HUMANISME TEISTIK AHMAD SYAFII MAARIF DAN KONTRIBUSINYA BAGI PLURALISME DI INDONESIA

FAHMI, FAHROEZI (2026) HUMANISME TEISTIK AHMAD SYAFII MAARIF DAN KONTRIBUSINYA BAGI PLURALISME DI INDONESIA. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PUSAT 1 2 FAHMI.pdf] PDF
Download (7MB)
[thumbnail of SKRIPSI FAHMI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract

ABSTRAK Indonesia sebagai negara yang memiliki tingkat kemajemukan yang tinggi dalam aspek agama, budaya, suku, dan identitas sosial menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat. Meningkatnya gejala intoleransi, eksklusivisme keagamaan, serta polarisasi identitas menunjukkan pentingnya penguatan paradigma keberagamaan yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan secara seimbang. Dalam konteks tersebut, pemikiran Ahmad Syafii Ma’arif menjadi relevan untuk dikaji karena menawarkan konsep humanisme teistik yang menempatkan ajaran agama sebagai landasan etis dalam membangun kehidupan sosial yang inklusif, adil, dan menghargai keberagaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi pemikiran Ahmad Syafii Ma’arif mengenai humanisme teistik serta mengkaji kontribusinya terhadap penguatan pluralisme sosial-keagamaan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-analitis. Sumber data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap karya-karya Ahmad Syafii Ma’arif sebagai sumber primer, serta berbagai literatur ilmiah yang relevan sebagai sumber sekunder. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan gagasan-gagasan utama yang berkaitan dengan humanisme teistik, etika kemanusiaan, dan pluralisme. Pendekatan ini digunakan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai kerangka pemikiran Ahmad Syafii Ma’arif dalam merespons dinamika kehidupan sosial-keagamaan di Indonesia yang majemuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humanisme teistik Ahmad Syafii Ma’arif dibangun di atas integrasi antara prinsip tauhid dan etika kemanusiaan sebagai fondasi moral kehidupan sosial. Dalam pandangannya, keimanan tidak hanya dimaknai sebagai keyakinan teologis, tetapi juga sebagai kesadaran etis yang mendorong penghormatan terhadap martabat manusia, penegakan keadilan sosial, penguatan sikap inklusif, serta penerimaan terhadap keberagaman sebagai bagian dari realitas kehidupan. Pemikiran tersebut memberikan kontribusi signifikan bagi penguatan pluralisme melalui pengembangan pendidikan multikultural, dialog antarumat beragama, dan pembentukan etika kebangsaan yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan. Dengan demikian, humanisme teistik Ahmad Syafii Ma’arif dapat dipahami sebagai paradigma etis yang relevan dalam memperkuat kehidupan sosial-keagamaan yang toleran, harmonis, dan berkeadaban di Indonesia. Kata Kunci: Humanisme Teistik, Ahmad Syafii Ma’arif, Pluralisme, Etika Kemanusiaan, Kebangsaan. ABSTRACT Indonesia, as a country characterized by a high level of diversity in terms of religion, culture, ethnicity, and social identities, faces various challenges in maintaining social harmony. The increasing prevalence of intolerance, religious exclusivism, and identity polarization highlights the urgency of strengthening a religious paradigm capable of integrating divine and humanistic values in a balanced manner. In this context, the thought of Ahmad Syafii Ma’arif is particularly relevant, as he offers the concept of theistic humanism, which positions religious teachings as an ethical foundation for fostering an inclusive, just, and diversityrespecting society. This study aims to analyze Ahmad Syafii Ma’arif’s conception of the relationship between divine values and human values, as well as to examine its contribution to the strengthening of socioreligious pluralism in Indonesia. This research employs a qualitative approach using a library research design with a descriptive-analytical method. The data were collected through documentation studies of Ahmad Syafii Ma’arif’s works as primary sources, complemented by relevant scholarly literature as secondary sources. The collected data were analyzed using content analysis to identify, classify, and interpret key ideas related to theistic humanism, human ethics, and pluralism. This approach was applied to obtain a comprehensive understanding of Ahmad Syafii Ma’arif’s intellectual framework in responding to the dynamics of Indonesia’s plural socio-religious life. The findings reveal that Ahmad Syafii Ma’arif’s concept of theistic humanism is founded upon the integration of the principle of tawhid (Islamic monotheism) and humanistic ethics as the moral basis of social life. In his view, faith is not merely a theological conviction but also an ethical consciousness that encourages respect for human dignity, the promotion of social justice, the development of inclusive attitudes, and the acceptance of diversity as an inherent reality of human existence. His thought makes a significant contribution to the strengthening of pluralism through the promotion of multicultural education, interfaith dialogue, and the development of a national ethical framework grounded in humanistic values. Therefore, Ahmad Syafii Ma’arif’s theistic humanism can be understood as an ethical paradigm that remains highly relevant for fostering a tolerant, harmonious, and civilized socio-religious life in Indonesia. Keywords: Theistic Humanism, Ahmad Syafii Ma’arif, Pluralism, Human Ethics, Nationality.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Aqidah Filsafat
Aqidah Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Aqidah Filsafat
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 23 Jun 2026 07:06
Last Modified: 23 Jun 2026 07:06
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44413

Actions (login required)

View Item View Item