DINAMIKA PEKERJA PEREMPUAN DALAM KONSTRUKSI MODAL SOSIAL DAN IMPLIKASI PADA KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi pekerja tebang tebu pabrik gula bunga mayang,kecamatan bunga mayang, kabupaten lampung utara)

IQBAL, DANUWARTA (2026) DINAMIKA PEKERJA PEREMPUAN DALAM KONSTRUKSI MODAL SOSIAL DAN IMPLIKASI PADA KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi pekerja tebang tebu pabrik gula bunga mayang,kecamatan bunga mayang, kabupaten lampung utara). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of ARTIKEL IQBAL DANUWARTA.pdf] PDF
Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya keterlibatan perempuan dalam sektor informal yang rentan, khususnya sebagai pekerja perempuan tebang tebu di Pabrik Gula Bunga Mayang, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara. Meskipun bekerja dalam kondisi fisik berat, upah rendah, dan minim perlindungan sosial, pekerja perempuan tetap berperan sebagai penopang utama ekonomi rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kehidupan social ekonomi pekerja perempuan, konstruksi modal sosial yang terbentuk, sifat ambivalensi modal sosial dalam relasi kerja, serta implikasinya terhadap kesejahteraan rumah tangga dalam perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap 11 informan yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria peran ganda, memiliki tanggungan keluarga, dan pengalaman kerja minimal satu tahun. Analisis data dilakukan melalui tahapan open coding, axial coding, selective coding, dan interpretasi fenomenologis hingga mencapai saturasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuli perempuan membangun modal sosial berbasis kepercayaan (trust), solidaritas, dan jaringan sosial yang kuat. Modal sosial tersebut berfungsi sebagai mekanisme perlindungan sosial informal melalui praktik saling membantu, berbagi sumber daya yang berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi rumah tangga. Dalam perspektif ekonomi Islam, praktik sosial-ekonomi kuli perempuan merefleksikan nilai-nilai ta‟awun (tolong menolong), adl (keadilan), ukhuwah (persaudaraan). Temuan ini memperluas kajian modal sosial dengan mengintegrasikan pendekatan fenomenologi dan maqashid alshariah, serta menegaskan bahwa kesejahteraan rumah tangga tidak semata ditentukan oleh modal ekonomi, tetapi juga oleh kekuatan modal sosial sebagai aset non-material yang strategis dalam sektor informal. Kata Kunci : Pekerja perempuan tebang tebu, modal sosial, kesejahteraan rumah tangga, sektor informal, ekonomi Islam. ABSTRACT This study was motivated by the increasing involvement of women in the vulnerable informal sector, particularly as female sugarcane cutters at the Bunga Mayang Sugar Factory in Bunga Mayang Subdistrict, North Lampung Regency. Despite working under physically demanding conditions, with low wages and minimal social protection, these female workers continue to serve as the primary economic pillars of their households. This study aims to analyze the socio-economic dynamics of female workers, the construction of social capital that has formed, the ambivalent nature of social capital in labor relations, and its implications for household welfare from an Islamic economic perspective. This study employs a phenomenological qualitative approach using participatory observation, in-depth interviews, and documentation of 11 informants selected through purposive sampling based on criteria of dual roles, having family dependents, and at least one year of work experience. Data analysis was conducted through the stages of open coding, axial coding, selective coding, and phenomenological interpretation until data saturation was achieved. The research findings indicate that female porters build social capital based on trust, solidarity, and strong social networks. This social capital functions as an informal social protection mechanism through practices of mutual aid and resource sharing that contribute to household economic resilience. From an Islamic economic perspective, the socio-economic practices of female laborers reflect the values of ta’awun (mutual aid), adl (justice), and ukhuwah (brotherhood). These findings expand the study of social capital by integrating phenomenological and maqashid al-shariah approaches, and affirm that household well-being is not solely determined by economic capital, but also by the strength of social capital as a strategic non-material asset in the informal sector. Keywords: Female sugarcane cutters, social capital, household wellbeing, informal sector, Islamic economics.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Ekonomi Islam
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Ekonomi Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 23 Jun 2026 08:09
Last Modified: 23 Jun 2026 08:09
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44420

Actions (login required)

View Item View Item