan tujuan pembinaan yang berorientasi pada pembentukan santri yang berakhlakul karimah, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kiai juga berperan dalam menyusun program-program pembinaan akhlak, menetapkan nilai-nilai akhlak yang akan ditanamkan kepada santri, serta melibatkan ustadz dan pengurus melalui musyawarah dalam proses perencanaan. Program pembinaan yang direncanakan meliputi pengajian kitab Akhlaqul Banin, Ta'limul Muta'allim, dan Taisirul Kholaq, pembiasaan salat berjamaah, pembacaan Al-Qur’an, pemberian nasihat, serta penerapan tata tertib pesantren. 2) Peran kepemimpinan kiai dalam mengorganisasikan pembinaan akhlak santri di Pondok Pesantren Nashihuddin Bandar Lampung diwujudkan melalui pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas antara ustadz dan pengurus pesantren, pelaksanaan koordinasi dan komunikasi secara rutin, serta kerja sama dengan wali santri dalam mendukung pembinaan akhlak. Kiai berperan sebagai pemimpin yangiii mengarahkan, mengoordinasikan, dan mengawasi seluruh unsur yang terlibat dalam pembinaan akhlak sehingga setiap pihak dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan peran masing-masing. Dengan adanya pengorganisasian yang baik, proses pembinaan akhlak dapat berlangsung secara terarah, teratur, dan berkesinambungan. 3) Peran kepemimpinan kiai dalam melaksanakan pembinaan akhlak santri di Pondok Pesantren Nashihuddin Bandar Lampung diwujudkan melalui keterlibatan langsung dalam membimbing, mengarahkan, dan membina santri melalui berbagai kegiatan keagamaan serta kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren. Pelaksanaan pembinaan akhlak dilakukan melalui pengajian kitab akhlak, pembiasaan ibadah berjamaah, pemberian nasihat, penerapan tata tertib pesantren, serta keteladanan yang diberikan oleh kiai. Dalam pelaksanaannya, kiai menerapkan metode keteladanan, pembiasaan, nasihat, pengawasan, dan pendampingan sehingga nilai-nilai akhlakul karimah dapat tertanam dalam diri santri. Kiai juga mengedepankan pendekatan pembinaan dan perbaikan perilaku dalam menangani pelanggaran yang dilakukan santri, sehingga pembinaan akhlak dapat berjalan secara efektif dan memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter santri. ABSTRACT This study discusses the "Role of Kiai Leadership in the Management of Moral Development of Students at the Nashihuddin Islamic Boarding School in Bandar Lampung." This study is motivated by the importance of the role of kiai leadership in developing the morals of students in Islamic boarding schools. Kiai not only plays a role as a leader, but also as an educator, guide, and role model in the process of forming the morals of students. This study aims to determine the role of kiai leadership in planning, organizing, and implementing the moral development of students at the Nashihuddin Islamic Boarding School in Bandar Lampung. This study employed a qualitative approach with field research. Subjects included kiai (Islamic religious teachers), ustadz (Islamic teachers), administrators, students, and guardians. Data collection techniques included in-depth interviews, observation, and documentation. Data analysis was conducted using descriptive qualitative methods, including data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that: 1) The leadership role of the kiai in planning the moral development of students at the Nashihuddin Islamic Boarding School in Bandar Lampung is realized through the determination of development goals that are oriented towards the formation of students who have good morals, are disciplined, responsible, and are able to practice Islamic teachings in everyday life. The kiai also plays a role in compiling moral development programs, determining moral values that will be instilled in students, and involving ustadz and administrators through deliberation in the planning process. The planned development programs include studying the books Akhlaqul Banin, Ta'limul Muta'allim, and Taisirul Kholaq, getting used to praying in congregation, reading the Qur'an, giving advice, and implementing Islamic boarding school regulations. 2) The leadership role of the kiai in organizing the moral development of students at the Nashihuddin Islamic Boarding School in Bandar Lampung is realized through a clear division of tasks and responsibilities between the ustadz and the boarding school administrators, the implementation of regular coordination and communication, and cooperation with the guardians of students in supporting moral development. The kiai plays a role asv a leader who directs, coordinates, and supervises all elements involved in moral development so that each party can carry out their duties and responsibilities according to their respective roles. With good organization, the moral development process can take place in a directed, orderly, and sustainable manner. 3) The leadership role of the kiai in implementing the moral development of students at the Nashihuddin Islamic Boarding School in Bandar Lampung is realized through direct involvement in guiding, directing, and fostering students through various religious activities and daily life in the boarding school environment. The implementation of moral development is carried out through studying moral books, getting used to congregational worship, giving advice, implementing Islamic boarding school regulations, and being an example given by the kiai. In practice, the kiai employs methods of role modelling, habituation, advice, supervision, and mentoring to instill noble moral values in the students. The kiai also prioritizes a coaching and behavioral improvement approach in addressing student violations, ensuring effective moral development and a positive impact on character development.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Manajemen Pendidikan Islam |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Manajemen Pendidikan Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 07 Jul 2026 03:23 |
| Last Modified: | 07 Jul 2026 03:23 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44692 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


