DENI, PRATAMA (2026) TINJAUAN HUKUM KELUARGA ISLAM TERHADAP PELEPASAN TANGGUNG JAWAB ORANG TUA MENGASUH ANAK PADA PASANGAN YANG BERCERAI (Studi Di Desa Karang Anyar Kecamatan Selagai Lingga Kabupaten Lampung Tengah). https://doi.org/10.56370/jhlg.v7i2.3446, 7 (2). pp. 1-75. ISSN -
|
PDF
Download (9MB) |
Abstract
ABSTRAK Perceraian orang tua sering diikuti pelepasan tanggung jawab pengasuhan anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik pelepasan tanggung jawab orang tua mengasuh anak pasca perceraian serta menelaahnya dalam perspektif hukum keluarga Islam dan hukum positif Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pengasuhan anak dialihkan secara de facto kepada kakek-nenek tanpa penetapan hukum formal, yang disebabkan faktor ekonomi, pekerjaan, ketidakmampuan orang tua menjalankan pengasuhan dan pernikahan Kembali. praktik ini menimbulkan kesenjangan antara norma hukum dan realitas sosial. Meskipun terdapat keterbatasan usia dan ekonomi pengasuhan kakeknenek mampu memenuhi kebutuhan dasar dan pembinaan moral anak. Dalam hukum Islam, pengalihan dibenarkan berdasarkan kemaslahatan anak, namun kewajiban nafkah tetap melekat pada orang tua biologis untuk memberikan nafkah, perlindungan, pendidikan, dan pemeliharaan kepada anak. Penelitian ini menemukan adanya kesenjangan antara norma hukum dan realitas sosial, sehingga diperlukan kejelasan perlindungan hukum mengenai tanggung jawab nafkah guna menjamin kepastian status pengasuhan dan pemenuhan hak-hak anak pasca perceraian. ABSTRACT Parental divorce is often followed by a relinquishment of childcare responsibilities. This study aims to analyze the practice of parental responsibility for childcare after divorce and examine it from the perspective of Islamic family law and positive Indonesian law. This study uses an empirical method with a sociological juridical approach through interviews, observations, and documentation. The results of the study show that childcare is de facto transferred to grandparents without formal legal determination, due to economic, occupational, and remarriage factors, this practice creates a gap between legal norms and social reality. Despite the age and economic limitations of parenting, grandparents are able to meet the basic needs and moral development of children. In Islamic law, the transfer is justified based on the benefit of the child, but the obligation of maintenance remains attached to the biological parents to provide sustenance, protection, education, and maintenance to the child. This study found that there is a gap between legal norms and social reality, so it is necessary to strengthen legal protection to ensure the certainty of the status of parenting and the fulfillment of children's rights after divorce.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 02:54 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 02:54 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44425 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


