M HABIB, FADHILA (2026) PENYEBAB PENUNDAAN PERNIKAHAN PADA KALANGAN MILENIAL ANALISIS MASLAHAH MURSALAH. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (4MB) |
Abstract
Abstract This study examines marriage delay among Millennials in Bandar Lampung City through the lens of maslahah mursalah. Globalization fosters individualistic values, prioritizing career, financial independence, and personal achievement, alongside economic pressures like high living costs, inflation, and post-pandemic uncertainty. Statistics Indonesia (BPS) data reveals rising average marriage ages, clashing with Islamic sunnah's goals of tranquility (sakinah) and pious offspring. Employing qualitative methods interviews, observations, and Miles-Huberman analysis the research identifies marriage delay as potential maslahah hajiyyah, safeguarding family well being (hifẓ al-māl) and rational selfdetermination (hifẓ al-‘aql), provided it remains moderate and avoids endangering lineage preservation (hifẓ an-nasl). Prolonged delays, however, risk harms like declining birth rates and loneliness. The study concludes a tension between Islamic teachings and modern realities demanding holistic readiness. Maslahah mursalah resolves this by balancing jalb al-maṣāliḥ (benefits of independence) and dar’ al-mafāsid (averting long-term harms). This contributes to contemporary ijtihad in Indonesia, reinforcing marriage as a sacred, peaceful institution amid globalization's dynamics. Abstrak Penelitian ini menganalisis fenomena penundaan pernikahan generasi Milenial di Kota Bandar Lampung menggunakan perspektif Maslahah Mursalah. Di era globalisasi, Milenial cenderung menunda pernikahan akibat nilai individualisme yang mengutamakan pencapaian pribadi, karier, dan kemandirian finansial, serta faktor ekonomi seperti biaya hidup tinggi, inflasi, dan ketidakpastian pascapandemi. Data BPS menunjukkan peningkatan rata-rata usia pernikahan yang bertentangan dengan sunnah muakkadah pernikahan dalam Islam untuk mencapai ketenangan dan keturunan saleh. Dengan metode kualitatif melalui wawancara, observasi, dan analisis Miles-Huberman, penelitian menemukan bahwa penundaan pernikahan dapat menjadi Maslahah Hajiyyah untuk menjaga hifẓ almāl dan hifẓ al-‘aql selama tidak berlebihan dan tidak mengancam hifẓ an-nasl. Namun jika berkepanjangan, berpotensi menimbulkan mafsadah seperti penurunan angka kelahiran dan kesepian. Penelitian ini menyimpulkan adanya konflik antara ajaran Islam dengan realitas sosial modern yang menuntut kesiapan holistik. Perspektif Maslahah Mursalah menawarkan solusi praktis dengan menekankan keseimbangan jalb al-maṣāliḥ (manfaat kemandirian) dan dar’almafāsid (pencegahan kerusakan jangka panjang). Penelitian ini berkontribusi pada ijtihad kontemporer di Indonesia agar pernikahan tetap menjadi institusi suci yang mendatangkan ketenangan di tengah dinamika globalisasi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 06:47 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 06:47 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44588 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


