TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG PRAKTIK PENGUPAHAN PEKERJA HARIAN KEBUN MANGGIS BERDASARKAN JUMLAH HASIL PANEN (Studi di Desa Tanjung Harapan Kecamatan Kota Bumi Selatan Kabupaten Lampung Utara)

SUCI, RUARDIASTYE (2026) TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG PRAKTIK PENGUPAHAN PEKERJA HARIAN KEBUN MANGGIS BERDASARKAN JUMLAH HASIL PANEN (Studi di Desa Tanjung Harapan Kecamatan Kota Bumi Selatan Kabupaten Lampung Utara). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 SUCI.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of SKRIPSI SUCI RUARDIASTYE.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas praktik pengupahan pekerja harian kebun manggis di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Kota Bumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, yang dilakukan berdasarkan jumlah hasil panen tanpa adanya kesepakatan upah yang jelas sejak awal. Sistem ini menimbulkan ketidakpastian yang bertentangan dengan prinsip ujrah dalam hukum Islam, karena para pekerja tidak mengetahui besaran upah sebelum bekerja dan sering menerima bayaran yang tidak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan. Praktik tersebut mencerminkan lemahnya pemahaman masyarakat terhadap akad kerja dalam Islam serta tidak adanya pengawasan dan perjanjian formal antara pekerja dan pemberi kerja. Kajian ini penting untuk meninjau kesesuaian praktik pengupahan tersebut dengan prinsip keadilan dan kejelasan dalam hukum Islam, serta memberikan pemahaman tentang penerapan akad ujrah yang benar guna mewujudkan hubungan kerja yang adil dan sejahtera. Dalam penelitian ini maka rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana praktik pengupahan pekerja harian kebun manggis berdasarkan jumlah hasil panen di Desa Tanjung Harapan Kecamatan Kota Bumi Selatan Kabupaten Lampung Utara dan bagaimana tinjauan hukum islam terhadap praktik pengupahan pekerja harian kebun manggis berdasarkan jumlah hasil panen di Desa Tanjung Harapan Kecamatan Kota Bumi Selatan Kabupaten Lampung Utara. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research), yaitu di Desa Tanjung Harapan Kecamatan Kota Bumi Selatan Kabupaten Lampung Utara. Informan penelitian berjumlah 5 orang yaitu Bapak Dani selaku pemilik, bapak Bambang selaku pemborong, dan 3 orang pekerja harian kebun manggis yaitu Rony, Andre, dan Aji. Hasil penelitian ini yaitu Praktik pengupahan pekerja harian kebun manggis di Desa Tanjung Harapan masih bersifat tradisional dan belum memenuhi prinsip keadilan serta kejelasan dalam hubungan kerja. Sistem upah berdasarkan hasil panen tanpa perjanjian tertulis menimbulkan ketidakpastian, ketimpangan, dan potensi ketidakadilan antara pekerja dan pemberi kerja.Tinjauan hukum Islam terhadap praktik pengupahan pekerja harian kebun manggis di Desa Tanjung Harapan menunjukkan bahwa sistem yang diterapkan belum sesuai dengan prinsip ujrah dalam Islam. Ketidakjelasan dalam penentuan upah, waktu pembayaran, dan dasar perhitungannya yang merugikan pekerja serta melanggar prinsip keadilan dan keterbukaan. ABSTRACT This study examines the practice of paying wages to daily mangosteen orchard workers in Tanjung Harapan Village, Kota Bumi Selatan District, North Lampung Regency, based on the harvest volume without a clear wage agreement from the outset. This system creates uncertainty that contradicts the principle of ujrah (price-based wage) in Islamic law, as workers are unaware of the wage amount before starting work and often receive payments that are disproportionate to their labor. This practice reflects the community's weak understanding of Islamic employment contracts and the lack of supervision and formal agreements between workers and employers. This study is important to assess the compliance of these wage practices with the principles of justice and clarity in Islamic law, as well as to provide an understanding of the correct application of the ujrah contract to create a just and prosperous employment relationship. The research questions are as follows: What is the practice of paying wages to daily mangosteen orchard workers based on the harvest volume in Tanjung Harapan Village, Kota Bumi Selatan District, North Lampung Regency, and what is the Islamic legal perspective on the practice of paying wages to daily mangosteen orchard workers based on the harvest volume in Tanjung Harapan Village, Kota Bumi Selatan District, North Lampung Regency? This research is qualitative, descriptive in nature, and tends to utilize an inductive analysis approach. This study included field research in Tanjung Harapan Village, Kota Bumi Selatan District, North Lampung Regency. The research informants were five individuals: Mr. Dani, the owner, Mr. Bambang, the contractor, and three daily mangosteen workers: Rony, Andre, and Aji. The results of this study indicate that the wage practices of daily mangosteen workers in Tanjung Harapan Village remain traditional and do not meet the principles of fairness and clarity in employment relationships. The harvest-based wage system, without a written agreement, creates uncertainty, inequality, and potential injustice between workers and employers. A review of Islamic law on the wage practices of daily mangosteen workers in Tanjung Harapan Village indicates that the system implemented does not align with the Islamic principle of ujrah (usury). The ambiguity in wage determination, payment timing, and calculation basis disadvantage workers and violate the principles of fairness and transparency.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 25 Jun 2026 07:43
Last Modified: 25 Jun 2026 07:43
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44467

Actions (login required)

View Item View Item