LAYANAN KONSELING INDIVIDU TEKNIK ACCEPTENCE AND COMMITMENT THERAPY (ACT) DALAM MEREDUKSI KECANDUAN PENGGUNAAN GADGET PADA PESERTA DIDIK DI MA NEGERI 1 BANDAR LAMPUNG

OLAU. M., REZA. ARFANDI (2026) LAYANAN KONSELING INDIVIDU TEKNIK ACCEPTENCE AND COMMITMENT THERAPY (ACT) DALAM MEREDUKSI KECANDUAN PENGGUNAAN GADGET PADA PESERTA DIDIK DI MA NEGERI 1 BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of bab 1,2,5 dapus & lampiran.pdf] PDF
Download (8MB)
[thumbnail of Skripsi Olau UNESCO (5).pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (10MB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh peserta didik yang terindikasi mengalami kecanduan penggunaan gadget yang terjadi di sekolah. Kecanduan gadget dideskripsikan sebagai ketakutan yang dikarenakan ponsel atau internet berada jauh dari jangkauan pemiliknya, sehingga menimbulkan rasa cemas pada peserta didik. terkait dengan kecanduan gadget yang menyebabkan minimnya keterbukaan pada diri sendiri dan orang lain, tidak efektif dalam menyerap informasi, dan tidak berani untuk bergerak dari zona nyamannya. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi yang melibatkan peserta didik dan guru bimbingan dan konseling untuk memperoleh data primer. Sedangkan, untuk memperoleh data sekunder diperoleh dari guru bimbingan dan konseling MA Negeri 1 Bandar Lampung seperti Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL), absensi dan buku catatan kasus. Serta, sampel pada penelitian ini berjumlah 2 peserta didik yang merupakan kelas 11 dan 12 dan penggunaan metode deskriptif kualitatif menjadi metode yang akan digunakan dalam penelitian kedepannya. Semua data tersebut merupakan bahan untuk mendeskripsikan layanan konseling individu teknik Acceptance and Commitment Therapy (ACT) dalam mereduksi kecanduan gadget pada peserta didik di MA Negeri 1 Bandar Lampung. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pelaksanakan layanan konseling individu teknik Acceptance and Commitment Therapy (ACT) yang dilaksanakan oleh guru bimbingan dan konseling kepada peserta didik dalam mereduksi kecanduan gadget dilaksanakan secara terstruktur dan realistis, dimulai dari menyetujui untuk melaksanakan kegiatan layanan konseling individu, penyusunan RPL dengan mencakup tujuan layanan, tema, penentuan sesi, teknik dan strategi yang digunakan, hingga penentuan waktu dan tempat pelaksanaan layanan yang disesuaikan dengan jadwal di sekolah. Tahapan pelaksanaan dilakukan secara sistematis sesuai model Acceptance and Commitment Therapy yang mencakup tahapan accepting, cognitive defusion, mindfulness, observing self, values dan commitment. Peserta didik menunjukkan adanya perubahan positif dalam mengatur penggunaan gadgetnya, seperti menjadwal kegiatan yang akan dilakukan dalam sehari tersebut, lebih terlibat dalam diskusi serta aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Meskipun terdapat tantangan dalam proses pelaksanaan, guru bimbingan konseling mampu mengatasinya melalui pendekatan yang fleksibel dan pemahaman terhadap karakter para peserta didik. Temuan ini menegaskan pentingnya inovasi dalam metode konseling dan adaptasi terhadap kebutuhaniii peserta didik serta peran guru bimbingan konseling sebagai fasilitator yang efektif dalam mereduksi kecanduan gadget yang dialami oleh peserta didik. ABSTRACT The study was motivated by students who were indicated to be addicted to using gadgets at school. Gadget addiction is described as a fear caused by the owner’s mobile phone or internet being out of reach., causing anxiety in students. Gadget addiction causes a lack of openness to oneself and others, ineffective absorption of information and a reluctance to move out of one’s comfort zone. This study used data collection techniques such as interview, observation and documentation involving students and guidance and counseling teacher at MA Negeri 1 Bandar Lampung, such as the Service Implementation Plan (RPL), attendance records and case notes. The sample in this study consisted of two students in grades 11 and 12 and the qualitative descriptive method was used in this study. All of this data was used to describe individual counseling services using Acceptance and Commitment Therapy (ACT) techniques to reduce gadget addiction among students at MA Negeri 1 Bandar Lampung. The results of this study indicate that the implementation of individual counseling services using Acceptance and Commitment Therapy (ACT) techniques by guidance and counseling teachers to students in reducing gadget addiction was carried out in a structured and realistic mannaer, starting from agreeing to carry out individual counseling services, preparing an RPL that included service objectives, themes, session determination, techniques and strategies used, to determining the time and place of service delivery in accordance with the school schedule. The implementation stages were carried out systematically in accordance with the Acceptance and Commitment Therapy model, which includes the stages of accepting, cognitive defusion, mindfulness, observing self, values, and commitment. Students showed positive changes in managing their gadget use, such as scheduling activities for the day, becoming more involved in discussions and being more active in teaching and learning activities. Although there were challenges in the implementation process, the guidance counsellors were able to overcome them through a flexible approach and understanding of the students’ characters. These findings emphasize the importance of innovation in counseling methods and adaptation to students’ needs, as well as the role of guidance counselors as effective facilitators in reducing gadget addiction among students.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Bimbingan Konseling
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Bimbingan Konseling
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 30 Jun 2026 04:17
Last Modified: 30 Jun 2026 04:17
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44530

Actions (login required)

View Item View Item