JIHAN, THALIA PUTRI (2026) ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI PEMBIAYAAN MURABAHAH BERDASARKAN PSAK 102 TERHADAP PEMBELIAN KPR (Studi pada Bank BSI Cabang Kota Bandar Lampung). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (2MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Perkembangan industri perbankan umum syariah di Indonesia semakin inovatif, yang ditandai dengan semakin beragamnya produk dan layanan yang ditawarkan sesuai dengan prinsip prinsip syariah. Salah satu produk perbankan syariah adalah akad jual beli murabahah. Murabahah adalah akad jual beli antara bank dan nasabah, di mana bank menyebutkan harga beli barang dan menambahkan margin keuntungan yang disepakati bersama untuk dijual kepada nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlakuan akuntansi pembiayaan murabahah berdasarkan PSAK 102 untuk pembelian KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) di Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Bandar Lampung dan untuk menganalisis kesesuaian antara praktik akuntansi bank dengan persyaratan pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan yang ditetapkan dalam PSAK 102. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan karyawan Bank Syariah Indonesia Cabang Diponegoro Bandar Lampung yang terlibat dalam pelaksanaan pembiayaan murabahah, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen perusahaan, PSAK 102, literatur, dan sumber pendukung lainnya. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, dokumentasi, dan tinjauan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan akuntansi pembiayaan murabahah untuk pembelian KPR di BSI Cabang Bandar Lampung umumnya sesuai dengan PSAK 102. Harga jual ditentukan berdasarkan harga akuisisi rumah ditambah margin yang disepakati pada awal kontrak. Aset murabahah diakui sebagai persediaan pada saat perolehan dan diklasifikasikan ulang sebagai piutang murabahah pada harga jual saat pengiriman kepada pelanggan, dengan margin proporsional yang diakui selama periode pembiayaan. Selanjutnya, perlakuan terhadap biaya pra-kontrak, penyelesaian dipercepat, keterlambatan pembayaran, dan pembentukan kerugian penurunan nilai (CKPN) telah dilakukan sesuai dengan peraturan. Secara keseluruhan, praktik akuntansi untuk pembiayaan murabahah sesuai dengan PSAK 102, meskipun ada aspek yang belum sepenuhnya dijelaskan mengenai pengukuran persediaan murabahah pada nilai terendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih (NRV). Kata kunci: Murabahah, PSAK 102, Pembiayaan KPR, Bank Syariah Indonesia.ABSTRACT The development of the Islamic general banking industry in Indonesia is increasingly innovative, as evidenced by the increasing diversity of products and services offered in accordance with Sharia principles. One such Sharia banking product is the murabahah sale and purchase contract. Murabahah is a sale and purchase contract between a bank and a customer, in which the bank specifies the purchase price of an item and adds a mutually agreed-upon profit margin for the sale to the customer. This study aims to analyze the accounting treatment of murabahah financing based on PSAK 102 for the purchase of KPR (Home Ownership Credit) at Bank Syariah Indonesia (BSI) Bandar Lampung Branch and to analyze the conformity of the bank's accounting practices with the recognition, measurement, presentation, and disclosure requirements stipulated in PSAK 102. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The data used consist of primary and secondary data. Primary data was obtained through interviews with employees of Bank Syariah Indonesia Diponegoro Branch, Bandar Lampung, who are involved in the implementation of murabahah financing, while secondary data was obtained from company documents, PSAK 102, literature, and other supporting sources. Data collection techniques included interviews, documentation, and a literature review. The results of this study indicate that the accounting treatment for murabahah financing for mortgage purchases at BSI's Bandar Lampung Branch generally complies with PSAK 102. The selling price is determined based on the house's acquisition price plus an agreed-upon margin at the inception of the contract. Murabahah assets are recognized as inventory upon acquisition and reclassified as murabahah receivables at the selling price upon delivery to the customer, with a proportional margin recognized over the financing period. Furthermore, the treatment of pre-contract costs, accelerated settlement, late payments, and the provision for impairment losses (CKPN) is in accordance with regulations. Overall, the accounting practices for murabahah financing comply with PSAK 102, although there are aspects that have not been fully explained regarding the measurement of murabahah inventory at the lower of cost or net realizable value (NRV). Keywords: Murabahah, PSAK 102, Home Ownership Financing, Bank Syariah Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Bimbingan Konseling Konsentrasi Akuntansi Syariah |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Konsentrasi Akuntansi Syariah |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 02:38 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 02:38 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44616 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


