FITRA, SYAHDANA (2026) DAKWAH WASATHIYAH NU RANTING DALAM MENJAGA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI SUKADANA ILIR. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (6MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
ABSTRAK Kerukunan antarumat beragama merupakan prasyarat penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat majemuk. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia memiliki paradigma dakwah wasathiyah yang menekankan sikap moderat, toleran, dan seimbang dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Namun, implementasi dakwah wasathiyah di tingkat akar rumput, khususnya di wilayah yang memiliki keberagaman etnis dan agama seperti Desa Sukadana Ilir, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, belum banyak dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah wasathiyah yang diterapkan oleh NU Ranting Sukadana Ilir dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di tengah masyarakat yang majemuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengurus NU Ranting Sukadana Ilir, tokoh pemuda, tokoh agama non-Muslim, serta masyarakat setempat. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kerangka teori yang digunakan mencakup konsep dakwah wasathiyah, teori kerukunan antarumat beragama, dan strategi dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah wasathiyah NU Ranting Sukadana Ilir dijalankan melalui empat pendekatan utama, yaitu dakwah bil-hikmah yang diwujudkan melalui penyampaian pesan keagamaan yang santun, dialogis, dan tidak menghakimi; dakwah billisan yang dilakukan melalui tradisi keagamaan seperti tahlilan, manaqiban, dan sholawatan; dakwah bil-hal yang diwujudkan melalui kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang bersifat inklusif seperti santunan, takziyah, dan kerja bakti; serta dakwah kultural yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam tradisi dan budaya lokal masyarakat. Keempat strategi tersebut saling terintegrasi dan menyatu dalam kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dakwah wasathiyah NU Ranting Sukadana Ilir efektif dalam menjaga kerukunan antarumat beragama, mencegah masuknya paham keagamaan ekstrem, serta memperkuat stabilitas sosial masyarakat desa. Dakwah yang dijalankan NU tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembinaan keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen pemelihara harmoni sosial dalam masyarakat yang plural dan majemuk. Kata kunci: Dakwah Wasathiyah, Nahdlatul Ulama, Kerukunan Antarumat Beragama, Moderasi Beragama. ABSTRACT Interfaith harmony is an important prerequisite for creating a harmonious social life in a diverse society. Nahdlatul Ulama (NU), as the largest Islamic organization in Indonesia, has a wasathiyah da'wah paradigm that emphasizes moderation, tolerance, and balance in religious and social life. However, the implementation of wasathiyah da'wah at the grassroots level, especially in areas with ethnic and religious diversity such as Sukadana Ilir Village, Sukadana District, East Lampung Regency, has not been studied in depth. This study aims to analyze the wasathiyah dakwah strategy implemented by NU Ranting Sukadana Ilir in maintaining interfaith harmony in a diverse community. This study uses a qualitative approach with a descriptive research type. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, field observations, and documentation. The research informants consisted of NU Sukadana Ilir Branch administrators, youth leaders, non-Muslim religious leaders, and the local community. Data analysis was carried out using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification. The theoretical framework used includes the concept of wasathiyah da'wah, the theory of interfaith harmony, and da'wah strategies. The results showed that the NU Sukadana Ilir Branch's dakwah wasathiyah strategy was implemented through four main approaches, namely dakwah bil-hikmah, which was manifested through the delivery of religious messages that were polite, dialogical, and non-judgmental; dakwah bil-lisan, which was carried out through religious traditions such as tahlilan, manaqiban, and sholawatan; dakwah bil-hal, which is realized through inclusive social and community activities such as charity, takziyah, and community service; and cultural dakwah, which integrates Islamic values into local traditions and culture. These four strategies are integrated and unified in the social life of the community. This study concludes that the dakwah wasathiyah of NU Ranting Sukadana Ilir is effective in maintaining interfaith harmony, preventing the entry of extreme religious ideologies, and strengthening the social stability of the village community. The dakwah carried out by NU not only functions as a means of religious guidance but also as an instrument for maintaining social harmony in a pluralistic and diverse society. Keywords: Wasathiyah Da'wah, Nahdlatul Ulama, Interfaith Harmony, Religious Moderation.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 08:39 |
| Last Modified: | 18 Jun 2026 08:39 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/44353 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


