PENGARUH TRANSPARANSI KOMUNIKASI, RESPONSIBILITY INDIVIDU, DAN AKUNTABILITAS INDIVIDU TERHADAP PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DITINJAU DALAM PERSPEKTIF MANAJEMEN SUMBER DAYA INSANI (Studi Pada Karyawan Ayam Sambal Ladas Di Kota Bandar Lampung)

RISALATUL, FATIMAH AZZAHRO (2026) PENGARUH TRANSPARANSI KOMUNIKASI, RESPONSIBILITY INDIVIDU, DAN AKUNTABILITAS INDIVIDU TERHADAP PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DITINJAU DALAM PERSPEKTIF MANAJEMEN SUMBER DAYA INSANI (Studi Pada Karyawan Ayam Sambal Ladas Di Kota Bandar Lampung). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of ARTIKEL MUNAQ (1).pdf] PDF
Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Penerapan GCG di lapangan masih menghadapi berbagai hambatan, terutama pada sektor UMKM. Padahal, sektor ini berperan signifikan dalam perekonomian nasional. Hambatan utama muncul dari keterbatasan sumber daya serta budaya organisasi. Di Provinsi Lampung tercatat sebanyak 88.069 jumlah UMKM, ini didominasi oleh Kota Bandar Lampung yang mencapai 51.630 pada Juli 2025. Salah satu UMKM yang beroperasi di wilayah Kota Bandar Lampung adalah Ayam Sambal Ladas, sebuah usaha kuliner yang berdiri sejak tahun 2019. Keberadaan UMKM pada salah satu Kota di Provinsi Lampung dengan jumlah dan perkembangan UMKM tertinggi tersebut memberikan peluang menarik untuk diteliti, terutama dalam konteks pengelolaan usaha. Penelitian ini difokuskan pada penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance(GCG) pada Ayam Sambal Ladas, dalam menjalankan operasional usahanya. Dengan mengkaji implementasi GCG pada UMKM yang berkembang di wilayah potensial tersebut, penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran bagaimana tata kelola yang baik dapat mendorong kinerja dan keberlanjutan usaha kuliner di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh prinsip-prinsip utama GCG pada skala individu terhadap penerapan GCG dalam perspektif Manajemen Sumber Daya Insani Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatif. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 35 karyawan sebagai sempel dengan metode nonprobability sampling. Analisis melalui regresi linier berganda, uji t, F, dan koefisien determinasi. Hasil menunjukkan secara parsial transparansi komunikasi berpengaruh signifikan, sementara responsibility dan akuntabilitas individu tidak signifikan. Secara simultan, ketiganya berpengaruh terhadap GCG. Dalam perspektif MSDI Islam, rendahnya responsibility dan akuntabilitas mencerminkan ketidakoptimalan taqwa, hisab, dan muhasabah dhatiyyah guna mewujudkan amanah khalifah. Kata Kunci: Good Corporate Governance, Transparansi Komunikasi, Responsibility Individu, Akuntabilitas Individu, UMKM, Manajemen Sumber Daya Insani.ABSTRACT The implementation of Good Corporate Governance (GCG) in practice still faces various challenges, particularly in the Micro, Small, and Medium Enterprises (MSME) sector, which plays a significant role in the national economy. Major obstacles arise from limited resources and organizational culture. In Lampung Province, there are 88,069 MSMEs recorded, dominated by Bandar Lampung City with 51,630 as of July 2025. One operating MSME in Bandar Lampung is Ayam Sambal Ladas, a culinary business established in 2019. The presence of MSMEs in Lampung's leading city in terms of quantity and growth offers a compelling research opportunity, especially in business management. This study focuses on the application of GCG principles at Ayam Sambal Ladas in its operations. By examining GCG implementation in growing MSMEs in this potential region, the research aims to illustrate how good governance can drive performance and sustainability of local culinary businesses. This study aims to analyze the influence of key individual-level GCG principles on GCG implementation from the perspective of Islamic Human Resource Management. It employs a quantitative explanatory approach. Primary data were collected via questionnaires distributed to 35 employees as samples using nonprobability sampling. Analysis involved multiple linear regression, t-test, F-test, and coefficient of determination. Results indicate that transparency in communication significantly influences GCG partially, while individual responsibility and accountability do not. Simultaneously, all three variables significantly affect GCG. From the Islamic HR Management perspective, low responsibility and accountability reflect suboptimal taqwa (god-consciousness), hisab (deed reckoning), and muhasabah dhatiyyah (selfaccountability) to realize the amanah (trust) of khalifah (vicegerent). Keywords: Good Corporate Governance, Communication Transparency, Individual Responsibility, Individual Accountability, MSMEs, Islamic Human Resource Management. PENDAHULUAN Prinsip Good Corporate Governance (GCG) merupakan seperangkat pedoman yang bertujuan memastikan bahwa pengelolaan perusahaan berjalan secara jujur, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Gagasan mengenai perlunya tata kelola perusahaan yang baik semakin mengemuka setelah terungkapnya skandal besar Enron pada tahun 2001, yang menjadi titik balik bagi munculnya perhatian internasional terhadap praktik korporasi yang sehat. Sebagai respons terhadap peristiwa tersebut, berbagai lembaga global, seperti Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), kemudian merumuskan seperangkat prinsip GCG yang diakui secara universalsebagai standar praktik tata kelola perusahaan yang ideal. 1 Good Corporate Governance (GCG) juga dipandang sebagai landasan penting dalam praktik bisnis masa kini karena berfungsi memastikan bahwa perusahaan dikelola secara terbuka, dapat dipertanggungjawabkan, dan berorientasi pada tanggung jawab sosial. Penerapan prinsip ini diyakini mampu memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan serta mendukung keberlangsungan organisasi. Penerimaan global terhadap GCG semakin menguat setelah krisis finansial 2008, ketika banyak perusahaan multinasional mengalami kegagalan tata kelola yang berujung pada kerugian ekonomi besar-besaran. Fenomena ini memperlihatkan bahwa GCG tidak hanya merupakan pedoman etika, tetapi juga instrumen strategis untuk memperkuat kinerja dan daya saing organisasi di tengah dinamika bisnis global yang semakin menantang. 2 Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berwenang mengatur perusahaan BUMN, membuat prinsip-prinsip GCG sesuai peraturan Menteri BUMN 1 Rudy Harjanto, Manajemen Risiko Substansi dan Fundamental, ed. oleh monalisa, 2 ed. (Depok: Rajawali Pers PT Rajagrafindo, 2024). 2 Thomas S. Kaihatu, “Good Corporate Governance Dan Penerapannya Di Indonesia,” Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan 8 (2025): 1–9, https://doi.org/https://doi.org/10.9744/jmk.8.1.pp.%201-9.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Manajemen Bisnis Syariah
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Manajemen Bisnis Syariah
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 07 Jul 2026 03:12
Last Modified: 07 Jul 2026 03:12
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44684

Actions (login required)

View Item View Item